
pagi sudah tiba dan benar pirasat Indah yang mengatakan jika rasa sakitnya tidak akan sembuh dalam waktu semalam karena saat Indah baru melangkah dia merasakan sakit lagi dan rasanya lebih sakit dari pada semalam
Indah yang sudah tidak tahan ingin buang air terpaksa melangkah walau dengan langkah yang seperti siput lambat karena dia tidak melangkahkan kakinya dengan lebar takut terasa sakit lagi.
Lumayan lama Indah berada di dalam kamar mandi dan saat akan membasuh inti tubuhnya untuk yang kedua kali Indah merasa ragu dan takut, alhasil dia terdiam sambil berjongkok melihat air dalam gayung.
Sementara Azam yang juga ingin buang air kecil berlari ke kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi yang masih tertutup
Setelah Azam mengetuk pintu Azam pun menunggu sampai beberapa menit tapi Indah tidak juga keluar dan Indah juga tidak menjawab ucapannya yang tadi meminta Indah agar segera keluar dari dalam kamar mandi.
Azam yang sedikit kesal mengetuk pintu tersebut dengan tenaga dalamnya dan membuat pintu tersebut terbuka dan memperlihatkan Indah yang sedang berjongkok.
Azam yang sudah tidak tahan langsung masuk dan berkata "Maaf sayang aku tidak tahan ingin buang air" dan setelah selesai Azam berkata lagi " Sayang kamu sedang apa kenapa dari tadi terus berjongkok apa kamu sengaja ingin menggoda ku?".
Indah yang sedang kesal berkata "Diamlah jangan berisik aku sedang menikmati rasa sakit yang kurasakan akibat ulah mu".
"Maksud mu apa, aku tidak mengerti" ucap Azam
__ADS_1
"maksud ku inti tubuh ku masih terasa sakit dan aku sekarang aku takut saat membersihkannya".
"Ya kalau perih ya jangan di bersihkan, biarkan saja" ucap Azam sambil mengambil air hangat yang ada di dalam kamar mandi
"Apa mas sudah gila" ucap Indah
"Aku bercanda ini bersihkan pakai air hangat semoga tidak terlalu perih".
"Terimakasih aku pikir Mas beneran menyuruh ku untuk tidak membersihkannya".
"Ya kali aku nyuruh kamu untuk jadi orang jorok, eh kalau di pikir pikir kamu seperti seorang perawan saja" ucap Azam dan ucapan Azam barusan membuatnya berpikir jika Indah benar-benar seorang perawan dan untuk memastikan jika dugaannya benar atau tidak Azam langsung pergi tanpa berkata apa-apa pada Indah.
"Jadi dia benar-benar masih perawan tapi dia bilang pernah tidur dengan orang lain" ucap Azam bingung dan tanpa dia sadari Indah sudah masuk kedalam kamar untuk mengambil baju gantinya.
"Mas sedang apa? kenapa liat kasurnya seperti itu?". ucap Indah dan Azam langsung menggulung seprey yang ada bercak darah itu lalu Azam berkata "Ini aku mau bereskan tempat tidur ".
"Oh, kalau gitu sekalian ganti sepreynya karena pasti sepreynya kotor".
__ADS_1
"Siap bu Azam, oh iya aku penasaran apa dulu setelah malam itu kamu merasakan apa yang sedang kamu rasakan sekarang".
"Oh jadi dari tadi ngelamunin itu, tidak mas mungkin karena rasa sakit ku kalah dengan rasa panik yang aku rasakan".
Satu bukti lagi telah muncul lalu Azam berkata lagi "Sayang kenapa kamu bisa yakin jika kamu sudah di tiduri orang itu".
indah pun menjawab sambil memilih baju yang akan dia pakai "aku yakin karena baju yang ku pakai saat itu sudah di ganti, ke dua ada banyak bekas kecupan di leher dan bagian dada ku dan yang ketiga ada beberapa Foto yang membuktikan jika dia sedang mencium ku di kamar itu" jelas Indah lalu Indah berkata lagi "Mas kenapa bertanya tentang hal itu ?".
Azam tidak menjawab tapi dia memperlihatkan bercak darah yang ada di seprey yang tadi dia gulung "itu seperti darah mas" ucap indah dan Azam mengangguk
"Tapi darah apa itu?" tanya Indah dan Azam yang senang mengetahui indah masih perawan langsung menghampiri Indah dan memeluknya lalu Azam berkata "Itu darah kesucian mu".
Indah tersenyum karena berpikir jika Azam hanya bercanda lalu dia berkata "Mas mas bercandanya tidak lucu aku sudah bukan perawan lagi sejak delapan tahun yang lalu, sudah awas aku mau pakai baju".
"Tidak perlu pakai baju karena kita akan mengulang yang semalam agar kamu terbiasa dan tidak merasakan sakit lagi".
"Pemikiran dari mana itu, sudah awas aku tidak mau" ucap Indah sambil mencoba mendorong Azam dan hasilnya sama seperti sebelum-sebelumnya Azam tidak bergeser sedikit pun dari posisinya, dan itu membuat indah kesal lalu dia berkata "Mas geser ke pas aku dorong biar kelihatan aku itu kuat".
__ADS_1
"Aku tidak mau bergeser Indah karena aku menginginkan kamu lagi, plis kalau sekarang kamu nolak pasti kamu berdosa, beda dengan kemarin-kemarin".
"Aku tidak perduli, awas aku banyak acara hari ini" ucap Indah sambil berlalu pergi karena Azam sedang lengah.