Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Aku berbohong


__ADS_3

"Mas pindah kekamar" Ucap Indah setelah selesai membuat minuman jahenya.


"Apa di kamar suhunya sudah di atur?" tanya Azam yang takut jika suhu di kamarnya belum di rubah


"Sudah, tenang saja mas tidak akan mati karena kedinginan di kamar".


"Baiklah" ucap Azam dan dia langsung berjalan dengan selimut yang membungkusnya seperti sebuah kepongpong, dan Indah tertawa saat melihat hal tersebut lalu Indah berkata "Mas kamu mirip kepongpong sumpah lucu banget"


Azam yang tidak terima di tertawakan Indah berkata "Ingat tertawa berlebihan itu di larang karena selalu berakhir dengan menangis". namun sayang Indah tidak mendengarkan ucapan Azam


Azam masuk kedalam kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sementara Indah masuk kedalam kamar mandi untuk mandi karena dia belum membersihkan tubuhnya sejak sampai di negara tersebut sedangkan Azam jangankan mandi membuka selimut yang membungkusnya pun dia enggan.


Indah keluar dari dalam kamar mandi dengan pakayan yang baru dia beli tadi tapi masih di tutup dengan jubah mandinya lalu dia langsung masuk ke dalam kamarnya


Azam yang melihat Indah merasa heran karena bisa-bisanya Indah masih memakai jubah mandinya "Mau pamer karena bisa mandi di suhu sedingin ini sampai masuk kamar pun masih pake jubah mandi".


Indah tersenyum lalu berkata "Sensi amat pasti gara-gara tidak bisa ngelakuin itu ya" goda Indah lalu Indah melangkah menuju sisi lain dari tempat tidurnya


Azam yang melihat Indah tidak juga melepaskan jubah mandinya berkata "Sayang kamu mau tidur pake itu".


"Ya engga mas masa iya tidur pake jubah mandi".

__ADS_1


"Terus kenapa kamu masih pake jubahnya?" tanya Azam lagi


"Aku mau buka jubahnya di sini, malu kalau aku buka dari kamar mandi terus jalan cuman pakai baju yang sekarang ku pake".


Azam tersenyum karena mendengar ucapan Indah yang ada-ada saja "Malu itu kalau dari sana tidak pakai baju".


"Nah pakai baju ini juga seperti tidak pakai baju mas". ucap Indah dan itu membuat Azam penasaran lalu berkata "Memang baju apa yang kamu pakai aku ingin lihat".


Indah pun membuka jubahnya dan Azam yang melihatnya menelan salipannya dengan susah payah "Indah kau sengaja menguji kesabaran ku atau apa?".


"Iya aku ingin tau apa mas masih bisa sabar saat aku berpakayan seperti ini".


"Indah" ucap Azam kesal karena bisa-bisanya Indah berbuat seperti itu


"Astagfirullah Indah kau mau ku terkam atau bagai mana?".


"Ya terkam saja kalau mau!" ucap Indah menantang


"Kalau kamu sedang tidak datang bulan sudah dari tadi ku terkam" ucap Azam kesal


"Sudah mas tidur saja aku juga mau tidur" ucap Indah yang sudah merebahkan dirinya diatas tempat tidur lalu Indah berkata "Mas bagi selimutnya aku juga ingin memakai selimut".

__ADS_1


"Indah ambil selimut yang lain tidak mungkin jika kamu cuman punya selimut yang aku pakai bukan?".


"Iya tapi aku ingin satu selimut dengan mas aku ingin di peluk juga seperti biasanya" ucap Indah


"Indah kalau kamu satu selimut dengan ku dan kamu berpakayan seperti ini akal sehat ku akan kalah aku bisa memaksamu memberikan hak ku".


Indah yang mendengarkan ucapan Azam langsung duduk dan menarik selimut yang membungkus Azam dan membenarkan srlimut tersebut agar dia juga bisa menggunakan selimutnya


"mas kelihatannya dia sudah bangun apa boleh ku bantu menidurkannya?".


"Tidak perlu aku tidak mau mandi" ucap Azam yang memang sekarang rasa dinginnya lebih penting dari rasa gelisahnya.


"Yakin" ucap Indah sambil meremas sesuatu yang berdiri itu


"Sayang" ucap Azam sambil memejamkan matanya.


"Enakkan" ucap Indah lalu dia duduk di paha Azam yang sekarang sudah tidak memakai sehelai benang pun di bagian bawah tubuhnya


Azam yang merasa tangannya gatal langsung menyentuh bagian tubuh Indah yang menonjol dan dia memainkannya.


Azam membalikan posisinya dan sekarang Indah berada di bawah kungkungannya Azam melakukan apa yang biasa dia lakukan tanpa menyentuh bagian bawah tubuh Indah.

__ADS_1


Iama Azam memainkan bagian tubuh atas Indah sampai Indah berkata di tengah-tengah desahannya "Mas aku berbohong tentang tamu bulanan ku".


Seketika Azam tersenyum dan tanpa berkata apa apa lagi dia langsung bersiap memasukkan sesuatu yang sudah berdiri tegak kedalam sarangnya.


__ADS_2