Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Apa dia masuk angin


__ADS_3

setelah selesai bermain Azam yang sedang memeluk Indah berkata "Sayang kamu tau tidak sebenarnya tadi mas hanya bercanda".


Indah yang tadinya menempelkan kepalanya di dada Azam langsung mengangkat kepalanya dan menatap Azam lalu berkata "bercanda tentang apa?".


"Ya tentang permintaan mas yang ingin bermain, karena, sebenarnya tadi mas hanya bercanda memintanya karena kamu terlalu lama menangis malam ini".


Indah tersenyum lalu berkata "Mas pasti bohong buktinya tadi dia sudah berdiri tegak sebelum aku iyakan?".


"Oh kalau itu setiap malam juga suka berdiri".


"ternyata mas sekarang punya hobi baru?" ucap Indah lalu Azam berkata dengan rasa heran "Hobi apa?".


"Hobi bohong, ya kali setiap malam dia berdiri tapi mas tidak pernah meminta bantuan aku untuk menidurkannya seperti dulu".


"Ya" Azam menjeda ucapannya agar indah penasaran, dan setelah lama terdiam Azampun melanjutkan ucapannya lagi "Ya karena aku bercanda?"dan Indah yang kesal mendengar ucapan Azam langsung mencubitnya dengan sangat kencang di area pinggang Azam

__ADS_1


"Sayang..." terisk Azam saat merasakan rasa sakit di area yang sedang di cubit Indah


Indah yang takut mengganggu penghuni lain di rumah mamanya langsung melepaskan tangannya karena kamarnya tidak kedap suara


"Mas ngapain teriak kalau mamah sama ayah dengar gimana? bisa malu kalau mereka tanya kamu menjerit karena apa?".


"Kenapa mesti malu aneh banget kamu ini?" ucap Azam sambil mencubit pipi Indah yang entah mengapa pipi Indah kini terasa lebih cabi padahal setiap malam Indah selalu menangis meratapi kepergian putri


Azam merasa aneh karena biasanya orang yang sering bersedih itu akan kurus tapi Indah malah sebaliknya aneh


"Itu cuman perasaan mas saja" ucap Indah karena berpikir jika itu hanya perasaan Azam mungkin karena sudah lama tidak menyentuhnya jadi Azam berpikir seperti itu


"Tidak sayang ini beneran lihat tadinya ukurannya sebesar Ini" ucap Azam sambil memperlihatkan ukuran aset Indah dengan sebelah tangannya "Dan sekarang lihat ini" ucap Azam sambil menyentuh salah satu aset Indah dan terbukti jika ukuran salah satu aset indah sudah melebihi genggaman tangan Azam


Indah yang melihat tangan Azam menggenggam asetnya malah berkata "Jangan modus mas aku masih cape".

__ADS_1


Azam yang merasa di ingatkan malah me...masnya sampai indah melenguh karena ulahnya, lalu Azam pun berkata sambil terus melakukan aksinya


"Kamu sih ngingetin mas, padahal tadi mas cuman ingin Nunjukin jika bentuknya sudah membesar sekarang".


Indah menghela nafasnya karena lagi-lagi dia terjebak dengan ucapannya sendiri "Heis kenapa malam ini aku merasa jadi orang bodoh untuk yang kedua kalinya " ucap Indah dalam hati


Azam yang melihat indah diam berkata "sudah jangan dipikirkan lebih baik kamu nikmati saja".


Indah menghela nafasnya dan kemudian suara helaan nafasnya itu berganti dengan suara ******* yang membuat Azam semakin bersemangat untuk bercocok tanam.


***


Hari sudah pagi dan seperti biasa Azam sudah bersiap untuk berangkat bekerja sementara Indah masih tertidur pulas tidak terganggu dengan segala aktivitas yang sedang di lakukan Azam.


Namun saat azam akan mencium kening Indah karena dia harus berangkat kerja namun tiba-tiba Indah terbangun dan langsung membukap mulutnya lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi

__ADS_1


Azam yang cemas mengikuti Indah dan terdengar suara Indah yang seperti sedang muntah-muntah "Apa dia masuk angin karena semalam" gumam Azam sebelum dia memanggil Indah dengan cemas


__ADS_2