
"Siap" ucap Indah pada Azam saat mereka berada di depan ruang rapat dan Azam yang di tanya mengangguk
Azam masuk lebih dulu dan entah mengapa rasa takut yang tadi dia rasakan hilang saat melihat orang-orang yang berada di depannya.
Berbeda dengan Indah yang tadinya dia sangat tenang kini merasa tegang takut jika Azam membuat kesalahan.
Rapat di mulai dan semua berjalan sesuai rencana Azam memainkan perannya dengan sempurna seolah dia tidak sedang dalam keadaan lupa ingatan.
Indah tersenyum dan berkata dalam hati "Aku sangat bangga padamu mas".
Rapat selesai, Indah dan Azam berjalan menuju ruangan Azam dengan senyum kebahagian namun sayang kebahagian itu tidak berselang lama karena setelah mereka sampai di ruangan Azam, Indah dan Azam melihat tiga tumpukan berkas di meja Azam.
"Oh ya ampun kenapa berkasnya sebanyak ini?" ucap Indah yang tadi hanya berpikir mungkin hanya ada setumpuk tapi ini tiga kali lipat.
Indah menatap tumpukan berkas tersebut dan rasanya dia ingin menangis "Aku menyesal menyetujui permintaan kakak ipar mu".
"Maafkan aku jika saja aku tidak kehilangan ingatan mungkin aku tidak akan merepotkan mu" ucap Azam yang merasa bersalah pada Indah.
__ADS_1
walau dalam keadaan sedih indah tetap melakukan pekerjaannya dengan memeriksa satu persatu berkas tersebut dan Azam tinggal menandatangani berkas yang sudah di periksa oleh indah
Azam yang merasa kasihan melihat Indah terus melakukan pekerjaannya sendirian berkata "Indah apa boleh aku membantu?".
"Cobalah" ucap Indah dan Azam pun mencoba membantu pekerjaan yang sedang di kerjakan Indah dan ternyata Azam mengerjakan pekerjaan tersebut lebih cepat dari Indah.
Indah yang melihatnya berkata "Mas apa kamu bisa ?".
"Bisa seperti yang kamu ajarkan semalam bukan?". ucap Azam dan Indah mengangguk walau dalam hati dia merasa takut jika Azam membuat kesalahan tapi dia mencoba untuk percaya pada Azam karena indqh tau kecerdasan Azam jauh di atasnya.
Dua tumpukan berkas akhirnya selesai hari itu dan yang satu tumpukan lagi akan mereka kerjakan esok hari
"Ayo pulang mas oh iya kita pulang ke apartemen saja karena aku tidak sanggup menyetir terlalu jauh".
"Baiklah tapi bagai mana dengan kedua orangtua mu apa tidak apa-apa jika kita tidak pulang?".
"Tidak apa-apa mereka pasti mengerti mas, dan nanti aku akan menghubungi meraka".
__ADS_1
"Baiklah" ucap Azam dan mereka pun pulang lalu di ikuti Karin yang juga ikut pulang setelah melihat atasannya pulang.
Karin mengirim sebuah pesan pada Indah karena dia tidak berani berbicara langsung dengan Indah di hadapan Azam yang raut wajahnya saat ini kurang bersahabat.
"Indah kenapa kamu terus berada di ruangan suami mu apa kalian melakukankan sesuatu yang enak di sana?" tulis karin.
Indah yang kebetulan sedang memegang ponselnya langsung membuka pesan dari Karin walau merasa aneh karena karin ada di belakangnya.
Indah langsung membalikan tubuhnya setelah membaca pesan dari karin lalu dia berkata "Ya ampun, bagai mana kau bisa berpikiran sektor itu Karin".
Karin memegang dadanya karena kaget tiba-tiba Indah menyemprotnya.
Dan Azam yang mendengar Indah berbicara ikut melihat siapa yang di tegur Indah dan dia berkata "Ada apa?".
"ini aku kesal dengan apa yang di pikirkan Karin" ucap Indah menjawab pertanyaan Azam lalu Indah berkata lagi
"Kamu tau tidak jangankan berbuat hal yang tidak pantas bernafaspun aku sangat sulit karena melihat berkas yang menumpuk di meja".
__ADS_1
Karin tersrnyum karena sudah berpikir yang tidak-tidak tentang Indah dan akhirnya karin tau alasan indah tidak keluar dari ruangan Azam karena apa.