
"Sayang kamu siap?" tanya Azam saat dia sudah berda di posisi yang siap memasuki tibuh Indah
"Siap, lakukanlah" ucap Indah walau sedikit takut karena ini untuk pertama kalinya Indah melakukan hal tersebut secara sadar
Azam yang melihat wajah Indah seperti takut berkata "Sayang Ini tidak akan sakit karena ini bukan yang pertama bagi mu".
Indah hanya mengangguk dan tanpa menunggu lama azam mencoba memasukkannya tapi sulit.
"Indah kenapa sulit sekali apa karena kejadiannya sudah sangat lama" ucap Azam yang merasa heran
Sementara Indah sudah tidak bisa menjawab perkataan Azam karena sedang menahan rasa sakitnya, Azam mencobanya lagi dan lagi sampai berhasil tanpa melihat air mata Indah yang sudah membasahi pipinya karena dia melakukannya dengan mata terpejam dan tangan yang fokus memainkan dua bukit milik Indah
"Akhirnya" ucap Azam yang merasa lega karena bisa merasakan apa yang sering di katakan orang-orang dan Azam akui jika semua yang di katakan orang-orang benar tentang surga dunia
__ADS_1
Azam membuka matanya dan betapa kagetnya dia saat melihat Indah yang masih menangis "Sayang kamu kenapa?" tanya Azam dan Indah Berkata "Sakit mas".
"Kenapa bisa sakit, bukankah ini bukan yang pertama bagi mu?".
"Aku tidak tau" ucap Indah sambil menghapus sisa air matanya
"Maaf mungkin karena aku melakukannya terlalu bersemangat, tapi kenapa tidak bilang dari tadi" ucap Azam
"Aku tidak tega menghentikan mas apalagi aku tau mas benar-benar menginginkannya".
"Iya toh sekarang sudah selesai jadi apa bisa mas mengeluarkannya aku kurang nyaman" ucap Indah namun saat Azam mengeluarkannya Indah yang merasa sakit berteriak dan memukul tangan Azam
"Maaf aku pikir itu tidak akan menyakiti mu" ucap Azam merasa bersalah lalu dia memeluk Indah
__ADS_1
"Tidak apa-apa mas aku mengerti karena ini pertama kali untuk kamu dan aku juga tidak tau jika saat di keluarkan akan terasa sakit maklum saat itu aku sedang tidak sadar jadi aku tidak tau apa pun walau sebenarnya aku sedikit merasa heran karena dulu saat aku bangun aku tidak merasakan sakit yang seperti ini".
"Memangnya sakit sekali sampai merah mata mu karena menangis" Tanya Azam
"Iya sakit perih dan rasanya punya mas masih ada di sana".
"Sayang apa kamu akan kapok" ucap Azam yang merasa kawatir jika Indah akan kapok tapi Indah tersenyum lalu berbisik "Tidak akan walau sakit dan perih tapi rasanya enak seperti yang kamu bilang bikin terbang".
"Sayang aku sudah ketakutan, tapi Syukurlah jadi apa boleh kita ulang" canda Azam
Indah membolakan matanya dan memukul Azam sementara Azam tersenyum melihatnya lalu dia berkata "Aku bercanda aku juga tidak tega jika harus melihat mu menangis lagi, tapi untung tadi aku merem jika tidak, bisa tidak jadi aku merasakan nikmat dunia".
Indah tiba tiba ingat ucapan ajam saat tadi dia mentertawakan Azam yang seperti kepongpong lalu indah berkata "Mas kamu benar kalau tertawa berlebihan bisa membuat kita menangis, dan itu terbukti pada ku aku pikir itu hanya sebuah ucapan biasa ternyata memang terbukti".
__ADS_1
"Sudah jangan di pikirkan lebih baik kita segera tidur dan semoga besok pagi kamu sudah merasa lebih baik". ucap Azam
"Semoga" ucap Indah walau dalam hati kecilnya dia merasa jika rasa sakitnya tidak akan sembuh dalam waktu semalam.