Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Tidak ada tapi-tapi


__ADS_3

Indah dan Azam sampai di rumah sakit dan mereka langsung menuju tempat Putri di rawat.


Indah langsung memeluk putri dan berkata "Maafkan mamah".


Putri yang di peluk Indah berkata " Mah aku tidak bisa bernafas".


Indah langsung melepas pelukannya dan meminta maaf karena terlalu erat memeluk putri lalu setelah itu Indah menciumi seluruh wajah Putri dan putri yang ingat jika indah sudah beberapa hari tidak mencium papahnya berkata "Mah sudah, sekarang giliran papah yang di cium kasian papah sudah lama tidak di cium mamah" ucap Putri di depan bu Endah dan pak Burhan


Pak Burhan dan bu Endah menatap Indah lalu bu Endah berkata "sayang maksudnya putri apa?"


Indah bingung mau berkata apa karena tidak menyangka jika Putri akan berkata seperti itu tapi untung Azam langsung menjawab "Iyah Mah beberapa hari terakhir Indah memang tidak pernah mencium ku di hadapan putri malu katanya".


"Oh mamah kira kalian berantem, ya sudah gih cium suami mu siapa tau putri langsung sembuh karena bahagia melihat kamu mencium Azam".


"Mah". ucap Indah yang merasa malu masa iya dia harus mencium Azam di hadapan mereka


"Tidak usah malu cuman cium pipi kiri dan kanan bukan cium yang ini" ucap bu Endah sambil menyimpan telunjuknya di bibir.


"Baik lah" ucap Indah dengan terpaksa dan cup cup "Sudah sayang sekarang kamu cepat sembuh jangan buat mama kawatir". Dan putri pun mengangguk.

__ADS_1


"Indah putri pernah bertanya kenapa kamu masih kerja padahal sekarang dia sudah punya papah?".


Indah langsung melihat putri dan berkata "Sayang bener kamu pernah berkata seperti itu sama nenek?" tanya Indah dan putri mengangguk


Azam yang ingin Indah tidak perlu bekerja lagi langsung berkata "Sayang kamu ingin mamah di rumah nemenin kamu tidak kerja lagi?"


putri mengangguk lalu Azam berkata lagi "Tuh dengerin putri, putri mau kamu tinggal di rumah tidak kerja lagi".


"Zam?" ucap Indah keberatan lalu Azam berkata "Tidak ada tapi-tapi ini demi kebahagian putri indah".


Indah terdiam memikirkan semua ucapan Azam dan bu Endah berkata agar indah mau menuruti keinginan Azam dan juga putri.


Azam dan Indah terbatuk karena mendengar ucapan bu Endah karena itu tidak mungkin terjadi ya bagai mana mungkin mereka punya anak buatnya juga belum pernah


"Kenapa kalian kaget seperti itu kalian tidak berencana untuk tidak mempunyai keturunan kan". curiga bu Endah


"mamah ini tentu saja aku ingin punya keturunan, lucu kali ya mah kalau lihat indah perutnya gendut kaya ikan kecil yang ada di selokan perutnya buncit tapi tubuhnya kecil " ucap Azam sambil tersenyum


"Zam kamu samain aku dengan ikan" ucap Indah kesal

__ADS_1


Bu Endah yang takut pertengkaran indah dan Azam semakin parah langsung berkata "Sudah jangan berantem di sini, ini rumah sakit, nanti kalau mau berantem kalau sudah di rumah biar sekalian pas udah cape berantem bisa langsung bikin adek buat putri iya kan yah".


"hem" jawab pak Burhan yang merasa malu jika harus membahas hal hal seperti itu di hadapan orang lain.


"Oh iya karena kalian sudah ada di sini kami pulang dulu dan semoga besok putri sudah bisa pulang".


"Aamiin, iya Mah makasih selalu menjaga putri". ucap Azam


"Sama-sama, oh iya mamah mau kamu cepat bikin Indah hamil mamah pengen cepet punya cucu dari kamu".


"Doakan saja Mah semoga secepatnya kami di percaya lagi untuk memiliki anak".


"Aamiin, ya sudah mamah dan ayah pulang dulu, dan kamu Indah ingat kamu tidak boleh kerja lagi!".


"kalau mau pulang pulang saja tidak perlu bawel". ucap Indah


"Indah" ucap Bu Endah menekan ucapannya


"Iya nanti indah pikirin, sudah sana mamah pulang hati hati di jalan". ucap Indah sambil mendorong ibu Endah kearah pintu keluar

__ADS_1


__ADS_2