
"Tapi ya sudahlah mau dengan cara apapun mas mengingat semua itu yang jelas aku bersyukur mas sudah mengingat semuanya jadi aku tidak perlu ikut bekerja lagi dan bisa fokus mengurus Putri". ucap Indah dengan sangat bahagia
Azam mengiyakannya karena setuju dengan apa yang di katakan Indah dan setelah itu Azam mulai melupakan rasa kesalnya apalagi Putri merengek ingin ikut bersama boy dan kedua adiknya kesembuqh tempat bermain anak-anak tidak jauh dari tempat mereka berada.
Di sana putri bermain dengan ketiga anak Indra dengan di dampingin kedua orang tua boy dan Azam karena Putri ingin di temani Azam bukan Indah, sementara Indah hanya mengawasi dari jauh atas permintaan Putri, putri menyuruhnya menjauh karena Indah selalu melarangnya untuk melakukan ini dan itu
Indah yang sendirian tiba-tiba di hampiri seorang pria lalu pria itu berkata "Kamu Indah kan?".
Indah melihat pria tersebut dari ujung kepala sampai ujung kaki dia terdiam untuk mengingat orang yang ada di hadapannya itu
Pria tersebut yang tau jika Indah tidak mengenalinya lagi langsung berkata "Arka, kita dulu pernah satu kantor tapi sebentar karena aku langsung di pindahkan ke kantor cabang yang ada di negara kita ini"
Indah pun tersrnyum karena sekarang dia ingat tentang Arka "Aduh maaf ya mas Arka aku tidak mengenali mas habis mas sekarang brewokan". ucap Indah sambil tersenyum
"Oh aku kira kamu lupa pada ku ternyata karena berewok ini kamu tidak mengenali ku?".
__ADS_1
"Iya mas, sekali lagi maaf ya tapi kalau di lihat-lihat mas lebih gagah dengan berewoknya" ucap Indah masih dengan senyumannya
"Apa benar begitu? pantas saja istri ku menyukainya" ucap Arka
"Oh ternyata mas sudah menikah?"
"Tentu saja aku sudah menikah" Ucapnya
Indah tersenyum lalu berkata lagi " eh ngomong-ngomong istri mas Arka yang mana?"
"yang itu mas yang pake baju hitam bersama papahnya yang pake baju abu".
Arka mencari anak dan seorang lelaki yang ciri-cirinya telah di sebutkan Indah dan setelah melihat Azam dan Putri Arka berkata "Wah suami kamu tampan juga dan masih muda, tadinya aku pikir kamu belum menikah".
"Memangnya kalau aku belum menikah mas mau menikahi ku" ucap Indah percaya diri karena dulu Arka pernah mengatakan jika dia menyukai Indah tapi Indah menolaknya karena dia tidak mempunyai rasa yang lebih.
__ADS_1
Dulu Indah mau berteman dengan Arka karena berasal dari negara yang sama dan karena Arka senior di perusahaan tempat mereka bekerja dulu
dulu Arka pikir Indah menyukainya karena dia adalah satu-satunya laki-laki yang dekat dengan Indah dan sebelum dia di pindahkan ke tanah air dia mencoba mengungkapkan perasaannya dan hasilnya Indah menolaknya dengan alasan dia mau berteman dengannya karena berasal dari negara yang sama.
"Ya tadinya tapi tidak jadi" ucap Arka yang hanya bercanda, dan Arka berkata lagi setelah memastikan jika Azam adalah orang yang sama dengan orang yang membuat Indah tidak mau dekat dengan laki-laki selain dirinya,
"oh iya sepertinya suami mu itu adalah dia yang membuat mu galau iyakan?"
"Ko mas Arka bisa tau jika itu dia". kaget Indah karena tidak menyangka jika arka tau wajah Azam
"Tau lah karena aku itu orangnya suka kepo, dan kenapa bisa kalian menikah".
Indah tersenyum karena Arka benar benar orang yang kepo "Nah untuk yang itu mas Arka jangan kepo, mas cukup tau jika aku sekarang sudah menikah dengannya".
"Baiklah, oh iya jika kamu sudah berpisah dengannya kamu kabari mas" ucap Arka dan tanpa di duga Indah memukul lengannya karena ucapan Arka yang seperti mendoakannya untuk berpisah dengan Azam
__ADS_1
"Sakit Indah aku cuman bercanda, oh iya aku harus segera pergi karena sudah waktunya aku dan anak ku pulang" pamit Arka lalu dia pergi tanpa meminta no ponsel Indah.