
Sementara Azam hanya diam melihat pintu kamar mandi yang sudah tertutup, dia hanya bisa bertanya-tanya dalam hati ada apa? apa alasannya? apa dia malu karena aku bukan orang pertama yang akan memasukinya atau karena apa?.
Azam yang masih marah pergi dari kamar sambil membawa bantal dan selimut setelah dia memakai Bajunya lagi.
Indah yang baru keluar dari dalam kamar mandi mencari keberadaan Azam tapi dia tidak ada, lalu Indah melihat pakayan yang tadi berserakan juga kasur yang berantakan sudah rapih kembali.
"Maafkan aku Zam, sungguh aku juga ingin merasakan semua yang ingin kamu rasakan tapi maaf aku tidak bisa". ucap Indah dan dia pun keluar dari kamar lalu menuju kamar Putri di samping kamarnya
dan saat melihat ruang tamu dia melihat Azam tertidur di sana di atas sofa, Indah menghela nafasnya berat karena rasa bersalahnya lalu dia pun masuk kedalam kamar putri.
Pagi Hari telah tiba dan Azam sudah bersiap untuk berangkat kerja sementara Indah masih mendandani putri, Azam berkata di ambang pintu kamar Putri "Kamu berangkat pakai mobil ku kuncinya di atas meja aku berangkat naik taksi.
"Kamu saja yang pakai mobil biar aku yang naik taksi" ucap Indah yang tau jika Azam sekarang tidak mau berangkat bersamanya
Namun Azam tidak mendengarkan ucapan Indah dan dia pergi tanpa membawa kunci mobilnya, tak tau kah Azam jika Indah membawa mobilnya apa yang akan di pikirkan orang-orang tentang Indah tapi ya sudah menurut Indah mungkin ini sudah waktunya bagi mereka tau jika dirinya bukan tetangga apartemen Azam seperti saat Indah di tanya kenapa selalu berangkat bersama menggunakan mobil Azam.
__ADS_1
Azam sampai di kantor dan saat dia sampai dia tidak sengaja bertemu Karin yang memang selalu berangkat lebih pagi dari karyawan yang lain.
"Karin ikut aku keruangan ku" ucap Azam dan Karin yang takut di marahi merasa jantungnya berdetak tidak karuan dan keringat dingin mulai keluar namun dia tidak memperlihatkan ketakutannya.
dan setelah sampai di ruangan Azam Karin di suruh oleh Azam untuk duduk di sofa ruanganya, awalnya Karin tidak mendengarkan perintah bosnya tapi saat Azam membentaknya karin langsung duduk di ikuti Azam yang tadi berdiri menghadap jendela.
"Karin apa kamu mau membantu aku?". tanya Azam dan hal itu sukses membuat Karin melongo karena dia pikir dia akan di marahi bukan di mintai pertolongan.
"Maksud Bos apa?".
"Aku ingin meminta bantuan mu, untuk memanas manasi istriku agar dia cemburu pada ku, karena kedekatan kita".
"Karena kamu yang paling dekat dengannya dan pasti dia tidak akan rela jika saya dekat dengan kamu".
"Teman?" ucap Karin lalu dia berpikir mengingat siapa temannya yang kemungkinan adalah ustri bosnya dan saat Karin masih mengingat-ngingat siapa yang di maksud Azam, Azam berkata "Indah dia istri saya".
__ADS_1
Karin yang baru tahu sangat terkejut sampai di terbatuk-batuk, "Bos bilang Indah istri bos tapi kalian tidak terlihat seperti sepasang suami istri bahkan aku yang paling sering melihat kalian tidak pernah sekalipun memergoki kalian bersikap seperti seorang suami istri" jelas Karin
"Itulah kenapa aku meminta bantuan mu, untuk menjadi pacar bohongan ku agar dia cemburu, karena sampai saat ini dia belum bisa menerimaku sebagai suaminya
Karin mendengarkan apa yang di katakan Azam sambil memikirkan Indah yang ternyata adalah istri bosnya.
"Karin" bentak Azam karena dia melihat karin seperti tidak mendengarkan ucapannya
"Eh iya bos ada apa?" tanya karin
"Jadi dari tadi kamu tidak mendengarkan aku" dan karin hanya tersenyum lalu berkata "Maaf bos cuman dikit yang saya dengar soalnya dari tadi saya mikirin Indah, saya tidak menyangka jika saya tidak sadar jika Indah istri bos padahal ciri-ciri Indah sama dengan yang saya baca".
"Jadi gimana kamu mau atau tidak?" tanya Azam karena dia tidak mau menjelaskan lagi tujuannya
"Aku siap bos kalau manas manasin Indah, cuman pura-pura di hadapan Indah sajakan".
__ADS_1
"Iya, dan kita mulai sandiwaranya mulai hari ini dan nanti pas Indah datang kamu bilang sama dia jika kita sudah jadian dan kamu harus berpura-pura tidak tau jika dia istri saya".
"Siap bos" jawab Karin