Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Lebih baik seperti itu


__ADS_3

hari yang di tunggu oleh orangtua kandung putri kini sudah tiba dan setelah mendapatkan surat hasil tes DNA putri mereka berangkat kerumah Oranngtua Indah dengan senyum yang merekah karena kali ini Indah pasti akan percaya jika mereka adalah orangtua kandung putri.


Sementara bagi Indah hari ini adalah hari terburuk baginya melebihi hari di mana dia di ponis memiliki penyakit dan rasa sakit akan ditinggal putri melebihi rasa sakit di tolak Azam dulu.


Jika bisa Indah ingin mengulang waktu, Indah ingin waktu di ulang kembali pada saat dia akan berangkat kerumah sakit karena menurutnya jika saja dia tidak pergi kerumah sakit itu mungkin orangtua putri tidak akan menemukan putri dan putri akan tinggal bersamanya selamanya.


"Aku menyesal karena telah pergi kerumah sakit hari itu" Ucap Indah pada Azam yang sedang menemaninya duduk menemani putri bermain.


"Ya andai waktu bisa di putar" ucap Azam yang mengulang ucapan Indah lalu Azam berkata lagi "Indah walau berat cobalah untuk mengihlaskan putri pergi jangan seperti ini, putri akan sangat berat untuk berpisah dengan mu dan aku takut itu membuat putri sakit".


Indah tersrnyum dan berkata "Itu yang aku inginkan mas dan semoga saat itu orangtua putri akan mengembalikan putri pada ku".


Azam menggelengkan kepalanya karena tidak mengerti dengan jalan pukiran Indah lalu Azam berkata lagi "jika mereka mengembalikan putri , lalu bagai mana jika tidak dan putri tersisa di sana, sakit sakitnya karena terus teringat pada mu yang seperti ini, apa kamu tega membiarkan putri tersiksa di sana?".

__ADS_1


Ucapan Azam barusan membuat mata hati Indah terbuka lebar dan ucapan Azam barusan juga membuat Indah menggelengkan kepalanya beberapa kali


"Tidak aku tidak mau putri sampai sakit dan tersiksa di sana".


"Jadi mulai sekarang perlihatkan pada putri jika kamu ihlas melepaskannya, agar dia tidak merasa berat meninggalkan mu, dan nanti aku akan meminta pada mereka untuk mengijinkan kita bertemu dengan putri".


Indah hanya bisa diam karena tidak bisa mengiyakan ucapan Azam lalu Indah berkata "Mas bagai mana kalau putri berpikir jika aku sudah tidak menyayanginya".


Indah membenarkan perkataan Azam karena dia benar-benar mengalaminya, bermodalkan kebencian dia bisa bertahan di negri orang tanpa orangtua atau kerabat di sana, walau ini beda kasus tapi Indah berpikir sama dengan apa yang di ucapkan Azam


Dan kini Indah bingung harus apa, apakah dia harus menangis meluapkan rasa tidak rela di tinggal Putri atau dia harus berpura-pura ikhlas melepas putri dan akibatnya putri akan berpikir jika dirinya sudah tidak menyayangi putri lagi.


Sedangkan putri yang mengerti pembicaraan mereka hanya diam karena dia cukup tau jika sang mamah tidak mau berpisah dengannya terlepas mau seperti apa nanti Indah bersikap saat dirinya pergi.

__ADS_1


***


Suara bel rumah akhirnya berbunyi pertanda tamu yang tidak di harapkan datang akhirnya datang.


Indah yang mendengar suara bel dan suara mobil sudah masuk ke halaman rumahnya terus memeluk tubuh putri dan setelah mereka masuk rumah Indah tidak menghampiri mereka dan dia memilih menemani putri atau lebih tepatnya memeluk putri karena ini adalah saat-saat terakhir dia bersama putri.


Setelah merasa cukup memeluk putri Indah melepas pelukannya lalu menatap mata putri dan dia berkata tanpa mengeluarkan air matanya lagi entah sudah habis atau dia bisa menahan air matanya


"Sayang kamu harus berjanji sama mamah kamu harus hidup dengan baik di sana, makan teratur tidur teratur dan terus menjadi putri yang ceria ".


Putri tersenyum lalu mengangguk dan dia berkata "Mamah juga harus janji hidup dengan baik jangan seperti ini".


Indah tersentak mendengar ucapan putri lalu Indah berkata "Ya mamah janji" lalu dia memeluk putri lagi dan disitu indah menghapus air matanya yang tidak bisa dia tahan lagi

__ADS_1


__ADS_2