
"Terimakasih" ucap Indah lalu dia berkata lagi "Mas mau makan dulu atau mau mandi dulu karena pasti badan mas terasa lengket walau semalam suster sudah membersihkan tubuh mas"
"Aku tidak mau mandi Indah".
"Lo kenapa?" tanya Indah heran
"Karena udaranya sangat dingin dan itu membuat ku malas mandi".
"Oh iya aku lupa jika kamu belum tau kita di manakan?"
"Memang kita di mana?" tanya Azam bingung
"Kita di negara tempat ku tinggal selama sepuluh tahun dan kita kemari untuk berbulan madu tapi gagal karena kamu masuk rumah sakit" ucap Indah tersenyum di awal lalu bersedih diakhiri ucapannya
"Bulan madu maksud mu kita sudah menikah?" tanya Azam memastikan apa yang ada di dalam benaknya benar.
"Iya mas kita sudah menikah dan usia pernikahan kita baru enam bulan" ucap Indah dan Azam terdiam Indah yang melihat Azam terdiam berkata "Jangan di pikirkan terlalu dalam cukup kamu tau sekarang kita sudah menikah dan aku adalah istri mu".
__ADS_1
Azam pun mengangguk karena dia juga tidak mau merasakan sakit kepala yang seperti tadi.
Azam yang penasaran akan sesuatu bertanya "Indah jika kita sudah menikah selama itu berarti kita sudah melakukan itukan?".
Indah tersenyum karena yang di otak Azam saat bersamanya selalu saja tentang hal tersebut.
"Mas mas pikiran mu itu tetep kenasana terus padahal kamu sedang sakit". ucap Indah yang tidak habis pikir dengan apa. yang di tanyakan Azam, lalu Indah berkata lagi saat terlintas sebuah pemikiran tentang masa lalunya "Tunggu jangan bilang selama kita masih sekolah kamu sering membayangkan jika kita melakukan itu?".
Azam tersenyum karena malu, malu banget ketahuan sering memimpikan Indah "Tidak Indah aku tidak berani menghayalkan mu seperti itu tapi maaf karena setiap aku mimpi basah aku selalu bermimpi melakukan hal itu dengan mu".
Indah menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Azam barusan "Oh jadi kamu beneran sering berhayal tentang kita yang melakukan itu". ucap Indah karena Indah berpikir jika tidak mungkin seseorang bermimpi dengan lawan jenisnya jika sebelum dia tidur tidak menghanyalkan hal tersebur terlebih dahulu.
Indah yang mendengarkan ucapan Azam terdiam karena ingat tentang Azam yang begitu menginginkannya saat baru menikah dan dia merengek seperti soarang anak kecil yang tidak di kabulkan keinginannya.
Idah yang merasa bersalah karena dulu menyiksa Azam tiba-tiba menangis dan Azam yang yang melihat Indah menangis berkata "Indah kamu kenapa menangis?"
"Hem eh aku tidak apa-apa mas, eh iya ayo ku bantu ke kamar mandi untuk cuci muka atau mungkin mas ingin buang air".
__ADS_1
Azan pun mengangguk karena dia memang sudah ingin buang air lalu dia turun dengan di bantu Indah
walau bagian tubuh Azam yang lain baik-baik saja tapi Indah yang takut Azam terjatuh karena sakit kepalanya terus membantu Azam berjalan.
Azam tersenyum senang karena tidak menyangka jika dia sekarang menjadi suami Indah apalagi sekarang Indah menggandeng tangannya tanpa dia harus menyingkirkan tangan Indah karena malu
"Mas mau ku bantu?" tanya Indah setelah mereka sampai di depan toilet rumah sakit
"Kamu ini memangnya kamu mau membantuku apa?".
"Ya siapa tau kamu membutuhkan bantuan ku untuk membuka celana atau apapun hal yang tidak bisa kamu lakukan".
Azam tersenyum malu karena ucapan Indah yang mengatakan akan membantunya membuka celana yang artinya Indah sudah sering melihat barangnya.
"Mas kenapa senyum terus?" tanya Indah heran karena Azam terus tersenyum dari tadi.
"Aku bahagia" ucap Azam dan dia langsung masuk kedalam toilet.
__ADS_1
"Syukurlah jika kamu merasa bahagia mas aku lega" ucap Indah dalam hati sambil menunggu Azam keluar dari dalam toilet.