
"Maaf itu rahasiaku dan Azam" ucap Indah
Karin masih menatap Indah walau Indah sudah tidak menatapnya
"Indah jika kamu masih menganggap ku sebagai temanmu katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian, aku tidak mau jika sampai kalian berpisah lagi, jujur pada ku Indah jika kamu tidak mau jujur anggap kita tidak pernah berteman" ucap Karin dan dia melepaskan tangannya dari bahu Indah dan mulai bekerja lagi setelah mengirim pesan pada Azam.
"Bos aku tidak mau bersandiwara lagi aku tidak tega jika terus membuat Indah menangis dan aku sudah mengatakan semuanya pada Indah".
Hari berganti hari dan Karin benar-benar membuat Indah kesal karena sudah beberapa hari Karin tidak mau berbicara dengannya
saat bertemu di parkiran Indah memanggil karin karin tidak menoleh sama sekali, Indah menawarkan makanan yang biasanya di sukai Karin, karin tidak mau jangankan memakan melirik makanannya pun karin tidak melakukannya.
"Rin jangan seperti ini aku tidak suka kamu diam terus".
__ADS_1
karin hanya melirik Indah dan dia fokus lagi bekerja, Indah yang sudah tidak tahan berkata "Baiklah aku akan jujur". Dan karin menghentikan semua jemarinya yang sedang mengetik lalu dia menatap Indah tanpa bersuara.
Indah yang tau arti tatapan karin berkata "Baiklah aku menyuruh dia menikah lagi karena aku tidak bisa memberikan haknya atas diriku sepenuhnya".
Karin yang ingin tau apa yang ada di dalam pikirannya sama dengan yang di maksud Indah akhirnya berkata " Maksud mu kalian belum melakukan hubungan suami istri".
Indah hanya menganguk dan Karin berkata lagi "Kenapa bisa?".
"Aku selalu menolaknya saat dia mengingan ku".
"Tentu saja dia sangat marah, sampai tega membuatku menangis seharian karena sandiwara kalian dan sampai saat ini dia tidak pernah berbicara dengan ku saat di rumah".
"yah itu salah kamu kenapa tidak mau di ajak terbang, oh iya jadi kenapa kamu belum mau memberikannya, jangan bilang kamu takut karena itu tidak mungkin karena kamu bukan anak perawan".
__ADS_1
Indah tersenyum lalu berkata "Bukan karena itu tapi" ucap Indah terhenti karena ponselnya berdering dan saat Indah melihat siapa yang menelponnya Indah langsung mengangkatnya dengan sangat panik karena tidak biasanya bu Endah menelpon di jam kerja
"Halo mah ada apa?". tanya Indah
dan dari sebrang sana bu Endah berkata "Indah cepat kerumah sakit dekat rumah ibu karena putri masuk rumah sakit karena tubuhnya panas tinggi dan bawa surat-Surat yang akan di perlukan" ucap Bu Endah
Indah yang panik langsung berlari ke ruangan Azam tanpa mendengar pertanyaan Karin, Indah yang baru membuka pintu ruangan Azam langsung berkata "Zam aku izin pulang putri sakit aku harus ke rumah sakit". Dan Karin yang tadi bertanya ada apa langsung tau karena Indah berbicara cukup keras.
Azam yang mendengar ucapan Indah langsung berdiri dan menghampiri idah lalu memegang tangan Indah dan langsung menuntun Indah pergi tanpa berbicara.
Sepanjang jalan Azam memegang tangan Indah dan hal tersebut membuat orang-orang yang melihat mereka saling berbisik karena untuk pertama kalinya Azam memegang tangan Indah di kantor.
Mereka sampai di apartemen dan Indah langsung mencari surat-surat yang akan dia bawa ke rumah sakit, Indah yang panik mengeluarkan semua surat surat yang dia simpan termasuk surat dari rumah sakit yang pernah memeriksanya dulu yang memang masih dia simpan.
__ADS_1
Azam baru menghampiri Indah karena dia baru dari kamar mandi dan saat di dekat Indah Azam melihat sebuah amplop yang seperti dari sebuah rumah sakit, Azam ingin melihat amplop tersebut namun Indah langsung memegang tangannya dan berkata "Zam ayo".
Azam pun mengikuti Indah yang sekarang menuntunnya Azam tersenyum melihat Indah memegang tangannya, entahlah Azam merasa senang padahal beberapa hari sebelum dia marah pada Indah, indah sering melakukan hal yang lebih dari sekedar memegang tangannya.