
Indah keluar dari kamar dan setelah sampai dia mengirim pesan pada Azam "Tolong bawakan koperku dan punya putri aku sengaja meninggalkannya agar kamu yang membawanya" Namun baru juga Indah mengirim pesan Azam sudah membawa kedua koper tersebut.
Indah tersenyum saat melihat Azam membawa kopernya dan senyuman Indah membuat Azam berkata "Indah sekali senyuman mu itu coba setiap saat kamu terus tersenyum seperti itu pasti aku bahagia".
"Oh jadi kalau aku bersikap dingin kamu tidak bahagia" tanya Indah
"Yah baru juga di puji sudah balik lagi kesetelan awal, tapi tak apa jutek juga aku suka". ucap Azam
Indah yang mendengar ucapan Azam hanya tersenyum lalu mencium pipi Azam setelah Azam berada di dekatnya.
Azam yang mendapat kejutan tersenyum bahagia karena akhirnya Indah mulai menerimanya sebagai suami dan melakukan apa yang di inginkannya.
"Indah yang ini dan ini belum". ucap Azam
"Di kasih ati minta ampela" namun setelah itu Indah berkata lagi "eh Zam tunggu itu apa di pipi kamu?".
Azam memegang pipinya namun tidak ada apa pun "Tidak ada?".
"Ya gak keliatan sama kamu kemari aku bersihkan " ucap Indah dan Azam mendekatkan wajahnya pada Indah dan tanpa di duga Indah mencium pipi kanan dan mngecup sekilas bibirnya.
Azam kaget dan hanya bisa diam karena Indah melakukan apa yang dia ucapkan "Indah kalau malam nanti kita lakuin itu boleh ya aku penasaran rasanya kaya apa?".
__ADS_1
"Kalau untuk itu maaf aku belum bisa" ucap Indah sedih, Azam ingin bertanya kenapa tapi tidak jadi karena kedua orangtua Indah sudah datang dan menuntun Putri yang sudah cantik.
"Terimakasih nenek" ucap Indah pada sang mamah karena telah memandikan dan mendandani putri
"Iya sama-sama, kalian jadi pindah ?".
"Iya mah jadi?".
"Nak bagai mana kalau saat kalian berangkat kerja Putri mamah jemput agar dia bermain bersama mamah di sini".
"boleh tapi jangan mamah yang jemput" ucap Indah lalu Azam berkata
"Memangnya kamu punya supir pribadi?" tanya Indah
"Punya tapi mulai besok". ucap Azam
"Baiklah, kalau begitu ayo kita sarapan" ajak bu Endah
"Mah apa tidak apa-apa jika putri setiap hari naik mobil di umur dia yang baru 3thn?" tanya Indah setelah dia menelan makanannya
"Mamah kurang tau, tapi kita lihat saja respon tubuhnya nanti jika dia sampai sakit maka tidak perlu di teruskan, dan kamu sewa pengasuh saja". ucap Bu Endah dan Indah hanya mengangguk.
__ADS_1
***
Indah dan Azam tiba di apartemen Azam untuk meletakkan koper milik Indah dan putri sementara baju Azam yang ada di rumah bu Endah dia tinggalkan di sana untuk ganti saat mereka berkunjung ke rumah orangtua Indah.
"Indah jika kamu ingin lihat-lihat dulu silahkan aku simpan dulu koperkalian di kamar" ucap Azam dan Indah melihat-lihat isi apartemen Azam Dan tanpa di sadari Indah Azam memeluknya dari belakang.
"Maaf ya apartemennya cuman kaya gini dan perabotannya juga bukan keluaran terbaru".
Indah membalikan tubuhnya sambil berkata "Jangan merendahkan aku tau semua barang di sini kualitas no 1" lalu Indah mengalungkan tangannya di leher Azam.
Mata Indah dan Azam saling menatap dan Azam yang melihat Indah lengah mencium bibir Indah dan setelah puas Azam akan melepas psngutannya namun Indah menahannya dengan mekan tengkuk Azam dan kini dia yang balik menyesap bibir Azam.
Azam yang sudah terpsncing hasratnya berkata "Sayang aku pengen". dan seketika tawa Indah pecah karena untuk pertama kalinya Azam memanggilnya sayang.
"Pengen apa hem ?". Tanya Indah yang tiba tiba ngebleng karena di panggil sayang yang membuatnya geli saat mendengarnya.
"Pengen ngerasain ini", ucap Azam sambil meraba sesuatu yang membuat Indah melepaskan tangannya dari leher Azam.
"Maaf aku belum bisa memberikan hak mu Zam" ucap Indah dan dia pergi dari ruang kerja Azam.
Azam yang tidak ingin memaksa membiarkan Indah keluar dan dia pun menyusulnya tanpa ingin bertanya kenapa Indah belum juga siap karena menurut Azam Indah yang sudah menerimanya saja itu kemajuan yang bagus dan untuk keinginannya yang selalu meminta haknya dia hanya bercanda tapi kalau di acc tidak akan dia tolak.
__ADS_1