
Azam dan kedua orangtua Indah berbicara dengan kedua orangtua kandung putri lumayan lama, mereka berbicara membahas putri dan pembicaraan mereka berakhir dengan Azam yang meminta izin agar indah beserta keluarga bisa menjenguk putri nantinya
mereka mengijinkan Indah dan keluarga untuk menjenguk putri di rumah mereka, tapi hanya bertemu dan bermain di rumah tidak boleh mengajak putri bermain di luar rumah karena takut ada yang berniat jahat pada putri lagi dan setelah itu orangtua kandung putri memberikan sebuah cek yang di sana tertulis sejumlah uang yang nilainya sangat besar dan mereka mengatakan jika uang itu untuk mengganti uang yang pernah di keluarkan Indah selama mengurus putri.
Azam yang tau Indah pasti menolak uang tersebut langsung menolaknya tanpa berpikir panjang.
Orangtua kandung putri berpikir jika uang yang mereka berikan terlalu sedikit itulah kenapa Azam menolaknya lalu ayah kandung putri berkata "Apa nominalnya kurang besar jika ya katakan berapa banyak uang yang harus kami berikan?".
Azam tersenyum lalu berkata "Maaf tuan saya menolak uang itu bukan karena nilai uangnya tapi saya menolaknya karena jika kami mengambil uang itu lalu apa bedanya kami dengan seorang pengasuh anak".
__ADS_1
kedua orangtua kandung putri tersenyum setelah mendengarbucapan Azam dan kini mereka tidak berpikiran buruk terhadap orangtua angkat putri karena tadi mereka sempat berpikir jika orangtua angkat putri adalah orang yang ingin memeras mereka.
ayah kandung putri akhirnya berkata setelah melihat jam yang melingkar di tangannya "Baiklah kalau begitu kami menghargai keputusan kalian dan apa boleh kami bertemu dan langsung membawa putri karena pesawat yang akan membawa kami pulang satu jam lagi akan berangkat".
Azam pun pamit untuk mengambil putri yang bersama Indah
***
"Ya, sudah waktunya". jawab Azam sambil berjalan menghampiri Indah dan putri
__ADS_1
Indah yang mendengar jawaban ya dari Azam langsung menyuruh Putri berdiri lalu dia berkata sambil memegang kedua bahu putri
"Pergilah sayang! maaf mamah tidak bisa mengantar putri kedepan" lalu Indah mencium kedua pipi putri dan mencium kening putri sangat lama dan tanpa terasa air matanya menetes tak tertahan
"Sayang" ucep Azam pada Indah karena melihat Indah menangis dan indah langsung melepas ciumannya dan tersenyum melihat putri walau jejak air mata itu masih membasahi kedua pipinya
"Ayo sayang" ucap Azam pada putri dan dia membawa putri dengan menggendongnya lalu setelah dia berada di pembatas ruangan Azam menoleh menatap Indah memastikan apa Indah benar benar tidak Ingin mengantar putri dan Indah yang di tatap menggelengkan kepalanya karena dia tak sanggup melihat putri pergi
Azam dan putri menghampiri orangtua kandung putri dan sebelum putri dan kedua orang tua kandung putri pergi Azam meminta alamat rumah mereka.
__ADS_1
Ayah putri memberikan sebuah kertas pada Azam yang isinya alamat rumah mereka, Azam menerima kertas tersebut dan merekapun mengantar putri pergi kedua orangtua indah juga Azam menangis menatap kepergian putri sedangkan Indah yang berada di ruang keluarga tiba tiba tidak sadarkan diri saat mendengar suara mesin mobil yang menyala.
Azam juga kedua mertuanya masuk kedalam rumah setelah mobil yang di tumpangi putri sudah tidak terlihat lagi dan saat bu Endah yang berjalan terlebih dahulu sudah sampai di pembatas ruangan tiba tiba menyebut nama Indah sangat kencang dan itu membuat Azam dan sang ayah panik dan mereka langsung menghampiri bu Endah yang sedang mencoba membangunkan Indah.