Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Sudah mendarah daging


__ADS_3

Pagi sudah menyapa alarm juga sudah berulang kali berbunyi namun tidak bisa membangunkan dua insan yang masih tertidur akibat kelelahan karena aktifitas malam mereka yang berakhir dini hari


jam sudah menunjukan pukul enam mereka masih betah berada di alam mimpi mereka masing-masing sampai suara tangisan putri diluar kamar membangunkan Indah.


Indah mengerjakan kedua matanya dan saat melihat jam Indah sangat kaget dan langsung turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


dengan menahan rasa sakit yang masih saja terasa di area intinya Indah berjalan menuju kamar mandi dan dengan cepat dia membersihkan tubuhnya karena Putri masih terdengar menangis.


Indah keluar kamar setelah membangunkan Azam "Mas bangun ini sudah siang" ucap Indah dan dia langsung keluar tanpa menyiapkan baju ganti Azam apalagi membereskan pakayan mereka yang berserakan di lantai.


Indah mencari putri dan dia menemukan putri sedang di gendong kakeknya.


"Yah maaf karena aku terus membuat kalian repot, dengan mengurus putri" ucap Indah sangat menyesal karena bangun terlambat dan membuat Putri menangis dan merepotkan orangtuanya lagi dan lagi.


"Tidak apa kami mengerti karena kami juga pernah berada diposisi kamu, ya bedanya kami saat baru menikah belum punya anak nah kamu baru menikah sudah punya anak dan tugas kami sebagai orangtua adalah menjaga putri agar kalian bisa menikmati waktu berdua". ucap Bu Endah yang baru bergabung dengan Indah dan ayahnya di halaman rumah


Indah mengambil alih putri dari pangkuan sang ayah lalu dia berkata "Maaf sayang sejak kita datang kemari mamah sudah tidak seperti dulu karena kesibukan mamah beberapa hari terakhir, tapi mamah janji jika papah sudah bisa bekerja tanpa mamah, mamah akan berhenti bekerja dan akan selalu menemani putri".

__ADS_1


Putri yang masih bersedih menganggukkan kepalanya tanda setuju dan Indah Berkata lagi "Emmm apa kita bisa berangkat sekarang kerumah boy?".


Putri yang memang ingin segera pergi kerumah boy untuk pergi kekebun binatang di kata boy tinggal langsung tersenyum dan mengangguk


"Baiklah jika putri ingin cepat pegi apa bisa jika putri mandi sekarang dengan mamah". putri mengangguk dan Indah Berkata "anak pintar, ayo".


Azam sudah siap setelah tadi membereskan kamarnya terlebih dulu sebelum keluar karena Indah tidak sempat membereskannya.


"Papah ayo" ucap Putri yang sudah dari tadi menunggu Azam keluar dari kamarnya sementara Indah sedang mempersiapkan barang apa saja yang akan mereka bawa ke kota tempat tinggal boy.


"Semua sudah siap?" tanya Azam


Selama dalam pelajaran putri yang berada di pangkuan Azam tak henti hentinya bercerita tentang kehidupan dirinya juga Indah saat mereka tinggal di luar negri.


Putri bercerita bukan karena inisiatifnya sendiri. tapi karena Azam yang bertanya pada putri bagai mana kehidupan putri di sana termasuk menceritakan semua laki-laki yang sering bertamu keapartemen sang mamah.


Karena banyak nama laki-laki yang di sebutkan putri sampai membuat Azam melirik Indah yang sedang fokus memaikan ponselnya.

__ADS_1


"Wah wah ternyata mamah banyak penggemarnya tapi sayang semua kalah sama papah" ucap Azam dengan meninggikan suaranya agar indah yang fokus pada ponselnya bisa mendengar ucapannya.


Namun sayang Indah tidak sedikitpun terganggu dengan ucapannya lalu Azam berkata lagi "Putri mau tau tidak apa yang mamah katakan pada malam hari setelah menolak para pria yang mendekati mamah


Putri mengangguk lalu Azam berkata "Mamah pasti saat itu bilang banyak bintang yang bersinar tapi hanya satu bintang yang paling terang dan bintang yang paling terang itu adalah papah"


Putri hanya diam karena tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Azam namun Indah yang dari tadi berpura-pura tidak mendengar berkata "so tau, tapi kayanya itu kamu deh mas dan saat itu kamu pasti berkata sambil menatap foto aku iyakan".


"Eh eh ternyata mamah dari tadi dengerin kita ngobrol". ucap Azam pada putri


"Ya gimana gak kedengeran, mas ngobrol di samping aku" ucap Indah masih tetap fokus pada ponselnya


"Hais gak sopan ngobrol tapi muka kamu tetep fokus ke ponsel, sini ponselnya aku penasaran apa yang kamu lihat dari tadi" ucap Azam sambil merebut ponsel Indah lalu azam berkata setelah melihat apa yang di lihat indah dari tadi "Jadi dari tadi kamu nonton drama".


"Iya ini caraku menghibur diri, bukannya mas sudah tau dari dulu?" ucap Indah sambil merebut kembali ponselnya


"Aku pikir setelah lebih dewasa kamu akan menghilangkan kebiasaan lama mu jadi aku tidak berpikir jika kamu masih suka melihat drama romantis seperti itu".

__ADS_1


"Sudah mendarah daging jadi sulit di hilangkan tapi sekarang tidak sesering dulu karena ada putri sebagai penghilang cape no satu".


__ADS_2