Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Dalam hati menjerit


__ADS_3

Azam langsung menelpon Indah setelah Karin keluar dari ruangannya.


"Halo indah".


"Ya ada apa?" tanya Indah yang merasa heran karena Azam menelponnya, padahal baru setengah jam yang lalu dia menelpon Azam memberi tahu jika putri sudah di perbolehkan pulang dan sudah berada di rumah Bu Endah.


"Indah aku lupa kalau nanti sore aku harus keluar kota".


"Iya aku tau terus kenapa?" ucap Indah


"Jadi kamu sudah tau terus kenapa tidak bilang dari semalam" kesal Azam


"aku tau karena aku aspri kamu Zam, eh mantan maksudnya, memang kenapa kalau aku tidak memberi tahu kamu".


"Indah kamu tahu bukan jika aku keluar kota selama satu minggu".


"Ya terus kenapa?". ucap Indah yang belum tau kenapa Azam berkata seperti itu

__ADS_1


"Ya tidak apa-apa sih" ucap Azam pada akhirnya karena dia lupa jika dia tidak seperti pasangan suami istri pada umumnya.


"Ya sudah kalau begitu aku tutup telponnya dan berhati-hatilah di sana dan ingat sekarang kau sudah punya anak dan istri jadi saat pulang kau harus membawakan ku oleh-oleh" ucap Indah


Azam yang sedang di kantornya memasang wajah cemberut lalu Azam berkata "Aku pikir kau akan menyuruh ku agar bisa menjaga diri dari wanita lain ternyata minta oleh-oleh".


"Aku tidak perlu takut jika kau akan melirik wanita lain Zam, karena jika kau bisa berpsling dari ku kau tidak akan mungkin menikah dengan ku". ucap Indah


"Kau bisa saja, ya sudah aku tutup telponnya" ucap Azam yang lupa tentang penyakit Indah dan setelah telpon terputus Azam baru ingat tapi dia tidak menghubungi Indah lagi karena tidak mungkin membahas penyakit Indah di telpon.


Azam kini sudah sampai di luar kota dan pikirannya terus di penuhi dengan pertanyaan kenapa Indah bisa tertular penyakit tersebut dan tanpa Azam sadari Kakaknya menepuk pundak Azam.


Azam hanya tersenyum lalu mengalihkan pertanyaan Indra dengan berkata "Kapan kakak pulang?".


"Barusan dan kakak langsung menemui kamu setelah di Beritahu mba mu kalau kamu sudah datang, jadi kamu lagi mikirin apa? jangan bilang kamu mikirin istri mu itu?".


"Apa terlihat jika aku sedang memikirkan dia".

__ADS_1


"Tentu saja terlihat karena tidak biasanya kamu melamun seperti ini jika bukan sedang memikirkan dia iyakan?".


"Iya kakak benar". ucap Azam lesu


"Sudah jangan tertus di lanunin nanti juga ketemu lagi, atau kamu suruh dia datang kemari".


"Tidak bisa kak soalnya putri baru keluar dari rumah sakit".


"Memang anak mu sakit apa sampai masuk rumah sakit?".


"Hanya panas tapi karena takut jika panasnya gejala demam berdarah jadi dia di bawa kerumah sakit, maklum dulu Indah pernah terserang demam berdarah jadi pasti mereka panik saat putri terserang panas yang tidak turun-turun apa lagi setelah di beri obat panasnya tidak kunjung turun".


"Kasihan sekali kamu pasti sedang hangat-hangatnya, tapi tenang Zam nanti pas ketemu pasti rasanya emmm lebih enak".


"Kakak ini aku pikir Kasihan pada putri ternyata kakak malah mengejek ku, tapi apa rasanya senikmat itu kak" tanya Azam yang semakin penasaran dengan rasa itu


"Iya nanti juga kalau kamu sudah pulang kamu akan tau rasanya senikmat apa". ucap Indara

__ADS_1


Azam hanya bisa tersenyum dan berkata "iya kak pasti rasanya sangat nikmat" walau dalam hati dia sedang menjerit aku ingin merasakannya.


__ADS_2