Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Aku tidak sembuh


__ADS_3

"Sebenarnya dia kemana lama banget perasaan mini market berada tidak jauh dari sini". ucap Azam sambil melihat jam di ponselnya


Dan baru saja Azam berkata seperti itu terdengar suara kunci yang di buka dan tak lama pintu pun terbuka.


Azam yang ingin mengerjai Indah berpura-pura merancau dengan mata yang tertutup dan yang di ucapkan azam adalah hal-hal yang di inginkannya seperti "Sayang kamu tau tidak aku tuh penasaran banget ingin ngerasain itu, kata orang orang rasanya enak banget".


Indah yang tau Azam berpura-pura mabuk berkata "Jangan pura-pura mas aku tau kalau mas tidak mabuk karena alkohol yang ku berikan tidak akan membuat seseorang mabuk karena kadar alkoholnya sedikit.


Azam tersenyum lalu berkata "Kenapa tidak pura-pura tidak tau sih, kan jadi tidak seru".


"Dasar kamu ini ada-ada saja, oh iya kamu mau makan di sini atau di meja makan?" tanya Indah.


"Di sini saja aku malas pindah tempat".


"Baiklah" ucap Indah lalu dia pergi ke arah dapur untuk menyalin makanan yang sudah dia beli dan menyimpan bahan makanan untuk persediaan selama tiga hari mereka tinggal di sana.


Mereka selesai makan dan Azam bertanya "Sayang aku ingin tau bagai mana hasil pemeriksaan mu di sini apa sama dengan hasil pemeriksaan di tanah air".


"Sama mas" ucap Indah

__ADS_1


"Terus apa hasilnya, apa kamu sudah sembuh atau masih sakit" tanya Azam yang memang belum tau hasil pemeriksaan Indah baik di dalam negri ataupun di luar negri.


"Aku tidak sembuh mas karena aku tidak memiliki penyakit itu, karena surat kesehatan yang dulu ku dapat ternyata surat palsu".


Azam yang mendengarkan ucapan Indah berpura-pura kaget dengan berkata "Sayang kamu jangan bercanda ini tidak lucu".


"Aku tidak bercanda mas". ucap Indah dan Azam hanya diam dia bingung harus berkata apa lagi


Indah yang merasa bersalah pada Azam berkata "Maaf jika saja aku memeriksakan kesehatan ku sebelum aku menikah mungkin aku tidak akan menyiksa mu".


Azam mengangkat kedua alisnya karena baru mengerti kenapa saat di rumah sakit satu minggu yang lalu Indah menangis dan terus meminta maaf karena sudah menyiksanya


"Ya ampun sayang jadi yang kamu bilang menyiksa ku itu karena kamu tidak bisa memberikan hak ku".


"Iya aku merasa bersalah pada mu apa lagi jika ingat raut wajah mu saat meminta hak mu atas diri ku sungguh aku tidak tega".


Azam tersenyum karena ucapan Indah barusan seperti sebuah lampu hijau jika sekarang Indah tidak akan menolaknya lagi dan tanpa menunggu lama Azam langsung berkata "Jadi apa sekarang boleh?".


Indah tersrnyum dan senyuman Indah membuat perasaan Azam tidak tenang dan benar saja Indah membuatnya kecewa lagi karena Indah berkata "Maaf mas sekarang belum bisa karena aku baru saja datang bulan".

__ADS_1


"Oh ya ampun Indah, sebenarnya apa dosa. ku pada mu sampai kau tega menyiksa ku seperti ini" ucap Azam kesal


"Mungkin karena kau berdosa telah mempermalukan ku dulu".


"Ayolah itu kesalahan kecil tidak sebanding dengan penyiksaan yang aku rasakan selama berbulan-bulan".


"Apanya yang kecil mas, gara-gara kamu aku menjadi anak durhaka selama sepuluh tahun, aku tega meninggalkan kedua orangtua ku karena kau mempermalukan ku di depan umum".


Azam terdiam karena membenarkan ucapan Indah lalu Indah yang melihat Azam terdiam berkata "Tenanglah mas cuman menunggu tamu bulanan ku selesai tidak membutuhkan waktu yang lama".


"Tidak lama apanya, aku tau tamu bulanan mu itu lama perginya paling sebentar tujuh hari dan paling lama bisa sampai sepuluh hari".


"Wih ternyata suami ku ini perhatian sekali sampai tau berapa hari aku datang bulan".


"Aku pasti tau Indah, selain karena sekarang kita hidup bersama aku juga tau karena dari dulu tamu bulanan mu itu memang waktunya segitu".


"Tunggu jadi saat sekolah kamu sering menghitung berapa lama masa datang bulan ku?".


"Tidak sengaja, karena pasti setiap hari pertama kamu datang Bulan kamu selalu membuat ku malu, dengan menyuruh ku membeli pembalut".

__ADS_1


Indah tersrnyum karena merasa bersalah lalu dia berkata "Ya maaf habis aku cuman berani minta tolong sama kamu waktu itu, ah sudahlah sebaiknya mas tidur, aku mau membuat minuman hangat dari jahe agar nanti saat kamu merasa kedinginan aku tinggal menghangatkannya saja"


"Baiklah, nah gitu dong jangan pake alkohol sedikit banyak itu tetap alkohol". jelas Azam


__ADS_2