
Indah dan Azam sudah sampai di apartemen dan saat Indah menelpon Bu Endah Azam teringat dengan apa yang semalam dia ingin tanyakan pada Indah.
Indah berbicara dengan mamahnya sambil melihat Azam yang terus melihatnya dan setelah selesai menelpon Indah berkata "Ada apa?".
"Itu aku ingin bertanya tentang semalam apa gosip itu benar atau cuman gosip saja? ucap Azam berharap jika Indah menjawab pertanyaannya dengan benar
"Menurut mas itu benar atau tidak?" ucap Indah yang malah balik bertanya
"Aku merasa jika aku tidak mungkin menjadi seseeorang yang menyukai sesama jenis, apa lagi melihat reaksi tubuhku saat berdekatan dengan mu aku yakin aku masih normal".
"mungkin tubuhmu bereaksi karena kamu hilang ingatan coba kalau tidak tubuhmu pasti tidak akan bereaksi terhadap ku" ucap Indah yang masih saja ingin membuat Azam berpikir jika dirinya tidak normal
Azam pun terdiam karena apa yang di katakan Indah mungkin ada benarnya walau hatinya tetap yakin jika dirinya tidak mungkin berubah
"Sayang" ucap Azam dan Indah yang mendengarnya hanya mengerutkan keningnya karena tidak ada angin dan tidak ada hujan Azam memanggilnya Sayang.
__ADS_1
Azam melihat raut wajah Indah dan terlihat jelas jika Indah tidak tersipu atau senang saat di panggil sayang oleh dirinya "Kenapa aku semakin merasa jika dia yang tidak normal" ucap Azam dalam hati
"Ada apa?" ucap Indah
"ini aku ingin mengeluarkan pendapatku tapi kamu harus janji jika kamu tidak akan marah".
"Iya katakan saja aku tidak akan marah".
"Baiklah sebenarnya aku merasa jika kamulah yang tidak normal" Azam menghentikan ucapannya karena ingin melihat raut wajah Indah saat dirinya mengungkapkan isi pikirannya.
"Kenapa mas berpikir seperti itu?" ucap Indah dengan raut wajah biasa saja
Indah tersenyum karena bisa-bisanya Azam berpikir demikian, Azam yang melihat senyum Indah berkata "Kenapa kamu tersenyum apa benar kamu sekarang tidak normal?".
Indah yang senang saat mempermainkan Azam berkata "Iya aku mengaku jika aku tidak normal karena" ucapan Indah terpotong karena tiba-tiba Azam memeluknya
__ADS_1
Tadinya Indah ingin berkata jika dia tidak normal karena hanya mencintai satu orang yaitu Azam namun sayang ucapannya terhenti karena Azam langsung memeluknya yang belum mandi dan itu membuat Indah tidak nyaman takut Azam mencium sesuatu yang tidak enak dari tubuhnya. walau dia yakin jika tubuhnya masih wangi.
Indah langsung menjauhkan tubuh Azam dengan mendorong dada Azam, Azam mengerutkan keningnya dan dia berkata "lihat kamu sekarang tidak suka ku peluk padahal dulu kamu selalu mencari cara untuk bisa memeluk ku".
Indah yang ingin segera membersihkan diri langsung berdiri tanpa perduli dengan apa yang di katakan Azam karena yang ada di benaknya sekarang adalah dia ingin segera mandi karena badannya sudah lengket dan takut jika badannya akan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Azam yang melihat Indah pergi berkata "Aku akan membuatmu normal kembali apapun caranya, aku janji".
Azam pun menyusul Indah masuk kedalam kamar mereka dan saat baru masuk Azam melihat pintu kamar mandi sedikit terbuka berkata " mungkin Indah belum menutupnya" dan dengan cepat Azam masuk sebelum pintu tersebut di tutup dan di kunci.
Azam masuk tepat saat Indah akan menutup pintu "Mas mau apa?".
"Mau ikut mandi?". ucap Azam dan Indah berkata "Oh baiklah tapi ingat jaga jarak jangan terlalu dekat". ucap Indah yang tidak mau di sentuh Azam di dalam kamar mandi.
Indah benar benar mandi di hadapan Azam karena ingin mengetes seberapa kuat Azam yang sekarang bisa bertahan saat melihat dirinya mandi karena sebelum amnesia jangankan melihat indah polos melihat Indah memakai celana pendek saja dia sudah merengek.
__ADS_1
Sementara Azam hanya bisa melongo menahan hasrat yang sudah mencapai Ubun-ubun walau hanya melihat Indah mandi sambil membelakanginya
"Melihat punggungnya saja sudah seperti ini apa lagi malihat bagian depannya, ah semoga dia tidak menghadap ke arah ku". ucap Azam sambil terus menatap Indah sampai dia lupa jika tadi dia ingin mandi bersama karena saat ini Azam masih berpakayan lengkap.