Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Demi anak


__ADS_3

Sore hari telah tiba kini waktunya Azam dan kedua mertuanya pamit untuk pulang dari kediaman Indra dan Intan


Intan yang tidak tau jika hanya Indah yang akan menginap pun berkata


"Zam aku pikir kau akan menginap disini?".


"Pengennya sih gitu, pengen bikin gempa lokal di sini tapi pekerjaan di kantor pasti sudah menumpuk" jawab Azam lesu karena mulai malam ini dia tidak akan tidur di temani Indah dan akan bertemu Indah lagi nanti pas libur kerja


"Benar juga tapi tak apa zam demi anak kalian". ucap Intan yang kini menyemangati Azam


Azam yang mendengar ucapan Intan langsung membuang rasa lesunya lalu berkata "Ya mbak benar demi anak, aku harus kuat".


Bu Endah dan suami menghampiri Azam dan Intan di teras rumah yang sedang mengobrol dan Bu Endah langsung berkata setelah dekat dengan Intan dan Azam

__ADS_1


"Zam ayo" ajak Bu Endah setelah dia melihat Indah dulu yang sedang tidur, karena lelah bermain dengan ketiga anak Intan dan Indra.


Azam melihat Bu Endah lalu berkata "Mah apa tidak apa-apa jika kita meninggalkan Indah saat dia tidur".


"Tidak apa-apa lagi pula dia sudah tau bukan jika dia akan menginap sendiri di sini dan kamu akan memginap di sini saat hari libur".


"Iya sih tapi kasian mah" jawab Azam yang merasa kasihan pada Indah yang harus di tinggal sendiri di rumah kakaknya dan karena ucapan Azam Indra yang baru datang bergabung setelah membersihkan diri berkata


"Hei kenapa kasian pada Indah, apa kami terlihat akan menyiksa Indah di sini?" ucap Indra sambil merangkul Intan dan Intan yang dirangkul berkata


Indra tertawa karena baru sadar jika Azam tidak ikut menginap sementara Azam yang di tertawakan memasang wajah tak sukanya pada Indra


Indara yang melihat raut wajah Azam langsung berkata "Sudah jangan memasang wajah seperti itu karena kamu masih lebih baik dari pada aku ini, kamu ingat saat mbak mu mengandung sasa?" tanya Indra agar Azam tidak merasa sedih lagi karena harus berjauhan dengan Indah

__ADS_1


Azam yang mendengar ucapan Inda di buat berpikir sejenak lalu tiba-tiba Azam tersenyum karena ingat apa yang menimpa kakaknya dulu lebih menyedihkan dari apa yang menimpanya sekarang.


Bu Endah dan suami yang melihat Azam tiba-tiba tersenyum langsung bertanya dengan di wakili Bu Endah"Zam kenapa kamu tiba-tiba tersenyum?".


"Azam tersenyum karena baru ingat jika dulu kak Indra samgat tersiksa saat mbak Intan mengandung sasa" jawab Azam dengan senyum yang terus terlihat di wajahnya


"Lo memang dulu saat nak Intan mengandung sasa bagai mana?" tanya Bu Endah sambil menatap Intan yang masih di rangkul Indra


"Dilu pas saya mengandung Sasa saya tidak suka jika mas Indra mendekati saya rasanya menjengkelkan tapi untungnya hanya sampai empat bulan karena saya melawan ketidak sukaan itu ".


"kok bisa? padahal setau mamah yang seperti itu biasanya terjadi selama sang anak masih di dalam rahim ibunya" ucap Bu Endah


"Iya biasanya tapi karena saya terus berkonsultasi dengan dokter jadi lambat laun rasa tidak suka itu saya lawan dan berhasil".

__ADS_1


Azam mendengarkan saja dan menyimpan semua ucapan Intan di memorinya yang mungkin bisa dia gunakan nanti saat Indah mengandung lagi dan mengalami masalah yang pernah di alami Intan dan Indra.


__ADS_2