Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
bertemu lagi


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul empat tiga puluh dan Azam sudah menggunakan baju kerjanya dengan rapih tentu saja dengan di bantu Indah


Indah menatap Azam dari atas kepala sampai kaki lalu dia berkata "Tadinya aku bertanya-tanya kenapa aku sangat menyukai mas yang tukang ngambek ini".


Azam mengangkat sebelah alisnya lalu dia berkata "Maksudnya?".


"kemarin aku sempat berpikir apa yang membuat aku suka sama mas karena sifat mas yang tukang ngambek dan ternyata ini alasan ku tetap bertahan menyukai mas".


"Apa?" tanya Azam yang penasaran dengan apa yang indah sukai darinya karena jika di lihat dari fisik orang yang bernama Arka menurutnya jauh lebih baik dari dirinya


"Tampan" ucap Indah tersenyum lebar


"Terima kasih, tapi kurasa bukan karena itu karena orang yang kemarin lebih baik dari ku kalau di lihat dari fisiknya".


"Apa benar begitu tapi kenapa di mataku mas adalah orang yang paling tampan".


"Wah wah sifat aslinya sudah keluar lagi, tapi mas suka di gombalin kamu, kamu tau tidak dulu mas sangat senang saat kamu menempel terus tapi karena tidak enak di lihat orang jadi mas selalu menyuruh mu menjauh".


"Wah wah ternyata, suami ku ini samgat pintar berdusta" ucap Indah karena dulu dia benar-benar percaya jika Azam tidak suka jika dirinya menempel terus pada Azam

__ADS_1


"Itukan dulu kalau sekarang sudah tidak, karena apa yang aku ucapkan itu yang aku rasakan". jujur Azam


"Iya percaya, ya sudah ayo kita keluar" ajak Indah karena Azam harus segera berangkat sebentar lagi


***


Azam sudah berada di kantornya dan saat dia akan memeriksa berkas yang akan dia bawa ke Cafe ternyata berkasnya tidak ada


Azam mencari berkas tersebut di ruangannya siapa tau terselip namun sudah dua kali memeriksa, berkas tersebut tidak ada


Azam berpikir apa mungkin tertinggal di rumah dan dia langsung menghubungi Indah lewat panggilan telponnya


"Halo indah"


"Tolong kamu cari di kamar apa ada berkas yang tertinggal di sana soalnya berkas yang akan aku bawa saat bertemu dengan utusan perusahaan xxxxx tidak ada".


"Iya sebentar aku cari dulu" ucap Indah sambil berjalan menuju kamarnya


Dan dari kejauhan Indah melihat berkas yang ada di atas lantai dekat meja tempat Azam biasa menyimpan berkasnya.

__ADS_1


"Halo mas ada" ucap Indah


"Syukurlah, kalau begitu tolong kamu suruh pak sopir untuk mengantarkannya kemari".


"mas apa boleh aku yang mengantarkannya sekalian aku mau kerumah sakit dekat Cafe tempat mas akan mengadakan pertemuan".


"Kalau kamu tidak keberatan tidak apa-apa, ya sudah aku tutup telponnya" ucap Azam dan sambungan telpon pun terputus.


Indah yang memang ingin pergi mengantar putri memeriksa gigi langsung berangkat setelah tadi mengambil putri dari bu Endah.


***


Mobil Indah sudah terparkir di halaman Cafe dan dia beserta putri bersiap untuk turun dengan membawa berkas yang di butuhkan Azam


dan baru saja Indah juga putri turun tiba-tiba Arka menghampiri dan menyapa mereka berdua


"Halo indah apa kabar" ucap Arka dan belum juga Indah menjawab Arka sudah berkata lagi "Wah wah jangan jangan kita berjodoh baru kemarin kita bertemu eh sekarang kita bertemu lagi" Ucapnya bercanda


"Kamu ini mas kalau ngomong bercanda terus, aku baik oh iya kenalin ini anak aku" ucap Indah lalu Arka berjongkok dan mengajak putri untuk berkenalan

__ADS_1


"Hai putri" ucap Arka dan Indah Berkata "Putri ini om arka temen mamah".


Putri sebenarnya sedikit takut karena Arka berewokan tapi karena Indah bilang jika Arka temannya jadi putri berusaha mengusir rasa takutnya dan dia menyambut uluran tangan Arka lalu menyebutkan namanya.


__ADS_2