Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Seperti pencuri


__ADS_3

Lumayan lama mereka bermain di dalam kamar mandi dan itu membuat Putri yang menunggu Azam keluar kamar akhirnya menyusul kedalam kamar mereka


Putri yang tidak melihat mamah atau papahnya di dalam kamar menebak jika sang papah masih di kamar mandi karena tadi papahnya berkata akan mandi dan dugaannya terbukti saat terdengar suara air yang mengalir dan putri berencana untuk mengetuk pintu kamar mandi tersebut.


Sementara di dalam Azam baru saja membenamkan miliknya dan baru juga dia akan menghentakannya tiba tiba suara ketukan di pintu juga teriakan Pitri yang memanggilnya terdengar


"pah, pah, apa papa di dalam".


Azam dan Indah sangat kaget dan seketika mereka melihat pintu yang belum di kunci Azam langsung melepaskan penyatuannya dan mengunci pintu secara perlahan lalu berkata "Iya sayang papah masih di mandi".


Putri yang berada di luar pintu mengangguk lalu dia berkata lagi "Pah kalau mama kemana?".


"Papah tidak tau kamu cari saja di halaman belakang mungkin mamah di sana" ucap Azam berbohong dan putri pun meninggalkan kamar terdengar dari suara pintu yang di tutup


Azam dan Indah merasa lega dan tak lama mereka tertawa karena merasa lucu dengan keadaan mereka barusan yang seperti seorang pencuri yang hampir kepergok warga.


"untung putri tidak langsung membuka pintu itu jika dia langsung membuka pintu maka tamatan riwayat kita".

__ADS_1


"Yah untung saja dia mematuhi semua yang ku ajarkan jika tidak entah apa yang akan terjadi" ucap Indah juga mengatakan hal yang tudak beda jauh dengan yang di ucapkan Azam


"Ya sudah ayo selesaikan semuanya dengan cepat aku takut putri kembali karena tidak menemukan mu".


Indah mengangguk dan merekapun menyelesaikan permainan mereka dengan cepat tentunya dengan hati yang tidak tenang karena takut Putri datang lagi.


Dan setelah mereka selesai berpakayan Indah yang masih teringat kejadian yang baru saja terjadi terus menipiskan bibirnya.


sementara Azam langsung pergi setelah memakai pakayan dan merapihkan rambutnya dan baru juga Azam menutup pintu Putri sudah terlihat berada di tengah tengah tangga dan Azam lsngsung menghampirinya


"Hey sayang apa mamah sudah ketemu?" tanya Azam basa basi


"Itu putli pengen main lagi sama mamah".


"Oh papah kira ada apa, emm sayang bagai mana kalau papah yang nemenin kamu main dulu sambil nunggu mamah datang".


Pitri terdiam karena menimang-nimang Apa yang di katakan Azam lalu setelah itu putri mengangguk dan Azam berkata "Pilihan yang bagus, ayo" ucap Azam dan dia lsngsung menggendong Putri menuju tempat biasa dia bermain.

__ADS_1


"Oh iya sayang bagai mana tadi saat kamu memeriksa gigi, apa kamu takut?". tanya Azam


"Tidak" jawab Putri


"Ko kamu bisa tidak takut padahal dulu papa sangat takut saat mau di periksa gigi" ucap Azam memberitahu pengalamannya dulu


"Tidak pah soalnya gigi putli semuanya sehat, kenapa papa dulu takut apa gigi papah pada lusak ya?" tanya Putri


"Enak saja dulu gigi papah sehat-sehat hanya saja paman Indara sering nakut nakutin papa jadi papah takut kalau di periksa gigi" jelas Azam sambil berjalan dengan putri yang masih berada di dalam gendongannya.


"Pantas saja boy juga nakal ternyata papahnya juga nakal putli sekalang tidak suka lagi sama ka boy" ucap Putri yang sebal saat mengingat boy yang kemarin terus menjahilinya.


Azam tersenyum mendengar ucapan putri lalu di berkata "Putri tau tidak kenapa ka boy terus menjahili pitri?".


"Tidak" ucap Putri sambil menggelengkan kepalanya


"Ka boy kaya gitu karena dia suka sama putri dia ingin mencari perhatian putri" Azam berucap seperti itu karena dulu dia melakukan hal yang sama pada Indah.

__ADS_1


"kalau ka boy suka sama putli tidak mungkin ka boy jahilin putri terus, papa, mama, nenek dan kakek juga suka putli kan tapi kalian tidak pelnah jahilin putri ".


Azam tersenyum karena mendengar ucapan putri lalu dia berkata "ya sudah terserah putri saja".


__ADS_2