Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Barkualitas


__ADS_3

Keesokan paginya Indah, Azam dan kedua orang tua Indah berangkat kerumah Indara tanpa memberi tahu Indra dan Intan


alhasil Intan sangat kaget saat melihat Indah sekeluarga datang, dengan membawa satu koper dan satu tas besar milik Indah.


sementara Azam tidak membawa apapun karena pakayannya masih tersimpan banyak di sana dan juga Azam tidak akan tinggal di kediaman Indra seperti Indah karena harus bekerja.


walau bingung tepi Intan tetap tersenyum menyambut kedatangan Indah sekeluarga karena senang mereka berkunjung dan karena ada koper dan sebuah tas besar Intan pun berpikir jika Azam akan tinggal di sana karena tidak mungkin jika yang akan tinggal adalah Bu Endah dan suaminya bukan


Intan mempersilahkan mereka masuk dan menyuruh mereka duduk dan setelah Indah dan keluarga duduk Intan pun duduk setelah Intan menyuruh pelayan membuatkan minuman bagi Indah dan keluarga.


Intan yang dari tadi penasaran dengan kedatangan Azam, Indah dan kedua orangtua Indah akhirnya bertanya sambil menatap koper yang di bawa Azam " Maaf sebelumnya, tapi kenapa kalian mendadak datang kemari sambil membawa koper?".


"Maafkan kami karena kedatangan kami mengagetkan nak Intan, karena rencana ini sangat mendadak dan kami kemari untuk mengantar Indah karena untuk sementara waktu Indah harus tinggal di sini agar tidak terus melamunkan putri, karena kami takut jika indah terus bersedih akan berpengaruh pada kandungannya".

__ADS_1


Intan yang baru tau jika Indah sedang hamil merasa sangat bahagia mendengar kabarna tersebut dan tanpa pinggir panjang Intan langsung memeluk Indah sambil berkata "selamat atas kehamilan mu aku turut bahagia".


"Terima kasih mbak" ucap Indah lalu Intan menatap Azam dan berkata "Ternyata kau sangat hebat Zam hanya dalam waktu satu bulan lebih benih mu sudah tumbuh saja".


"Tentu saja karena benih ku itu sangat berkualitas mbak, kualitas super" ucap Azam dan dia langsung tertawa tanpa merasa malu telah berkata demikian di hadapan mertuanya


"Iya terserah kau saja tapi jika orang yang tidak tau tentang masalah mu mungkin mereka akan berkata kualitas benih mu itu tidak berkualitas karena Indah baru hamil setelah delapan bulan kalian menikah iyakan?" ucap Intan yang ingin Azam tidak terlalu sombong atas kehamilan Indah yang sangat cepat


"Sayang kenapa aku harus malu memangnya aku melakukan apa?". ucap Azam dengan suara normal dan itu membuat semua orang melihat kearah Indah


Bu Endah yang ingin bicara empat mata dengan Intan berkata "Sayang bukankah kau ingin melihat sasa dan sisi?".


"Iya aku sampai melupakan jika aku sudah sangat rindu dengan mereka" ucap Indah dan Intan yang ingin mengantar Indah bertemu Anaknya tiba-tiba tangannya di pegang bu Endah dan saat Intan melihat bu Endah, bu Endah menggelengkan kepalanya dan untungnya Intan mengerti maksud Bu Endah dan dia langsung berkata

__ADS_1


"Indah kamu kekamar mereka sendiri saja atau kamu Zam temani istri mu menemui anak-anak ku, aku masih ingin disini berbicara dengan mamah kalian.


"Baiklah" ucap Azam lalu dia berdiri dari duduknya dan mengajak Indah untuk menemui kedua anak gadis Intan.


setelah Indah pergi Bu Endah berkata pada Intan "Intan apa boleh mamah meminta bantuan kamu?"


"Tentu boleh mah tapi bantuan seperti apa yang mamah butuhkan dari ku" tanya Intan


"Aku ingin kamu membuat Indah sangat sibuk dengan membantu mu mengurus ketiga anak mu, agar dia tidak banyak melamun seperti satu bulan belakangan ini".


Intan pun menyanggupi keinginan bu Endah dan dia juga mengerti harus apa agar indah tidak punya waktu untuk melamun tapi tidak membuat Indah kelelahan.


Bu Endah dan ayah Indah yang mendengar jika Intan setuju mengucapkan terima kasih pada Intan lalu mereka menyusul Indah yang sedang bermain di kamar anak-anak Intan.

__ADS_1


__ADS_2