Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Aku ini Kakak mu


__ADS_3

Indah dan Azam turun dari lantai dua dan langsung menuju kearah dapur dimana sangmama dan ayahnya sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


Bu Endah yang melihat Indah datang kini tersenyum lebar karena Indah menepati janjinya untuk makan tidak seperti kemarin.


mereka kini sudah duduk bersama dengan makanan yang sudah berada di atas piring masing-masing, setelah yang lain memakan makanannya Indah malah terdiam karena teringat Putri


"Apa dia sudah makan?" tanyanya dalam hati dan diamnya Indah di sadari semua orang tapi mereka membiarkannya karena pasti Indah butuh waktu untuk benar-benar terlepas dari bayang-bayang putri.


Setelah lama terdiam Indah pun mulai menyendok makanannya namun setelah Indah menelan makanannya tiba-tiba perutnya terasa sakit.


"Aw" ucap Indah sambil memegang perutnya yang terasa perih


Azam yang mendengar suara Indah langsung berkata "Sayang ada apa?".


"Ini perutku sakit, mungkin penyakit lambung ku kambuh" jawab Indah dan Bu Endah yang mendengar ucapan Indah langsung memanggil bibi untuk membawa obat sakit lambung yang ada dirumah mereka.


Bu Endah yang hawatir berkata "Kamu sih kenapa kemarin sosoan tidak mau makan nah sekarang jadinya begini".

__ADS_1


Indah hanya tersenyum mendapat ocehan sang mama lalu Bu Endah berkata lagi "kamu kalau sudah kaya gini lama sembuhnya Indah".


"Mah apa Indah pernah terkena tipes?" Tebak Azam karena biasanya gejala yang di alami Indah itu seperti seseorang yang pernah mengalami sakit tipes.


"Ya pernah beberapa kali dan yang paling parah itu saat dia masih kuliah, dan saat itu Indah bilang jika dia sakit karena pola makannya yang tidak teratur namun kemarin mamah baru tau jika dulu sakitnya Indah karena stres mikirin ponis dokter dan membuatnya tidak makan dengan benar".


"Indah tidak bohong mah indah memang tidak menjaga polamakan dengan baik".


"ya tapi kamu tidak bilang kalau kamu tidak menjaha pola malan itu karena apa?" ucap Bu Endah dan Azam hanya diam mendengarkan ibu dan anak yang sedang berdebat


Sementara Azam mengangkat telepon dari indra yang menanyakan kabar Azam karena dia baru tau jika Azam tidak masuk kerja


"Halo Zam apa kamu baik-baik saja aku baru tau jika kamu tidak masuk kerja dari asiten mu".


"Aku baik-baik saja kak, aku tidak bekerja karena putri akan dinjemput orangtua kandungnya".


"Tunggu maksudmu putri masih memiliki orangtua kandung?" tanya Indra

__ADS_1


"Ya dan kemarin pagi mereka mendatangi rumah kami dan tadi sebelum jam makan siang dia sudah di bawa pergi".


Indra yang kesal karena Azam tidak memberitahu kepergian putri pun berkata dengan suara yang tinggi "Kenapa kamu baru bilang dan jika aku tidak menelpon entah kapan kamu akan memberitahukan hal ini pada ku, aku ini kakak mu aku berhak tau apa yang terjadi dengan keluarga kalian".


Azam yang merasa bersalah meminta maaf dan dia berkata jika dia lupa memberi tahu Indra karena sibuk memikirkan Indah yang bersedih sampai tidak mau makan karena tidak berselera dan tidak mau tidur karena ingin terus melihat putri.


Indra yang mendengar penjelasan Azam kini menurunkan volume suaranya dan berkata "Terus bagai mana keadaan Indah sekarang?".


"Indah sekarang sudah lebih baik tapi tadi sempat pingsan saat putri pergi" jelas Azam lalu Indra berkata lagi "Apa mereka memperbolehkan kalian melihat putri ?".


Azam menjawab jika orangtua kandung putri memperbolehkan mereka melihat putri lagi dan mereka memberikan sebuah alamat padanya dan saat Indra meminta alamat tersebut untuk melihat keadaan putri di sana tiba-tiba Azam kehilangan kertas yang berisikan alamat orangtua kandung putri.


Azam panik dan langsung menyimpan ponselnya tanpa mematikan sambungan telponya terlebih dulu.


Azam yang panik terus mencari kertas tersebut sementara Indah yang duduk di sofa yang berada di ruang keluarga sedang menatap kertas yang berisikan alamat rumah orangtua kandung putri


Indah tau jika alamat rumah tersebut berada di kawasan elit dan Indah yang tidak ingin menjenguk putri langsung menyembunyikan kertas tersebut saat Azam bertanya pada orang yang ada di rumah apa mereka melihat kertas yang bertuliskan alamat rumah tersebut

__ADS_1


__ADS_2