Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Aku sudah ikhlas


__ADS_3

Azam membawa Indah yang tidak sadarkan diri kedalam kamar mereka, dan dengan hati-hati Azam membaringkan Indah diatas tempat tidur lalu setelah Indah berbaring Azam mengoleskan minyak angin di dekat hidung Indah dan tidak lama setelah itu Indah membuka matanya


untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya, Indah mengedipkan matanya beberapa kali sampai Azam berkata "Sayang kamu sudah sadar".


Indah mendudukan tubuhnya lalu berkata "Sadar?" Indah bertanya seperti itu karena dia bingung dengan ucapan Azam, dia hanya merasa jika dirinya baru bangun tidur dan Indah juga merasa jika dia baru saja bermimpi buruk


"Ya kamu tadi pingsan karena Putri sudah pergi". jelas Azam dan Indah pun terdiam karena yang dia pikir adalah mimpi ternyata sebuah kenyataan


Azam yang melihat Indah terdiam merasa sedikit khawatir dan itu di sadari Indah dan Indah pun berkata "Aku tidak apa-apa".


Azam menghela nafasnya lega lalu dia berkata "Aku pikir kamu akan stres dan menjadi" ucap Azam berhenti dan dia mengangkat telunjuknya den memiringkannya di atas dahi


Indah menyimpan kedua tangannya di pinggang lalu berkata "Jangan mas bilang jika mas berpikir aku akan gila"


Azam tersenyum lalu Indah mengambil bantal untuk memukuli Azam karena kesal "Bisa-bisanya mas bilang seperti itu"


Bantal tersebut mendarat di lengan Azam beberapa kali karena Indah mengincar wajahnya terus menerus


"Sayang sakit" ucap Azam

__ADS_1


Indah yang tau jika pukulan bantal tersebut tidak akan menimbulkan rasa sakit berkata "Jangan lebay walau seratus kali pun aku memukul mas dengan ini mas tidak akan merasakan sakit" lalu Indah melanjutkannya lagi


sebenarnya bisa saja ajam menghindar tapi karena dia ingin Indah menghilangkan rasa sakit dihatinya dengan cara memukulinya jadi Azam menerimanya dengan senang hati walau saat Indah akan menumpuk bagian wajahnya Azam menghalanginya dengan tangan.


Indah yang sudah puas dan merasa cape akhirnya berhenti dengan napas yang tidak beraturan.


"Apa rasanya sudah lega?" tanya Azam


"Hem lumayan mas, terimakasih" ucap Indah yang mengeti ucapan Azam lalu dia memeluk Azam dan berkata "Aku sudah ikhlas mas mungkin jodoh kami hanya sampai di sini, aku ihlas melepasnya pergi seperti orang-orang yang telah ditinggal meninggal oleh anak mereka, dan semoga Allah secepatnya memberikan anak pada kita agar aku tidak terlalu lama bersedih".


"Aamiin" jawab Azam


Kedua orangtua Indah yang sejak tadi melihat apa yang di lakukan Indah pada Azam akhirnya mengerti kenapa Azam membiarkan Indah terus memukulinya dengan bantal tanpa berniat menghindari semua yang di lakukan Indah.


"Hem" Bu Endah berdehem agar Indah melepaskan pelukannya pada Azam karena ingin mengajak mereka berdua makan siang bersama.


Indah melepaskan pelukannya dan langsung melihat kedua orang tuanya yang ada di dekat pintu kamarnya dengan senyum yang merekah Indah berkata "Mamah dan Ayah sejak kapan di situ".


"Sejak kamu memukuli Azam dengan bantal " jawab Bu Endah santai lalu dia berkata lagi " ayo turun kita makan siang kasian bibi sudah masak banyak tapi tidak ada yang memakannya".

__ADS_1


"mamah duluan saja nanti indah menyusul" ucap Indah karena dia ingin mencuci mukanya dulu


"Baiklah tapi jangan lama karena kami tidak akan makan sebelum kamu bergabung". Bu Endah berkata seperti itu karena takut jika Indah hanya mengiyakan saja tanpa berniat untuk ikut makan.


"Tenang mah aku pastikan Indah akan makan kali ini". ucap Azam yakin karena sekarang dia tau cara untuk membuat Indah mau makan.


"Baiklah mamah percayakan Indah padamu". ucap Bu Endah lalu dia pergi meninggalkan Azam dan Indah berdua di dalam kamar mereka


"Sayang kamu tidak berniat untuk tidak makan bukan?".


"Tidak memangnya kenapa mas bertanya seperti itu?" tanya Indah


"Oh mas kira kamu berencana untuk tidak makan lagi seperti kemarin" ucap Azam lalu Indah berkata lagi "Kalau aku tidak mau makan memangnya Mas mau apa ?".


"Yakin kamu ingin tau" ucap Azam sambil mengedipkan sebelah matanya dan Indah langsung melebarkan kedua matanya dan berkata "Mas sudah gila aku masih bersedih kehilangan putri".


"Hey putri tidak meninggal jadi sah sah saja bukan jika kita melakukan hal seperti itu" ucap Azam yang hanya bercanda


Indah yang takut Azam serius dengan ucapannya langsung turun dan melangkah kearah kamar mandi.

__ADS_1


Azam tersenyum karena rencananya berhasil terbukti dengan indah yang tergesa-gesa masuk kedalam kamar mandi.


__ADS_2