
Azam langsung masuk kedalam apartemennya dengan tergesa dia langsung menuju kamarnya karena tidak melihat Indah di ruang tamu atau dapur yang memang kedua tempat tersebut akan terlihat saat siapapun baru masuk ke apartemennya.
Dengan jantung yang berdegup tidak karuan Azam menarik gagang pintu kamarnya dan setelah terbuka terlihat indah yang duduk di lantai sambil memeluk kedua kakinya dengan kepala yang menunduk dan di hadapan Indah berserakan semua surat-surat penting milik Indah juga dirinya.
"Sayang ada apa?". ucap Azam yang merasa kawatir
Indah tersenyum senis karena mendengar pertanyaan Azam yang entah mengapa membuatnya muak.
Azam mendekat namun langkahnya terhenti saat Indah berkata "Mas mana surat ku?".
"Surat apa ?" ucap Azam dan dia melanjutkan lagi langkahnya
__ADS_1
"Jangan berpura-pura tidak tau mas, aku yakin kamu yang membawa surat itu karena terakhir kali aku melihat surat itu saat mengambil surat-surat untuk putri dan aku tau mas juga pasti sudah membaca isi surat itu bukan dan pasti mas merasa jijik pada ku sekarang". ucap Indah masih dengan kepala yang menunduk
Azam terdiam memikirkan apa yang harus dia katakan pada Indah agar ucapannya nanti tidak melukai perasaan Indah.
"Maaf sebelumnya telah lancang membuka surat itu, tapi kamu harus tau jika aku tidak sedikit pun merasa jijik pada mu bahkan tadinya aku akan membejuk mu untuk memberikan hak ku walau ku tau jika kau mengidap penyakit itu".
Indah mengangkat wajahnya lalu tersenyum namun senyuman Indah membuat Azam berkata "Tapi karena aku tau kamu akan memilih pergi dari pada memberikan hak ku jadi aku memutuskan untuk tidak memaksa mu, percayalah aku tidak berbohong Indah".
Indah terdiam mencerna ucapan Azam lalu Azam berkata lagi "Jika aku merasa jijik tidak mungkin aku berbuat seperti semalam Indah, bahkan mungkin jika aku merasa jijik aku tidak akan kembali dari rumah kakak ku dan pasti aku akan meninggalkan mu tanpa kata cerai".
Azam memeluk Indah dan mengusap punggung Indah yang terlihat naik turun "Sudah jangan menangis terus".
__ADS_1
"Maaf aku tidak jujur karena aku sendiri jijik pada diri ku yang mempunyai penyakit itu, aku malu mengakui penyakit itu berada di tubuh ku sampai kedua orangtua ku pun tidak pernah ku beri tahu selain malu aku juga takut mengecewakan mereka karena aku memiliki penyakit seperti ini dan aku takut jika mereka berpikir jika aku mendapatkan penyakit itu karena pergaulan ku yang tidak baik ".
"Iya aku mengerti alasan mu merahasiakannya tapi yang membuat ku tidak mengerti dari mana kamu mendapatkan penyakit itu karena aku tau kamu bukan wanita nakal".
Indah tersenyum karena Azam masih percaya jika dia bukan wanita nakal "Terimakasih karena sudah berbaik sangka pada ku mas, jujur aku mendapatkan penyakit ini karena di jebak seseorang yang membenci ku, dia memberi ku minuman yang sudah di beri obat tidur dan dia membuat ku di tiduri laki-laki yang sudah mempunyai penyakit yang sama dengan ku, awalnya aku tidak mempermasalahkannya karena tidak tau jika dia mengidap penyakit itu tapi saat aku mendengar jika orang yang itu meninggal karena penyakit itu aku langsung memeriksakan kesehatan ku dan hasilnya positif aku tertular.
kamu tau zam aku mencoba bunuh diri setelah tau kenyataan pahit itu, namun usaha ku untuk bunuh diri selalu gagal, selama bertahun-tahun aku terpuruk aku hidup tanpa tujuan dan kamu tau semangat hidup ku kembali karena apa?".
"Aku tidak tau". Jawa Azam
"Semangat hidup ku kembali saat aku menemukan putri di dekat Gedung apartemen ku aku merasa kasihan padanya yang di buang orang tuanya dan akupun bertekad untuk membesarkannya sampai aku tutup usia dan kamu tau kenapa aku ingin bekerja setelah kita menikah?". tanya Indah lagi dan Azam berkata tidak tau.
__ADS_1
"aku ingin bekerja lagi karena aku harus mengumpulkan uang sangat banyak agar nanti jika suatu hari aku sudah meninggal putri tidak perlu menhawatirkan tentang uang sekolah dan kiliahnya dia hanya perlu mencari uang untuk biaya makan dan tempat tinggalnya saja, aku berpikir seperti itu karena dia hanya anak angkat ku aku takut setelah ku pergi dia tidak di sayangi kedua orang tuaku lagi".
Azam tidak menyangka jika Indah sampai berpikiran sejauh itu lalu Azam berkata "Sudah jangan menangis lagi, dan satu lagi kamu pasti berumur panjang aku akan mencari cara agar kamu bisa sembuh".