Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
suratnya palsu


__ADS_3

Indah dan Azam sampai di rumah sakit, dan jantung Azam berdegup sangat cepat karena takut jika harapannya hanya tinggal harapan.


Indah yang sudah tau jika Azam merasa tegang berkata "Tenang mas aku tidak akan kenapa-napa, aku tidak akan langsung mati setelah pemeriksaan".


Azam menatap Indah kesal karena Indah berkata seperti itu, perkataan yang membuat pikirannya semakin kemana-mana.


"Ayo mas aku sudah di panggil" ajak Indah dan dengan berat Azam berdiri dan berjalan di samping Indah.


Azam dan Indah sudah berada di hadapan dokter wanita yang akan memeriksa kesehatan indah lalu sang dokter berkata


"Mari bu" ucap sang dokter dan Azam pun ikut berdiri seperti Indah lalu dokter tersebut berkata "Mas Azam nya tingu di sini, tidak perlu ikut!"


"Baik bu" ucap Azam lalu dia duduk kembali


Azam yang merasa lapar keluar dari ruangan tersebut setelah berpamitan pada Indah dan baru beberapa langkah Azam keluar dia di kejutkan oleh seorang wanita yang mengaku mengenalnya.


"kamu Azam kan?" tanya wanita cantik yang berpakayan seperti seorang dokter dan wanita tersebut bernama mimi


"Iya saya, maaf apa dokter mengenali saya?" tanya Azam yang memang tidak tau siapa dokter yang bertanya badanya.


"Sombongnya mentang mentang sudah jadi pemimpin perusahaan, aku Mimi salah satu penggemar mu saat masih duduk di bangku SMA".

__ADS_1


Azam tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena lupa dengan mimi yang sering bertengkar dengan Indah gara-gara mimi sering mencari kesempatan untuk dekat dengannya.


"Maaf mi aku lupa habis kamu sekarang makin cantik aku sampai pangling".


"Kamu bisa saja, kamu juga makin tampan apalagi saat memakai kacamata".


Azam merasa heran karena mimi pernah melihatnya saat memakai kaca mata dan Azam pun berkata "Kamu melihat ku memakai kaca mata di mana? karena seingat ku, aku hanya memakai kacamata saat di kantor saja".


"Itu aku lihat foto kamu di ponsel karin sekertaris mu, dia sepupu aku dan kebetulan kemarin pas ada acara keluarga aku tidak sengaja melihat foto kamu di ponselnkarin dan di foto tersebut kamu di foto dengan beberapa karyawan mu".


"Oh pantas saja, eh ngomong ngomong kamu sudah nikah?" tanya Azam


"Aku juga sudah menikah dengan Indah". ucap Azam dan itu membuat Mimi kaget tidak percaya.


"Jangan bercanda Zam mana mungkin kamu menikah dengan dia dia itu di luar negri dan tidak pernah pulang".


"Beneran aku sudah nikah sama dia dan sekarang aku sedang mengantarnya melakukan pemeriksaan kesehatan".


"Sumpah aku gak nyangka kalian beneran berjodoh padahal dulu setelah kamu mempermalukannya dia pergi keluar Negri dan sudah hampir sepuluh tahun katanya dia tidak pernah pulang Eh memangnya dua sakit apa?".


"dia tidak sakit hanya pemeriksaan kesehatan saja, memang benar dia tidak pernah pulang selama sepuluh tahun tapi pas dia pulang kami langsung menikah, awalnya aku juga tidak menyangka jika aku akan menikahinya tapi yang namanya jodoh pasti kembali walau dia pergi keujung dunia sekalipun dan itulah yang terjadi pada kami".

__ADS_1


"Jadi pengen lihat gimana Indah sekarang, tapi sayang aku ada kerjaan" ucap Mimi


"Nanti kalau dia sudah selesai aku ajak dia menemui kamu" ucap Azam


"Janji ya ajak dia menemui aku, aku dokter gigi, ya sudah aku pergi dulu". pamit Mimi dan Azam mengangguk.


lumayan lama Indah melakukan pemeriksaan karena sang dokter merasa bingung dengan hasil tes yang di bawa Indah yang tidak sama dengan hasil tes yang telah dia lakukan.


karena bingung dokterpun bertanya bagai mana Indah bisa mendapatkan surat tersebut tanpa mengatakan ada kejanggalan dari isi surat yang di bawa Indah


Indah yang di tanya menceritakan semua kejadian yang menimpanya dulu dan sang dokter beberapa kali bertanya saat Indah sedang bercerita dan dari apa yang indah ceritakan ada kemungkinan jika surat tersebut palsu dan di buat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab atas perintah seseorang, itu yang di pikirkan sang dokter.


lalu Indah bertanya setelah selesai bercerita "Jadi bagai mana dok apa saya sudah sembuh?".


Sang dokterpun tersenyum lalu berkata "Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan mba Indah sudah tidak memiliki penyakit tersebut".


"apa itu benar dok" ucap Indah masih merasa ragu


"Iya itu benar, tapi jika mba Indah ragu dengan hasil pemeriksaan saya mba bisa memeriksakan kesehatan mba di rumah sakit lain" ucap Sang dokter karena melihat raut wajah Indah yang terlihat ragu.


Indah merasa ragu dengan hasil pemeriksaannya kali ini karena dulu saat dokter yang telah memeriksanya berkata jika dia tidak akan sembuh walau dengan cara apapun Indah mengobati penyakitnya itu dan sekarang dia dinyatakan sembuh padahal dia tidak pernah berusaha mengobati penyakit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2