
"Sayang maaf kita belum bisa pergi besok karena pekerjaan mas beberapa hari kedepan tidak bisa di gantikan oleh karin, maaf sekali lagi".
Indah tersenyum lalu berkata "Tidak apa-apa mas aku mengerti".
"Tapi kamu tenang saja satu minggu lagi kita akan berangkat kesana".
"Benarkah" ucap Indah bahagia
"Iya aku janji" ucap Azam dan saat berkata janji Azam baru mengingat janjinya pada Mimi "oh ya ampun sayang aku lupa memberi tahu mu kalau aku berjanji membawa mu bertemu Mimi".
Indah yang ingat tentang Mimi langsung berkata "Untuk apa mas membuat janji untuk mempertemukan ku dengannya".
"Dasar sudah tua juga masih saja kesal saat mendengar nama mimi".ucap Azam menggoda Indah
"Bagaimana aku tidak kesal mas dia itu suka caper pada mu melebihi aku, dan dia selalu punya cara untuk berdekatan dengan mu di saat aku tidak berada di sisi mu" ucap Indah dengan rasa kesalnya karena mengingat Mimi
__ADS_1
"Jangan marah, oh iya kamu mau tau tidak cerita aku saat bertemu dia".
"Tidak mau" ucap Indah menolak namun Azam tidak menerima penolakan Indah karena merasa jika Indah mendengar ceritanya dia akan senang
"Kemarin saat aku baru keluar dari tempat dokter yang meneriksa mu, nama ku tiba-tiba di panggil seseorang aku melihat orang tersebut dan aku berkata ya aku Azam dan maaf dok apa anda mengenal saya dan kamu tau dia bilang apa". tanya Azam namun karena Indah tidak menjawab Azam berkata lagi
"Sombongnya mentang-mentang sudah jadi bos kamu lupa pada ku, aku Mimi teman SMA mu". Dan Indah yang mendengar ucapan Azam sudah tidak bisa menahan tawanya karena senang Azam tidak mengenali Mimi lalu Indah berkata
"Mas kenapa kamu tidak mengenali Mimi?".
" mungkin karena dia bukan orang yang istimewa untuk ku, beda sama kamu walau sudah berubah bentuk tubuh dan wajah aku tetap mengenali mu walau dari jarak yang jauh sekalpun".
"Maksud ku tubuh mu dulu sedikit berisi tapi bukan gendut ya, dan sekarang kamu terlihat kurus dan wajah mu dulu sangat imut karena pipi mu tembem, sementara sekarang lihat pipi mu terlihat tirus dan sekarang kamu juga terlihat sangat dewasa, jika kamu bukan orang yang spesial mungkin aku tidak akan mengenali mu karena kamu seperti orang yang berbeda".
Indah tersenyum namun karena Indah sedang berbaring dengan paha Azam sebagai bantanya jadi Azam tidak melihat senyuman Indah kaki ini karena sekarang posisi kepala Indah menghadap kearah yang sama dengan arah pandangan Azam yang sedang duduk di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Mas tadi bilang Mimi seorang dokter?" tanya Indah
"Iya dia dokter gigi, kamu bakalan pangling saat melihat dia sekarang".
"Pangling memangnya dia bagai mana sekarang?" tanya Indah lagi
"Kalau kamu penasar, kamu tinggal pergi temui dia di Rumah sakit".
"Iya juga nanti sekalian periksa gigi putri sudah lama juga aku tidak memeriksakan gigi putri".
"Keputusan yang bijak, oh iya tolong bantu mas lagi" ucap Azam sambil tersenyum malu karena hanya gara gara Indah tiduran di pahanya bagian tubuhnya langsung terbangun
Indah membalikan tubuhnya lalu menatap Azam dan mengangguk lalu Indah berkata dalam hati "Maaf mas aku belum bisa memberikan hak mu walau dokter sudah memberi tahu ku jika aku sudah sembuh".
Indah masih takut jika diagnosa dokter yang kemarin memeriksanya itu salah dan dia berjanji jika nanti di rumah sakit yang dulu pertama kali dia memeriksa kesehatannya menyatakan dia sehat maka dia akan memberikan hak suaminya itu.
__ADS_1
Bukan Indah tidak mempercai dokter di tanah air tapi dia ingin bertanya pada dokter yang memeriksanya dulu apa motif dokter itu berbohong tentang dirinya yang memiliki penyakit tersebut karena pirasatnya mengatakan jika dokter tersebut memalsukan hasil pemeriksaan kesehatannya
pirasat itu dia dapat saat Azam menanyakan apa Indah merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuhnya setelah di diagnosa mengidap penyakit tersebut, dan saat itu Indah baru sadar jika dia tidak pernah merasakan hal yang berbeda di tubuhnya merasakan gejala yang akan timbul saat seseorang mengidap penyakit tersebut.