Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
tidak akan membutuhkan waktu yang lama


__ADS_3

Indah keluar dengan senyum yang merekah karena salut melihat Azam sangat bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya di kamar mandi.


Indah bukan tidak mau di sentuh Azam tapi dia tidak mau melakukan hal tersebut di dalam kamar mandi karena menurut Indah kamar mandi bukan tempat yang pantas melakukan hal tersebut.


Indah terus tersenyum apalagi dia ingat jika Azam berpikir dirinya tidak normal "Kenapa dia berpikir sampai seperti itu" ucap Indah lalu dia berkata lagi


"Aku jadi penasaran apa yang akan dia lakukan setelah ini" ucap Indah dalam hati.


Jam makan malam hampir tiba dan Indah yang belum bisa memasak karena tidak ada bahan makanan di apartemen mereka memilih mengajak Azam makan di luar.


"Mas kita makan diluar, sekalian kita mengenang masa dimana kita dulu sering makan bersama".


Azam terdiam karena merasa aneh dengan apa yang di ucapkan Indah karena menurut Azam tidak mungkin orang yang tidak normal mau mengenang masa lalunya saat seseorang itu masih normal.


"Mas bagai mana?" ucap Indah karena Azam belum memberikan pendapatnya

__ADS_1


"untuk saat ini aku tidak bisa karena aku merasa sangat lelah" ucap Azam yang memang merasa sangat lelah karena otaknya berpikir cukup keras hari ini.


"oh iya, mas pasti cape, ya sudah kalau begitu kita pesan makanan saja" ucap Indah pada akhirnya.


Indah memesan beberapa makanan kesukaan Azam dan tidak perlu menunggu lama pesanan sudah datang Indah langsung mengambil makanan tersebut lalu membawanya kedapur dan menyalinnya


sedangkan Azam sedang sibuk membaca berita tentang dirinya beberapa bulan kebelakang tepatnya enam bulan yang lalu


Azam membaca berita tersebut yang isinya tentang dia yang terpaksa menikah dengan wanita yang sudah mempunyai anak, dia menikah karena di jodohkan oleh kakaknya karena kakaknya takut jika berita yang beredar menjadi kenyataan karena sang adik tidak. pernah dekat dengan wanita manapun


mungkin jika di jodohkan karena benar-benar tidak saling mengenal itu mungkin terjadi tapi untuknya dan Indah itu tidak mungkin terjadi karena mereka saling mencintai,


walaupun rasa itu telah hilang tapi tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk menumbuhkan perasaan mereka lagi


"Aku harus melakukannya malam ini, setuju atau tidak indah harus menyetujuinya". ucap Azam yang merencanakan sesuatu karena merasa jika itu adalah cara yang ampuh untuk mengetahui di antara mereka sebenarnya siapa yang tidak normal.

__ADS_1


makan malam di mulai dan selama mereka makan Azam terus menatap Indah sambil melamun tanpa perduli dengan apa yang masuk kedalam mulutnya.


Indah tersenyum karena Azam akan memasukan tulang ayam kedalam mulutnya dan amm Azam memasukannya kedalam mulut sementara Indah yang dari tadi hanya senyum akhirnya tertawa lepas.


Azam mengerutkan kening karena melihat Indah tertawa dengan keras sampai dia berkata "Kamu tertawa karna apa?"


"Itu kamu dari tadi ngemutin tulang kaya guk guk" .


Azam langsung mengeluarkan tulang ayam tersebut sambil tersenyum karena tidak sadar dengan apa yang dia masukan kedalam mulutnya lalu dia berkata "Jangan tersenyum berlebih karena pada akhirnya akan ada air mata yang jatuh".


Indah tersenyum lagi saat mendengarkan ucapan Azam barusan karena dia ingat Azam juga pernah mengatakan hal tersebut dulu hanya saja rangkaian kata-katanya berbeda.


"Mas tau tidak ucapan mas barusan juga pernah mas katakan padaku dulu dan benar saat aku akan tidur aku benar-benar menangis, menangis di akhir hari, tapi sepertinya untuk akhir hari ini aku tidak akan menangis".


"Kamu percaya, itu cuman ucapan ibu ku dulu dan tidak pernah terbukti karena tujuan dia melarang ku tertawa keras lebih kepada sopan santun".

__ADS_1


__ADS_2