
Indah dan Azam sudah berada di halaman rumah kedua orangtua Indah dan sebelum tadi berangkat Indah memberi pesan pada kakak iparnya untuk datang kerumah orangtuanya mengambil oleh-oleh yang dia pesan padahal sebenarnya Indah ingin memberi tahu kakak Azam tentang kondisi Azam
Indah langsung menyuruh Azam masuk terlebih dahulu kedalam rumah tanpa memberi tahu Azam tentang putri sang anak angkat
Seperti yang di perintahkan Indah Azam masuk kedalam rumah dan baru juga dia membuka pintu dia sudah di kagetkan dengan suara anak perempuan yang memanggilnya papah awalnya Azam bingung tapi detik berikutnya dia ingat jika dirinya amnesia dan Azam pun bersikap seolah dia ingat tentang gadis kecil tersebut agar sang gadis tidak ikut bingung seperti dirinya.
Indah yang melihat interaksi Azam tersenyum karena Azam bisa bersikap seolah dia mengingat Putri dan untuk memberi tahu Azam siapa nama anak perempuan itu Indah berkata "Purtri jangan cuman papah yang di peluk mamah juga".
"Iya mah bentar" ucap Putri karena belum mencium pipi sang papah dan setelah mencium Azam barulah Putri menghampiri mamahnya
Putri memeluk Indah sambil berkata "Mamah putri kangen sama mamah, putri tidak nakal saat mamah pergi" lalu Indah berkata sambil mengelus punggung putri " Iya mamah tahu mamah juga kangen sama putri dan mamah juga yakin putri akan bersikap baik tidak membuat nenek pusing, Oh ia mana nenek?" tanya Indah sambil melepaskan pelukannya
"Di belakang sedang masak". jawab putri
" ya sudah sekarang kamu main sama papa lagi mamah mau kedapur bantu nenek" ucap Indah dan tak lupa sebelum Indah pergi Indah memberi tahu Azan jika Putri anak angkatnya agar Azam tidak memaksa otaknya untuk mengingat Putri, indah juga memberi tahu Azam jika Indra sekarang sudah mempunyai tiga anak, satu laki-laki dan dua anak perempuan
__ADS_1
Indah menghampiri mamahnya mencium tangan berpelukan dan saling bertanya kabar.
"Indah mana suami kamu" tanya sang mamah dan Indah menjawab "di depan dengan putri, oh iya Mah Azam amnesia". ucap Indah tapi sang mamah hanya diam entah kaget atau tidak percaya karena tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Indah memberitahunya jika Azam amnesia.
"Mah jangan marah aku tidak memberi tahu mamah lebih awal karena takut kalian kawatir". ucap Indah yang berpikir jika sang mamah marah
dan bu Endah yang sudah yakin jika Indah tidak mungkin berbohong langsung mematikan kompornya dan pergi melihat menantunya itu.
Bu Endah menatap Azam dari kejauhan sanbil berjalan menghampirinya lalu dia langsung bertanya "Nak apa benar kamu mengalami amnesia?"
Azam kaget karena bu Endah tiba-tiba datang dan langsung bertanya, tapi detik berikutnya Azam tersenyum setelah melihat bu Endah dan dia masih tidak menyangka jika Bu Endah yang sejak dulu dia panggil mamah kini benar-benar menjadi mamah mertuanya.
Indah yang baru bergabung ikut berkata untuk memperjelas ingatan mana yang tidak bisa di ingat Azam "Sepuluh tahun terakhir yang tidak mas Azam ingat".
Bu Endah manatap Indah penuh tanya dan Indah yang tau sang mamah menginginkan sebuah penjelasan berkata
__ADS_1
"sabar mah aku akan menjelaskan semuanya saat ka Indra dan istrinya sudah sampai"
Bu Endah mengangguk tanda setuju agar indah tidak perlu mengulangi ceritanya lagi.
***
Satu jam menunggu Akhirnya keluarga Indra sampai dan mereka membawa ketiga anak mereka seperti permintaan Indah agar Azam bisa melihat ketiga anak kakaknya Itu
Boy yang sudah merindukan Azam masuk terlebih dulu sambil berteriak memanggil nama Azam dan itu membuat Azam melihat ke arah pintu dan dia benar benar tidak percaya saat melihat seorang anak laki-laki yang begitu mirip dengannya.
Azam menghampiri Boy untuk melihat lebih dekat wajah boy dan saat Azam terus menatap Boy Indra datang menghampiri
Azam yang tau Indra sudah di dekatnya berkata "Tuan apa benar ini anak tuan kenapa dia sangat mirip dengan ku". Dan ucapan Azam membuat Indra bingung
"Hey kenapa kau mengulangi perkataan mu saat pertama kali melihat Boy".
__ADS_1
"Ya karena aku tidak ingat jika wajah anak mu sangat tampan seperti aku" ucap Azam sambil memuji dirinya sendiri
"Tidak ingat?, apa kau amnesia sampai tidak mengingat wajah anak ku?" Tanya Indra yang asal bicara