Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Pelankan suaramu


__ADS_3

Malam sudah tiba dan putri sudah tertidur, Indah yang ingin berbicara dengan Azam berkata "Jangan tidur dulu aku ingin berbicara sesuatu".


"Baiklah" ucap Azam


"kita bicqranya di balkon" ajak Indah dan mereka kini berada di balkon kamar Indah.


Lumayan lama mereka terdiam karena menikmati udara malam yang entah mengapa membuat mereka betah "rasa dinginnya terasa seperti saat berkemah dulu". ucap Azam


"Hem" jawab Indah lalu di berkata lagi "Zam apa boleh aku bekerja?". sontak ucapan Indah membuat Azam melihat Indah, tidak percaya jika Indah yang tidak mau menerimanya sebagai suami tiba-tiba meminta izin padanya.


"Apa aku tidak salah dengar, kau meminta izin pada ku".


"Kau tidak salah dengar, tapi jangan gr aku di suruh ayah minta izin sama kamu".


"Oh aku kira kamu sudah menerima aku sebagai suami kamu".


" memangnya kamu sudah menerima aku sebagai istri kamu" ucap Indah membalikkan ucapan Azam


"Sudah aku bahkan senang karena yang menjadi istriku bukan orang lain". ucap Azam sambil terus menatap langit yang gelap dan hanya di hiasi beberapa bintang dan bulan yang terlihat sedikit.


"Pantas saja kau terus menggoda ku".

__ADS_1


Azam tersenyum "jadi kapan kamu mau menerimaku agar kita bisa melakukannya ". ucap Azam menggoda Indah sambil melihat Indah


Indah yang tau maksud Azam berkata "Jangan mimpi aku mau melakukannya dengan mu".


" Beda ya kalau bicara sama yang sudah berpengalaman pasti nyambung, padahal aku tidak menyebutkan hubungan suami istri tapi kamu langsung ngerti".


"Ayolah kita ini sudah dewasa dan umur kita hampir menyentuh angka 30, masa iya aku tidak mengerti maksud kamu, jadi apa kamu mengijinkan ku atau tidak" ucap Indah yang ingin tau apa Azam mengijinkannya atau tidak


"Ya aku Izinkan, tapi aku harus mengantar dan menjemput mu, ngomong-ngomong kamu dapat kerjaan dari siapa karna setau aku kamu sudah tidak berkomunikasi lagi dengan teman-teman mu " Azam berkata seperti itu karena sering bertanya pada teman teman Indah tentang kabar Indah dan mereka menjawab tidak tau karena mereka sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Indah sejak Indah keluar negri


"aku tidak sengaja melihat lowongan pekerjaan disini" ucap Indah sambil memperlihatkan ponselnya.


"Sudah makanya aku langsung meminta izin sama kamu".


"baiklah aku doakan wawancaranya lancar dan kamu bisa di terima di sana "


"aamiin, ya sudah aku mau istirahat ngantuk".


Indah telah tertidur sementara Azam baru masuk setelah menelpon seseorang dan dia tersenyum saat melihat posisi tidur Indah yang miring menghadap Putri.


Seperti semalam Azam naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya di belakang Indah mencium aroma tubuh Indah dan mencoba meletakkan tangannya di Perut Indah dan berhasil.

__ADS_1


Azam tersenyum namun seketika Indah berbalik dan menghadapnya lalu Indah membalas pelukan Azam dan membenamkan wajahnya di dada Azam dan seketika jantung Azam berdetak sangat cepat "Kamu mengagetkan ku saja ku pikir kamu akan bangun".


Azam yang tidak mau kehilangan kesempatan emas itu langsung mencium pucuk kepala Indah sangat lama karena dia mencium Indah sambil berkata


"Aku sangat mencintai mu Indah sangat, dari dulu sampai sekarang, maaf karena dulu aku menolak cintamu, andai kamu tau kenapa aku menolak mu dulu apa kamu bisa memaafkan ku dan membuka hatimu lagi untuk ku, aku yakin kamu juga masih mencintai ku hanya saja sekarang rasa kecewamu lebih besar di banding rasa cinta mu pada ku".


Setelah berkata seperti itu Azam melepaskan ciumannya dan mengeratkan pelukannya namun sayang hal itu membuat Indah membuka matanya dan Indah langsung mendorong Azam saat sadar dia memeluk siapa dan brug Azam terjatuh


"Kau kenapa memeluk ku?" ucap Indah marah


Sementara yang di marahi bersikap santai karena tidak merasa bersalah telah memeluk Indah


"Pelankan suaramu kasihan nanti putri bangun". ucap Azam tapi Indah tak perduli jika putri akan bangun karena dia berkata lagi dengan suara yang masih tinggi


"Katakan kenapa kau memeluk ku?".


"Tenanglah aku hanya memeluk tidak lebih Dan pelankan suaramu"


"Hanya kau bilang, dan jangan bilang semalam kau juga memeluk ku" Indah berkata seperti itu karena tidurnya semalam sedikit berbeda dari biasanya dan rasanya sama seperti barusan nyaman.


Azam tersenyum dan itu membuat Indah mengambil bantal dan selimut Azam dan melemparnya pada Azam "Jangan tidur lagi di kamar ku!" ucap Indah

__ADS_1


__ADS_2