Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Ingin terus bersama Azam


__ADS_3

Indah yang sudah bangun dari tidurnya langsung duduk sambil mengumpulkan semua kesadarannya dan setelah kesadarannya lengkap Indah pun melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Indah yang sudah selesai mandi dan memakai pakayanya kini duduk di balkon kamar, Indah merasa jika rencana mamahnya tidaklah tepat tapi karena ingin mencobanya Indah pun menurut dan rencananya Indah akan tinggal di sana selama satu bulan


Dan rencana sang ibu berhasil karena baru juga beberapa jam Indah sudah tidak bisa memikirkan putri karena pikirannya kini malah tertuju pada Azam yang sudah pergi, Indah yang baru di tinggal Azam kini merasa sangat merindukan Azam dan terus memikirkan Azam.


Intan yang ingin melihat keadaan Indah pergi kekamar Indah dan setelah lama menunggu di depan pintu yang tak kunjung terba Intan pun langsung masuk kedalam kamar karena kawatir dengan Indah


Intan yang melihat Indah sedang melamun di balkon langsung menghampiri Indah dan berkata "Indah ada apa?


"Eh mbak aku sampai kaget" ucap Indah sambil memegang dadanya karena kaget


Intan tersrnyum lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan Indah lalu dia berkata "kenapa melamun lagi bukannya mau mencoba untuk tidak melamunkan putri?".


"Aku tidak melamun, eh maksudku bukan melamunkan putri mbak".


"Terus kamu sedang melamunkan apa?" tanya Intann lagi

__ADS_1


"Aku melamunkan mas Azam mbak".


Intan tersenyum karena sekarang dia tau alasan Indah melamun dan dia langsung menggoda Indah "Em apa kamu tidak mau berjauhan dengan Azam?".


"Entahlah mbak rasanya aku tidak suka saja dia meninggalkan ku di sini, padahal aku sangat suka di sini karena aku bisa bermain dengan anak-anak mbak".


"Indah apa mungkin calon anak mu yang tidak suka kamu disini dan dia ingin terus bersama ayahnya?"


"Itu tidak mungkin mbak, aneh rasanya jika calon anak ku yang masih sangat kecil ini menginginkan hal semacam itu" ucap Indah sambil mengusap perutnya


"Itu mungkin terjadi Indah, karena aku pernah mengalaminya saat aku mengandung boy dan karena hal itu Azam selalu menggantikan pekerjaan mas Indra jika mas Indra harus keluar kota karena aku selalu melarangnya pergi dan kamu tau saat mas Indra memaksa untuk pergi aku jatuh sakit".


"Mbak apa mas Azam sering mbak suruh beli ini beli itu saat mbak ngidam".


"Ya tapi bukan sering lagi Indah karena setiap aku menginginkan sesuatu aku ingin yang membelikannya adalah Azam karena " ucap Intan terhenti agar indah penasaran


"Kok tidak di lanjut lagi ceritanya mbak?".

__ADS_1


"Sengaja agar kamu penasaran?"


"Mbak ih ayo lanjutkan"


"Baiklah, tapi janji jangan bilang pada Azam ya". ucap Intan lalu Indah mengangguk dan Intan pun melanjutkan ucapannya lagi


"Sebrnarnya aku sengaja menyuruh dia melakukan ini dan itu karena ingin dia lelah dan marah karena entah kenapa aku sangat suka saat dia marah marah sambil berkata, kak kenapa aku lagi yang di repotkan padahal aku tidak ikut andil dalam membuat anak kalian sedangkan kamu orang yang membuatnya malah kebagian yang senangnya saja cuman di larang pergi keluar kota tidak pernah di suruh beli ini beli itu"


"Dan kamu tau raut wajahnya itu sangat lucu saat marah, tapi walau dia marah dia tetap menuruti kemauanku karena takut di salahkan jika boy ileran".


"Wah mbak gak kebayang raut wajah mas Azam saat itu seperti apa?" ucap Indah sambil tersenyum


"Iya di sangat lucu saat itu kamu bayangkan saja dengan wajahnya yang tampan itu dia memajukan bibirnya dan berjalan dengan kaki yang di hentak-hentakan ah itu sangat lucu" ucap Intan dan tanpa dia sadari Indra sudah berada di sana dan Indra sampai saat Intan menyebut Azam tampan


"Hem siapa yang tampan?" tanya Indra dan itu membuat Indah dan Intan kaget


Intan langsung berdiri dan menghadap Indra lalu tersenyum samgat lebar karena Indra pasti akan ceramah panjang lebar nanti saat Indah sudah tidak ada di dekat mereka.

__ADS_1


Indah yang tidak mau ikut campur langsung pamit meninggalkan sepasang suami istri itu di kamar tempat biasa dia menginap di rumah Indra


__ADS_2