Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
penjelasan Azam


__ADS_3

Azam melepaskan kungkungannya dan pergi kesisi lain tempat tidur mereka dan Azam langsung merebahkan tubuhnya lalu mencoba memejamkan mata.


Sementara Indah masih terlentang dengan kaki yang masih menyentuh lantai dia masih memikirkan ucapan Azam lalu Indah berkata


"Zam, kenapa kamu tidak mau memaksa ku?".


"Karena aku mencintai mu, aku tidak mau menyakiti perasaan mu lagi seperti dulu".


"Sejak kapan kamu mencintai aku, jangan bilang sejak kita masih sekolah?".


"Kamu benar aku mencintai mu sejak kita masih sekolah dulu bahkan mungkin sebelum kamu aku dulu yang suka sama kamu".


"Jadi bisa jelaskan alasan kamu dulu mempermalukan aku?".


"Maaf untuk waktu itu, aku terlalu pengecut aku menolak mu karena aku hanya seorang pembantu saat itu".


Indah sekarang sudah duduk dan menatap Azam yang masih berbaring lalu dia berkata "Maksud kamu apa aku tidak mengerti ".


"Aku tadinya hanya seorang pembantu namun setelah tuan Besar meninggal aku di Beritahu kalau aku adalah adik dari tuan muda, mereka bilang aku anak dari istri kedua ayah tuan muda, dan istri kedua ayah tuan muda adalah perawat yang merawat ibunya tuan muda, dan setelah kedua orang tua tuan muda meninggal ibu ingin pergi dari rumah itu tapi tuan besar melarangnya dan entah apa alasannya ibu ku memilih menjadi seorang pembantu dan kamu tau dulu aku sering bertanya-tanya kenapa tuan besar memperlakukan ku seperti cucunya, eh ternyata aku memang cucunya".

__ADS_1


"Oh jadi itu alasannya" ucap Indah sambil meletakkan kepalanya di dada bidang Azam dan itu membuat Azam kaget dan berkata "Kamu sedang apa, kenapa kamu seperti ini".


"Diam lah aku ingin tidur di sini karena kata orang-orang tidur seperti ini sangat nyaman dan benar ini sangat nyaman".


"Hei kamu sudah tidak marah lagi".


"Tidak setelah kau menjelaskan alasan mu menolak ku dulu".


"Jika seperti itu apa aku boleh merasakan indahnya malam pertama?" tanya Azam namun sayang Indah sudah tertidur.


Azam manghembuskan nafasnya karena kecewa Indah telah tertidur "Coba kamu belum tertidur pasti malam ini sangat berkesan untuk ku".


"Tapi tidak apa-apa masih banyak waktu, selamat malam" ucap Azam


pagi sudah datang dan pagi itu Indah bersikap seperti hari-hari sebelumnya dan Itu membuat Azam bertanya-tanya


"Indah kenapa sikap mu masih sama seperti kemarin?"


"Terus aku harus bersikap seperti apa?".

__ADS_1


"Ya pas bangun kamu Cium aku atau kamu tersenyum tidak seperti ini dingin".


"Zam aku sekarang seperti ini, tidak seperti dulu, apa kamu tidak suka dengan aku yang sekarang?" tanya Indah


"tentu saja aku masih suka sama kamu walau sikap mu sekarang sudah berbeda asal itu kamu aku suka". ucap Azam dan dia memeluk Indah dari belakang dan Indah tidak bicara, juga tidak membentak karena Indah sedang menikmati perasaan yang sedang dia rasakan saat ini.


"Boleh aku jujur" ucap Azam


"Tentu". jawab Indah


"Tubuh mu semalam sangat Indah sama seperti nama mu Indah".


Indah yang mendapat pujian dari Azam tersenyum dan itu membuat pipinya bersemu merah


"Tumben tidak protes kenapa?"


"sudah ayo kita keluar pasti mereka sudah menunggu" ucap Indah


"Tidak protes tapi mengalihkan pembicaraan dasar awas saja saat kamu lengah aku akan menerkam mu".

__ADS_1


"Terkam saja kalau berani!". ucap Indah lalu Azam berkata "Kamu menantang ku". ucap Azam namun Indah sudah keluar dari kamar tersebut


__ADS_2