Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
kecewa dua kali


__ADS_3

Indah masuk lagi dan melihat apa yang di berikan intan, "Sudah ku tebak pasti baju malam, tapi kenapa warnanya hitam" ucap Indah sambil memandang baju yang berada di tangannya karena warnanya yang hitam.


Indah meletekan baju tersebut di atas tempat tidur dan langsung melangkah dengan lebar karena perutnya terasa sakit.


Azam masuk kedalam kamar dan matanya langsung tertuju pada baju yang ada di atas tempat tidur karena dari jarak jauh dan warnanya hitam Azam tidak berpikir jika baju itu baju dinas malam seorang istri dan setelah lebih dekat Azam menipiskan bibirnya karena senang melihat baju tersebut


"Em jadi tidak sabar melihatnya memskai baju ini pasti emmm" ucap Azam sambil membulak balikan baju tersebut.


Azam menyimpannya kembali lalu merebahkan setengah tubuhnya di atas tempat tidur, dia membayangkan hal apa saja yang akan dia lakukan dengan Indah malam ini.


Azam senyum-senyum sendiri dengan mata tertutup, Azam yang sudah tidak sabar merasa jika indah mandi sangat lama padahal Indah mandi hanya setengah jam seperti biasa


Mungkin karena benar-benar tidak sabar membuat setengah jam itu terasa berjam jam bagi Azam.


tek, suara pintu terbuka dan Azam semakin tidak sabar untuk melihat Indah Azam membuka matanya lalu mandudukkan tubuhnya, dia langsung melihat pintu yang baru setengah di buka.

__ADS_1


Azam terus menatap pintu tersebut dan keluarlah Indah dengan memakai baju tidur lengan pendek dan celana panjang.


Azam mengucek matanya memastikan jika yang dia lihat itu benar atau hayalannya saja karena tadi dia berpikir jika Indah keluar hanya memakai handuk karena baju yang akan dia pakai masih ada di sampingnya.


Indah yang melihat Azam bengong menghampiri Azam dan dan berkata "Mas ada apa?".


Azam yang di panggil langsung melihat Indah yang berada di dekatnya lalu berkata "Indah kenapa pakai baju itu? dan tidak pakai baju yang ini"


"Oh itu aku tidak bisa memakai baju itu karena tamu bulanan ku datang jadi mas harus berpuasa lagi selama beberapa hari" ucap Indah santai tanpa rasa bersalah karena dia tidak tau jika Azam benar benar menantikan malam ini sejak dari tadi pagi.


Azam yang tadi sudah membayangkan akan seperti apa malam ini harus merasa kecewa karena apa yang dia bayangkan tidak akan terlaksana dan raut wajahnya benar-benar berubah, kini wajahnya menunjukan rasa kecewanya yang teramat dalam


Lama Azam terdiam tapi tiba-tiba Azam teringat saat mereka di luar negri dan Indah yang berpura-pura datang bulan, Azam yang tadi bermuka masam kini tersenyum lebar karena berpikir jika Indah mengerjainya lagi


Azam yang berpikir Indah hanya berpura-pura langsung merebahkan tubuhnya seperti akan tidur karena ingin mengikuti rencana yang Indah biuat.

__ADS_1


Azam benar benar menantikan saat Indah memberikan kejutan untuknya seperti saat di luar negri waktu itu namun lama Azam menunggu Indah tak kunjung memberikan kejutannya


Azam membuka matanya dan betapa kagetnya dia saat melihat Indah sudah berada di atas tempat tidur dan dia sudah memejamkan mata.


"Kapan dia naik kesini kenapa aku tidak merasakan pergerakannya dan apa benar jika dia sekarang sedang datang bulan" Azam merasa kecewa untuk yang kedua kalinya


Azam menyesal karena dia berpikir jika Indah sedang berbohong karena itu membuatnya merasakan kecewa dua kali.


Azam yang kesal merebahkan tubuhnya lagi namun dengan posisi membelakangi Indah, Azam terus menggerutu sampai Indah yang berpura-pura tidur kini merasa bersalah padahal bukan salahnya jika tamu bulanannya tiba-tiba datang


Indah yang merasa bersalah menggeser tubuhnya untuk mendekati Azam yang sedang menggerutu entah apa yang sedang dia ucapkan


Indah memeluk Azam dari belakang dan berkata "Maaf pasti mas sangat kecewa tapi mau bagai mana lagi tamu bulanan itu tidak bisa aku tahan kedatangannya, maaf sekali lagi"


Azam tidak merespon lalu Indah berkata lagi "kita lakukan pakai caralain saja agar mas tidak sakit kepala" tawar Indah namun tidak seperti biasa kali ini Azam menolak

__ADS_1


"Ya sudah kalau tidak mau tapi apa boleh aku tetap seperti ini?" ucap Indah dan Azam berkata "Hem" dan itu pertama kali Azam mendiamkan Indah setelah mereka menikah


Indah menarik nafasnya berat karena merasa bersalah tapi ya mau bagai mana lagi ini sudah waktunya dia datang bulan dan itu tidak bisa dia undur atau dia tahan agar tidak keluar dulu seperti menahan kentut atau buang air.


__ADS_2