Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Doakan saja


__ADS_3

"Jadi kenapa mamah menangis" tanya Indah karena sang mamah dari tadi hanya diam entah memikirkan apa


"Indah jujur sama mamah apa kamu sedang sakit?".


Indah mengerutkan keningnya karena menurutnya pertanyaan sang mamah tidak masuk akal dia bertanya apakah dirinya sakit di saat dirinya terlihat sangat sehat dan bahagia


"Mah lihat aku apa aku terlihat sakit" ucap Indah yang malah bertanya bukannya menjawab pertanyaan Bu Endah dan bu Endah menggelengkan kepalanya karena dia juga merasa jika indah tidak mungkin sedang sakit terlihat dari wajahnya yang ceria.


"Nah terus kenapa mamah bertanya seperti itu?" selidik Indah dan Indah baru ingat jika tadi pagi dia menyuruh sang mamah untuk mengambil berkas dan mungkin mamahnya melihat surat kesehatannya


"Mah apa mamah melihat surat kesehatan indah?".


"Iya mamah melihatnya dan mamah juga sudah membaca surat yang kamu buat untuk mamah dan Ayah, sayang kenapa kamu tidak bilang jika kamu sedang sakit dan apa suami mu tau jika kamu mempunyai penyakit itu?".

__ADS_1


Indah menghela nafas karena bingung harus menjawab yang mana dulu sampai membuat mamahnya berkata lagi "Indah kenapa diam jawab mamah!".


"Begini ya mah, mungkin mamah hanya membaca satu surat dari ke empat surat yang Indah simpan di laci" ucap Indah dan sang mamah mengangguk membenarkan ucapan Indah


"Mah memang benar Indah dulu di ponis mengidap penyakit tersebut, tapi sekarang Indah sudah di nyatakan sembuh".


"Kamu tidak berbohong bukan" ucap Sang mamah karena masih belum percaya takut jika indah membohonginya lagi seperti dulu


"Nah sebenarnya kami pergi ke dokter untuk memeriksa kesehatan indah karena mas Azam bilang jika penyakit itu bisa sembuh dan benar indah sudah sembuh dan untuk lebih menyakinkan lagi jika Indah benar-benar sudah sembuh indah mengajak mas Azam pergi ke luar negri untuk memeriksa kesehatan indah lagi di sana dengan alasan bulan madu dan hasilnya sama".


Bu Endah merasa lega karena anaknya kini sudah sehat tapi tetap saja bu Endah sedih karena Indah tidak jujur pada mereka jika dulu dia di ponis memiliki penyakit itu


"Indah kenapa kamu tidak bilang dari dulu dan kenapa kamu berniat merahasiakan semuanya dari mamah jika saja mamah tidak melihat surat itu mungkin mamah tidak akan tau jika kamu sudah mengalami masa sulit dan lebih sulit dari saat kamu di tolak Azam dulu".

__ADS_1


Indah tadinya ingin menjelaskan alasannya untuk tidak memberi tahu orang tuanya tapi ucapan yang keluar terakhir dari mulut mamahnya lebih menarik untuk di bahas menurut Indah.


"Mah mamah tau jika dulu aku di tolak mas Azam tapi kenapa mamah menjodohkan aku dengannya?"


"Tentu saja tau kamu pikir kami tidak merasa aneh kenapa kamu tidak mau pulang setelah tinggal di sana, kami mencari tau alasan kamu tidak mau pulang dan kami menemukan pakta bahwa kamu mencintai Azam dan azam menolak mu di depan umum dan kata teman sekolah mu sejak saat itu kalian bermusuhan".


"Jika mamah tau aku bermusuhan dengan mas Azam lantas kenapa mamah menjodohkan ku dengan mas Azam apa mamah tidak tau betapa bencinya aku padanya".


"jangan kesal seperti itu seharusnya kamu bersyukur karena berkat ide kami kamu dan Azam bisa bersatu dan mungkin sebentar lagi di sini akan ada calon cucu mamah, untuk alasan mamah menjodohkan kamu dengan Azam karena kami pikir jika orang yang membuat mu memilih tinggal di luar negri mingkin saja bisa membuatmu tinggal di sini lagi" ucap Bu Endah dan itu membuat Indah tersenyum karena rencana orang tuanya berhasil lalu Indah berkata


"doakan saja semoga cucu mamah segera hadir" ucap Indah yang memang ingin segera mempunyai anak lagi "


"Aamiin, ya sudah ayo keluar papah juga pasti ingin mendengar kabar baik ini" ucap Bu Endah dan Indah pun mengiyakannya karena dia juga ingin segera membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2