Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Lucu banget


__ADS_3

"Terus aku harus tidur di mana Indah".


"Terserah kamu mau tidur dimana yang jelas jangan di kamarku lagi" tegas Indah


"Indah ayolah, aku tidak berbuat salah tapi kenapa kamu menghukum ku tidur di luar".


"Kamu bilang tidak bersalah. hey kamu barusan meluk aku tanpa izin dan itu salah".


"Kau benar walau aku suami mu tapi tanpa izin darimu aku memang bersalah tapi aku tidak mau tidur di luar". ucap Azam belum mau mengalah.


Indah yang ingin agar Azam cepat keluar dari kamarnya mengambil tangan Azam dan mencoba menarik Azam agar Azam keluar dari kamarnya namun usahanya sia-sia karena tubuh Azam tidak bergeser satu senti pun


"Kenapa kau berat sekali padahal tibuh mu tidak gemuk".ucap Indah sambil terus menarik Azam


"Aku memang tidak gemuk tapi kamu tidak mungkin bisa menarik ku sampai keluar" ucap Azam dan benar saja Indah belum juga bisa membuat Azam bergeser dari tempat duduknya


Azam yang melihat Indah lengah langsung menarik Indah dan Indah tertarik dengan mudah dan mendarat di pangkuan Azam.


Azam tersenyum dan langsung membaringkan Indah dan mengungkungnya menahan dua tangan Indah di atas kepala Indah


Indah yang takut berusaha melepaskan diri namun kekuatannya tidak cukup kuat untuk terlepas dari kungkungan Azam

__ADS_1


Azam ingin Mencium Indah tapi saat dia mendekatkan wajahnya Indah memalingkan wajahnya dan terpaksa Azam menahan wajah Indah dengan satu tangannya agar dia mudah mencium Indah, kini mata mereka saling menatap dan Indah seketika terhipnotis dengan tatapan Azam dan dia terdiam tidak memberontak lagi lalu azam langsung mencium Indah yang sudah diam, Azam mencium bibir Indah hanya sekilas lalu melepaskan tangan Indah dan juga tubuh Indah dari kungkungannya


Indah langsung berdiri dan naik keatas tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan di dalam selimut Indah menyentuh dadanya sambil berkata "Kenapa jantungku ini tetap saja berdebar seperti dulu" namun di detik berikutnya dia berkata lagi "Bukan jantung ku bukan berdebar karena masih ada cinta tapi jantung ku berdebar karena takut dia menyentuh ku ya itu pasti alasannya".


Sementara azam terus tersenyum karena akhirnya bisa mencium Indah walau sedikit memaksa "Ternyata rasanya sangat manis" ucap Azam yang masih berada di atas lantai lalu dia berkata lagi "jika ciuman singkat saja semanis ini lalu bagaimana rasanya jika kita melakukan itu".


Dan ucapan Azam berhasil membuat Indah berkata dari balik selimutnya "Jangan berisik aku mau tidur".


"Baiklah selamat tidur istri ku Mimpi indah" ucap Azam lalu dia mencium kepala Indah karen kini dia sudah berdiri.


Indah yang di cium Azam hanya diam karena perasaannya sedang kacau saat ini ingin marah tapi di dalam hatinya yang paling dalam dia merasa senang benar kata Azam Indah memang masih mencintainya tapi cintanya terhalang dengan rasa kecewa yang sangat dalam.


Pagi telah tiba dan pagi ini Indah memilih untuk menggunakan kamar mandi lebih dulu dan dia keluar dari dalan kamar mandi dengan baju yang biasa dia pakai saat bekerja di luar negri.


Indah membangunkan Putri untuk memandikannya walau masih pagi tapi putri sudah terbiasa mandi sangat pagi karena Indah sudah membiasakannya .


Putri membuka matanya dan mencari keberadaan Azam Indah yang tau putri sedang mencari Azam berkata "Papah ada di dalam kamar mandi".


Putri puntersenyum dan berkata "Lagi mandi?"


"Iya, nanti setelah papah selesai giliran kamu yang mandi".

__ADS_1


"Mah aku mau mandi bareng papah".


"tidak boleh sayang".


"Tapi mah aku mau mandi sama papah" ucap Putri yang seperti ingin menangis.


Indah yang tau putri sulit untuk di bujuk memilih menggedor pintu kamar mandi dan berkata "Zam putri ingin ikut mandi sama kamu kamu sudah selesai belum" dan Azam yang berada di dalam berkata "Sebentar aku pakai handuk dulu"


Azam membuka pintu dan membiarkan Indah juga putri masuk dan setelah Putri masuk putri berkata "Mah aku mau papah yang mandiin putli".


"Ayo sayang" ucap Azam dengan senang hati karena dia juga sering memandikan keponakannya namun saat akan membersihkan daerah ******** putri Azam berkata " Sayang kamu tunggu sebentar, papah panggil Mamah dulu" putri mengangguk dan Azam keluar menghampiri Indah


"Ada apa? apa kamu tidak bisa memandikan Putri". ucap Indah


"Iya aku bingung pas mau bersihkan bagian ***********".


"Kenapa bingung tinggal di bersihkan saja apa susahnya".


"Indah aku tidak bisa, tapi kalau membersihkan ******** kamu dengan senang hati aku mau melakukannya dengan lidah juga boleh".


"Azam" bentak Indah kesal dan dia pergi ke kamar mandi meninggalkan Azam yang sedang tersenyum bahagia karena berhasil membuat Indah marah.

__ADS_1


"Lucu banget kalau lagi marah" ucap Azam sambil berlalu menuju lemari pakayan.


__ADS_2