Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Apa boleh aku tau


__ADS_3

Indah keluar dari ruangan dokter dengan rasa bingung dan Azam yang baru kembali entah dari mana langsung menghampiri Indah dan membantu Indah untuk duduk terlebih dahulu


Azam yang melihat raut wajah Indah yang bersedih langsung berkata "Sayang maaf aku tidak menemani mu saat mendengarkan penjelasan dokter tentang penyakit mu, karena tadi aku sakit perut dan terus bolak balik ke toilet".


Indah tidak merespon karena dia sedang memikirkan apa yang terjadi padanya dia tidak percaya jika dirinya bisa sembuh padahal dulu dokter itu mengatakan jika dia tidak akan pernah semebuh dan Indah juga menyesal karena sudah menyiksa Azam selama enam bulan ini, andai dia memeriksakan kesehatannya sebelum menikah mungkin dia tidak perlu menyiksa Azam.


"Maaf ucap Indah" Azam yang mendengar ucapan Indah mengerutkan dahinya lalu dia berkata "Maaf untuk apa?".


"Atas dosa ku yang telah menyiksa mu selama enam bulan ini".


"Menyiksa, menyiksa apa?" tanya Azam yang belum tau kemana arah perkataan Indah


Bukannya menjawab pertanyaan Azam indah justru menundukan kepalanya dan meminta maaf lagi.

__ADS_1


Azam terdiam tapi detik berikutnya dia berkata "Ya aku memafkan mu apapun dosa mu pada ku" "Terimakasih" ucap Indah lalu memeluk Azam, sebenarnya Azam masih bingung dengan ucapan Indah tapi dia berpikir apapun kesalahan Indah dia tetap akan memaafkannya.


"Sudah jangan bersedih, aku tidak akan bertanya lagi apa salah mu pada ku, jadi bagai mana hasil pemeriksaannya, apa penyakitnya masih ada". tanya Azam namun bukannya menjawab Indah justru menangis ya jika tadi indah hanya terlihat bersedih tidak menangis tapi karena Azam bertanya seperti itu Indah makin merasa bersalah dan sekarang dia menangis.


Azam panik tentu karena Indah tiba-tiba menangis dengan air mata yang lumayan banyak karena dadanya terasa basah.


"Hei sebenarnya kamu kenapa, apa belum sembuh, tidak apa-apa kalau belum sembuh aku juga sudah bisa menerima kekurangan mu jadi berhentilah menangis" ucap Azam sambil mengusap punggung Indah yang naik turun.


Indah yang sadar jika dirinya masih di rumah sakit menghentikan tangisannya lalu dia berkata "mas apa boleh aku pergi keluar Negri lagi aku ingin menemui seseorang".


"Boleh asal dengan ku dan jangan mengajak Putri bukan apa-apa aku hanya ingin merasakan bulan madu, ya minimal jalan-jalanya".


"Terimakasih mas, ayo kita pulang" ucap Indah lalu dia berdiri

__ADS_1


Di dalam mobil Indah terus melamun, Azam yang melihatnya meras kawatir tapi dia juga tidak berani bertanya karena takut Indah menangis lagi seperti tadi.


"Mas kapan kita akan kesana?" itu ucapan Indah setelah mobil yang mereka naiki hampir sampai di rumah orang tua Indah.


"Aku lihat dulu jadwal kerja ku, jika besok sampai tiga hari kedepan pekerjaan ku bisa di gantikan oleh karin mungkin besok juga kita bisa langsung berangkat, tapi jika tidak bisa maaf kita harus menunggu dulu".


"Iya tidak masalah mas, yang penting dalam kurun waktu satu bulan ini kita harus kesana aku ingin memastikan sesuatu yang membuat ku sangat bingung dan semoga saat bertemu dengannya aku bisa mendapatkan jawaban yang bisa membuat ku tenang".


"Oh" ucap Azam dan karena dia penasaran dengan tujuan Indah bertemu seseorang itu akhirnya Azam bertanya dengan sangat hati-hati


"Sayang apa boleh mas tau tujuan kamu menemui orang itu".


"Maaf mas untuk sekarang aku tidak bisa memberi tahu mu, tapi aku janji jika semuanya sudah jelas aku akan menceritakan semuanya pada mas".

__ADS_1


Azam tersenyum karena mengerti keadaan Indah lalu dia berkata "Iya mas ngerti, mas akan menunggu mu sampai kamu siap untuk bercerita".


"Terimakasih mas aku benar-benar mencintai mu dari dulu sampai sekarang, dan aku berharap mas yang dulu sahabat ku cinta pertama ku akan menjadi cinta terakhir ku" dan Azam pun mengaminkannya.


__ADS_2