
indah yang di bawa Azam menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami, malu rasanya karena tadi dia telah membisikkan sebuah kata yang jika dipikirkan sangat memalukan untuk seorang Indah yang sekarang.
"Sayang apa kamu yakin?" ucap Azam memastikan jika Indah benar-benar mengijinkannya untuk mendapatkan haknya sebagai seorang suami
Indah hanya mengangguk dengan senyum yang membuat Azam semakin tak sabar untuk mendapatkan haknya
Sebenarnya Indah ragu untuk memberikan hak suaminya itu karena dia takut jika Azam terlalu cape mengingat saat malam pertama suaminya itu sangat kelelahan bahkan takberdaya setelah menuntaskan hasratnya.
namun karena tidak mau menyiksa lagi suaminya indahpun menawarkan diri dan senyuman yang di perlihatkan Azam atas bisikannya membuat rasa ragu itu hilang entah kemana.
Azam menuruti naluri lelakinya untuk menyusui setiap inci tubuh Indah dan tiba saat dia benar benar berhadapan dengan inti dari tubuh indah, dengan jantung yang berdebar tidak karuan Azam mencoba memasukinya dan tiba-tiba Azam tersrnyum.
Indah yang melihat Azam tersenyum ikut tersenyum tanpa tau apa yang sedang dipikirkan Azam dan setelah Azam menebarkan benihnya kini Azam berbaring di sisi Indah dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya entah apa yang ada di pikirannya saat ini.
__ADS_1
"Lucu banget?" ucap Azam setelah lama mereka terdiam karena rasa lelah berjuang selama satu jam untuk mencapai rasa yang membuat mereka seakan terbang
"Apanya yang lucu?" tanya Indah yang berada di sisinya
"Lucu karena apa yang sering ku bayangkan dulu bisa terlaksana walau banyak rintangan".
Indah terdiam karena sedang mencerna apa yang baru saja di ucapkan Azam dan beberapa detik kemudian Indah memiringkan tubuhnya dan memukuli Azam sambil berkata "Jadi benar kan jika mas dulu sering membayangkan ku saat berhayal".
"Mas aku tidak mungkin berhayal seperti yang pernah mas lakukan, aku paling berhayal hanya sebatas berciuman dan berpelukan tidak lebih".
"Wah apa benar tapi aku sering baca jika ada beberapa wanita yang sering menghayalkan berhubungan dengan lawan jenis sampai di meraba semua asetnya dengan membayangkan jika yang melakukannya adalah orang yang ada di dalam bayangannya".
"Itu tidak mungkin mas, ya kali ada orang yang melakukan hal semacam Itu" ucap Indah yang tidak percaya karena memang indah tidak tau jika yang seperti itu ada
__ADS_1
"Ada buktinya banyak vidio yang seperti itu". Indah bengong mendengar ucapan Azam yang berkata Ada vidio yang seperti itu yang artinya Azam pernah atau mungkin sering melihat video yang menggelikan seperti itu.
"Jadi mas pernah menonton hal-hal seperti itu?" tanya Indah memastikan
"Tentu saja aku pernah tapi aku menontonnya setelah kita menikah hanya untuk tutorial saja agar kita bisa sama-sama puas, jika aku mengandalkan naluri saja kemungkinan hanya aku yang akan terpuaskan". ucap Azam dan Indah tidak menyadari jika Azam berkata setelah menikah yang artinya dia sudah mengingat apa yang selama beberapa hari ini dia lupakan.
Azam tersenyum karena Indah tidak menyadari ucapannya dan itu membuatnya berpikir untuk berpura-pura jika dia belum mengingat semua yang dia lupakan.
"Mas kenapa terus tersenyum?" tanya Indah karena melihat Azam tersenyum lagi
Azam tidak menjawab pertanyaan indah karena yang keluar dari mulutnya adalah "Maaf dulu sudah menyakiti mu, dan terimakasih masih mau menerimaku lagi".
"Hem" jawab Indah dan tak lama tangan Azam mulai menyusui tubuh polosnya lagi dan tangan itu sampai di titik sensitif Indah memainkannya dan itu membuat Indah tidak dapat menolak keinginan Azam karena dia juga sekarang menginginkan hal yang sama dengan suaminya yaitu sebuah penyatuan.
__ADS_1