
Azam yang sedang melamun di kagetkan oleh suara putri yang memanggilnya.
"Om, om," ucap Putri
"Eh putri ada apa?"
"Om benelan jadi papa putri?" Ucapnya yang masih belum pasih mengucapkan huruf R
"Iya, apa putri keberatan?"
"Tidak om putli malah seneng kalau om jadi papa putli soalnya om tampan".
Azam tersenyum lalu berkata "Nah sekarang putri jangan panggil om lagi tapi panggil om papah".
"Siap pah" ucap putri sambil tersenyum
"Oh iya kamu mau papah jadi papah putri selamanya tidak". ucap Azam karena dia memiliki sebuah ide yang cemerlang
"Mau pah" ucap putri
"Bagus anak pintar, gampang sayang kamu kalau di cium sama mamah kamu minta mamah untuk cium papah juga ya".
__ADS_1
Putri pun mengangguk tanda setuju
Lalu Indah yang sudah selesai mandi keluar setelah memakai pakayannya yang dia bawa tadi dan menghampiri putri dan menggendongnya lalu membawanya ke kamar mandi setelah berkata "Ayo sayang kita mandi dulu" dan putri mengangguk.
Azam yang melihat Indah memandikan putri berkata "Wah kamu pintar sekali ndah, dulu aku berpikir kamu tidak akan bisa merawat anak kamu". Indah hanya diam tidak ingin membalas ucapan Azam yang meremehkannya.
"Sayang papah jadi pengen di mandiin mamah" ucap Azam pada putri dan Indah yang mendengar ucapan Azam menatap Azam tidak suka
sementara Putri yang senang mendengar ucapan Azam berkata "Ayo pah, sini kita mandi bareng di mandiin mamah pasti seru".
"Iya sayang pasti seru, tapi sayang mamah gak ngijinin". ucap Azam berpura-pura sedih
Putri yang melihat wajah Azam sedih merengek meminta ibunya mengijinkan Azam untuk ikut mandi dan Indah yang kesal menatap Azam, dan Azam yang tau arti tatapan Indah langsung berkata "Sayang maaf ya kayanya sekarang papah tidak bisa mandi bareng kamu soalnya papah harus berangkat kerja, tapi lain kali papa janji papa temenin kamu mandi".
"Hei cantik" ucap Azam setelah masuk ke dalam kamar mandi lalu dia berkata lagi setelah Putri melihatnya "anak cantik tidak boleh nangis, nanti jadi jelek seperti mamah".
"Papah mamah cantik mamah tidak jelek" ucap Putri membela Indah dan Indah yang di puji tersenyum sambil melilitkan handuk di tubuh mungil putri.
"Wah apa benar mamah cantik tapi kenapa papah tidak sadar, sebentar papah lihat mamah dari dekat" ucap Bayu modus dan benar saja Bayu menahan Indah dan Indah langsung menundukkan wajahnya
Azam yang ingin melihat Wajah Indah mengangkat wajah Indah dengan kedua jarinya dan Azam tersenyum saat melihat wajah Indah
__ADS_1
"Wah sayang ternyata benar mamah kamu sangat cantik" Indah yang di puji Azam seketika merasa bunga-bunga bermekaran di dalam hatinya dan membuat kedua pipinya bersemu merah
Azam yang melihat pipi Indah memerah berkata "Tapi bohong" dan Indah yang merasa di permainkan berkata "Minggir".
"Is galak banget, pantes aja suami kamu yang dulu pergi ternyata ini alasannya, tapi tenang aku tidak akan meninggalkan kamu walau kamu terus jutek sama aku".
Sementara Indah hanya diam mendengarkan ocehan Azam, karena Indah menjawab ucapan Azam hanya dalam hati "Aku heran kenapa dia jadi sangat cerewet sekarang, padahal dulu dia sedikit bicara banyak bertindak".
"Sudah cantik" ucap Indah setelah selesai mendandani Putri lalu setelah itu Indah mencium Putri.
Putri yang sudah di cium mamahnya berkata "Mah sekarang giliran papah yang di cium".
Indah tersedak karena tidak menyangka jika Putri akan berkata seperti itu lalu Indah melihat Azam yang sedang tersenyum dan dia berkata "Kau....".
"Mah cium papah" ucap Putri lalu Indah yang tidak mau mencium Azam berkata "Tidak boleh sayang karena ada kamu, mamah malu kalau mencium papah di depan kamu".
"Oh" ucap Putri mengerti dan Azam berkata "Yah sayang banget mamah kamu pintar coba sedikit bidoh pasti papah sudah di cium mamah".
Namun putri yang tidak mengerti ucapan Azam hanya mengacuhkannya, Azam melihat jam di tangannya dan sekarang dia harus segera berangkat karena jam sudah menunjukan pukul 6
"Sayang papah berangkat kerja dulu nanti sore kita bertemu lagi" ucap Azam lalu dia mencium Putri dan saat Indah lengah Azam juga mencium Indah dan berkata "mamah jangan marah terus nanti cepet tua".
__ADS_1
Indah hanya menatap Azam dengan tatapan setajam silet dan membuat Azam berkata "Wah di cium aja marahnya udah kaya gitu apalagi kalau di peluk".
"Sayang papah berangkat" ucap Azam sambil berjalan menjauh dari Indah dan putri hanya mengangguk