Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Aku cuman masuk angin


__ADS_3

Indah yang tadi ragu untuk bertanya pada Azam akhirnya berkata "Mas apa boleh aku tau kenapa mas, mamah dan ayah terlihat bahagia hari ini?".


"oh jadi dari tadi kamu diam ingin bertanya itu?" tanya Azam dan Indah mengatakan ya


"Sebenarnya kami merasa bahagia karena sebuah perediksi yang ku pikirkan tentang mu" ucap Azam yang malah memberikan sebuah teka teki bagi Indah yang entah kenapa otak indah tidak bisa berfungsi dengan baik padahal jika dia mengingat kejadian saat dirinya bangun dan ucapn Azam yang mengatakan semua perubahan fisiknya pasti Indah tidak perlu bertanya kenapa semua orang bahagia


"Mas apa tidak bisa jika mas menjawab pertanyaan ku langsung pada intinya tidak perlu berbelit-belit". ucap Indah dengan rasa kesalnya


"tidak mau karena nanti saat di rumah sakit kamu juga pasti akan tau apa yang membuat kami bahagia" Jawab Azam masih dengan jawaban yang tidak di harapkan Indah keluar dari mulutnya


Indah yang tidak mendapat jawaban yang dia inginkan akhirnya diam dan memilih berpikir sendiri namun sampai mobil sampai di area rumah sakit Indah belum juga mendapatkan jawaban yang pasti


Azam yang sudah memarkirkan mobilnya langsung mengajak Indah untuk turun dari dalam Mobil dan tak lupa Azam pun memberikan sebuah masker untuk Indah


Indah yang di beri masker mengerutkan dahinya karena tidak tau kenapa Azam memberikan masker untuknya

__ADS_1


"Mas ini masker untuk apa? apa kita akan melakukan sebuah penyamaran?" tanya Indah dan Azam tersenyum lalu menjawab


"Sudah pakai saja untuk jaga-jaga takutnya kamu merasa mual saat mencium aroma rumah sakit".


Indah terdiam mencerna ucapan Azam dan kini dia tau kenapa Azam dan kedua orang tuanya terlihat bahagia


Indah yang merasa jika dirinya tidak sedang hamil berkata "Mas lebih baik kita tidak perlu kedalam karena aku yakin jika aku tidak sedang hamil aku muntah muntah karena masuk angin dan penciumanku selalu sensitif dengan bau sebelum angin-angin itu keluar"


Namun Azam yang yakin jika Indah sedang hamil langsung turun dan kini Azam membuka pintu mobil yang berada di sisi Indah


"Mas aku yakin aku tidak sedang hamil, dan jika pirasat mas itu salah kita akan malu".


"Kamu ini apa apa takut malu, sudah percaya saja pada suami mu ini karena suami mu ini sudah menyaksikan gejala kehamilan mbak Intan sudah tiga kali jadi tidak akan meleset".


Indah akhirnya menyerah dan mencoba percaya dengan prediksi Azam yang katanya sudah menyaksikan gejala kehamilan kakak iparnya itu

__ADS_1


lama Azam dan Indah menunggu giliran dan kini saatnya Indah masuk kedalam ruangan dokter kandungan karena namanya sudah di panggil


Dengan hati yang berdebar keduanya melangkah masuk kedalam ruangan dokter kandungan dan setelah sampai di dalam Indah langsung di suruh berbaring diatas belangkar


Indah pun berbaring lalu sang dokter melakukan apa yang biasa dia lakukan untuk memeriksa apakah seseorang itu sedang hamil atau tidak dan senyuman sang dokter merekah saat melihat calon anak Indah yang berada di layar monitor dan itu juga di lakukan Azam


Azam langsung tau jika itu calon anaknya karena sering melihat foto hasil pemeriksaan Intan yang sering di tunjukkan Indra padanya.


Indah yang melihat Azam tersrnyum sangat lebar langsung berkata "Mas kamu kenapa?".


"Indah lihat itu anak kita, kita sebentar lagi akan menjadi orang tua" ucap Azam yang sangat senang sampai rasanya dia ingin berjingkrak-jingkrak disana.


Indah yang tidak percaya dengan ucapan Azam langsung melihat sang dokter dan berkata " Dok apa benar yang di katakan suami saya yang so tau itu?".


Dokter tersenyum dan berkata "Iya benar".

__ADS_1


__ADS_2