Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Enak saja


__ADS_3

Indah menyuapi Putri sambil terus berpikir cara apa yang pantas untuk membalas perbuatan Azam yang mendiamkannya tanpa alasan.


Walau ini bukan pertamakali Azam mendiamkan Indah tapi ini pertama kalinya Azam mendiamkannya tanpa sebab jadi Indah ingin membalasnya.


"Kita lihat apa nanti saat di rumah mamah kamu masih bertahan untuk mendiamkan aku atau tidak" ucap Indah masih dengan tangan yang akan menyuapi putri.


Sementara Azam yang memesan bakso pedas sedang menikmati rasa pedasnya karena keringat mulai mengalir dari kening dan dari bagian samping wajahnya.


Indah yang melihat Azam kepedesan membiarkan Azam begitu saja karena ingin tau apakah Azam akan membuka mulutnya untuk meminta pertolongannya atau tidak karena air punya Azam sudah kosong.


Sementara Indra dan Intan juga membiarkan Azam karena mereka juga ingin Azam membuka suaranya dan meminta bantuan pada Indah.


Indah tadinya benar-benar membiarkannya tapi lama kelamaan tak tega juga dan pada akhirnya dia memberikan segelas air yang masih utuh miliknya pada Azam.

__ADS_1


"Ini mas minum, lain kali kalau tidak kuat makan makanan yang pedas jangan sosoan" ucap Indah sambil memotong bakso untuk putri


dan Azam yang di ceramahi hanya diam karena masih mogok bicara pada Indah dan aksi mogok bicaranya itu begitu lama sampai mereka sudah kembali ke ibu kota pun Azam tetap mogok bicara walau tadi saat bertemu orang tua Indah Azam bersikap seperti tidak sedang mogok bicara.


Indah benar-benar kesal karena Azam masih saja tidak mau bicara dan sesuai dengan yang tadi dia rencanakan Indah mulai melakukan balas dendam dengan memakai tengtop dan celana pendek setengah paha


Indah memilih membalas Azam dengan menyiksanya dengan cara ini karena merasa tidak ada cara lain yang lebih ampuh dari cara itu menurut Indah.


Indah keluar dari dalam kamar mandi dan Azam yang replek menoleh saat pintu dibuka kini harus menelan salipannya karena tergiur dengan apa yang kini sedang dia lihat, kaki mulus dan leher yang sangat menggiurkan tak lupa tengtop yang memperlihatkan sebagian kecil dari dua aset Indah


Rasanya air liurnya terasa ingin menetes sampai Azam menelsnnya beberapa kali terlihat dari area lehernya yang seperti naik turun


Indah sengaja melangkah sangat pelan sampai Azam yang melihat Indah berjalan sangat lama menyadari jika Indah ingin membuatnya bicara dengan mengatakan jika dia berjalan seperti siput

__ADS_1


"Aku tidak akan membuka suara ku sampai kamu mengatakan siapa laki-laki itu" ucap Azam dalam hati sampai dia lupa bagai mana Indah bisa tau apa yang di inginkannya jika dirinya tidak mau memberi tahu alasan dia mogok bicara karena apa.


Indah tersenyum karena pandangan Azam tidak lepas dari tubuhnya sampai indah sudah duduk di kursi depan meja riaspun Azam masih tetap melihatnya Indah melanjutkan ritual malamnya sebelum nanti tidur dan selama itu Indah berpikir harus apa lagi sampai sebuah Ide muncul dan Indah tersenyum karna rencananya di jamin akan berhasil.


Indah yang selesai memoles wajahnya dengan krim malam langsung mengambil ponselnya lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap dan Indah sengaja membuat dua asetnya agar terlihat seperti ingin keluar dari wadahnya.


Awalnya Azam bersikap biasa saja walau tidak bisa dia bohongi jika dari tadi bagian tubuhnya sudah berdiri tegak hanya karena melihat Indah hanya berpakayan seperti itu.


nsmun sekarang yang tadi sudah berdiri semakin mengeras dan kedutannya semakin membuatnya resah saat tidak sengaja melirik Indah.


Azam sekuat tenaga menahan diri agar tidak kalah dengan keinginannya yang ingin menyentuh dua aset Indah yang begitu menggiurkan, kenikmatan saat menyentuh dua aset itu terus mendesaknua untuk menggerakkan tangannya sampai satu tangan Itu sudah berada di dekat dua aset Indah dan itu membuat Indah tersenyum menang dan dengan jahilnya, indah menggigit tangan itu.


"Enak saja seharian mendiamkanku kini dia mau menyentuh kedua aset ku, maaf mas tidak bisa" ucap Indah dalam hati sambil tetap fokus melihat ponselnya sementara Azam sedang mengibas-ngibaskan tangannya karena rasa sakit setelah di gigit Indah

__ADS_1


__ADS_2