Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Terimakasih


__ADS_3

Indah yang sudah selesai membantu Azam mengeluarkan mayonesnya merasa heran karena Azam tidak lagi merengek meminta haknya yang lain dan Indah yang tidak suka membebani pikirannya berkata "Zam tumben kamu tidak meminta hal yang lebih?".


Azam tersenyum lalu berkata "memangnya kalau aku mita kamu mau memberikannya kamu akan memberikannya?".


"Tidak sih tapi aneh saja biasanya kamu akan merengek seperti anak kecil yang minta permen, tunggu jangan bilang kamu di luar kota sana jajan ".


"Astagfirullah Indah pikiran mu itu, sungguh tega menuduh ku sebagai hidung belang" ucap Azam yang suaranya di buat seperti sedang marah


"Maaf tapi aneh saja biasanya kau merengek memintanya tapi kali ini tidak".

__ADS_1


"Baiklah biar ku jelaskan Aku sekarang sudah bisa menerima keputusan mu, dan aku yakin kamu melakukannya demi kebaikan kita , dan aku tidak mau kamu pergi karena aku terus memaksa mu memberikan hak ku itu".


Indah tidak menyangka jika Azam akan menerima keputusannya tanpa memaksanya menjelaskan alasan dia tidak bisa memberikan hak Azam atas dirinya lalu Indahvyang merasa senang atas keputusan Azam berkata


"Terimakasih mas atas pengertiannya aku benar-benar bersyukur karena kamu yang menjadi suami ku, entah akan seperti apa rumahtangga ku jika suami ku bukan diri mu mas, dan mulai saat ini aku akan memanggil mu dengan kata mas".


Azam tersenyum saat Indah memanggilnya mas dan dia berkata "Aku sangat suka kamu memanggil ku dengan sebutan mas, oh iya ngomong-ngomong dulu kamu memanggil ayah putri dengan sebutan apa".


Azam melongo mendengar ucapan Indah dia tidak percaya jika Putri hanya anak angkat Indah saja "Indah jangan bercanda" ucap Azam dan Azam langsung berpikir jika Indah belum pernah menikah lalu oleh siapa Indah bisa mendapatkan penyakit tersebut

__ADS_1


Ya Azam berpikir jika Indah berhubungan dengan ayah putri dari jaman kuliah dan baru menikah setahun sebelum putri lahir dan kenyataan yang di berikan Indah membuat Azam kini merasa bingung dari mana asal penyakit itu.


"Aku tidak bercanda mas putri memang anak angkat ku, apa kakak mu tidak memberitahu mas jika aku belum menikah".


"Tidak, karena dulu dia hanya bilang kalau wanita yang akan aku nikahi sudah mempunyai anak dan aku berpikir jika wanita itu seorang janda karena tidak mungkin kakak ku menikahkan ku dengan orang yang mempunyai anak di luar nikah dan saat tau jika wanita itu kamu aku yakin jika kamu tidak mungkin mempunyai anak di luar nikah karena aku tau kamu orang baik". ucap Azam memberi tahukan alasannya berpikir jika Indah adalah seorang janda.


Indah tersenyum karena senang Azam sangat mempercayai dirinya jika dirinya orang baik namun Indah merasa heran karena raut wajah Azam tidak menunjukan jika Azam senang saat mendengar ucapannya karena raut wajahnya malah menunjukan jika dia terlihat bingung tapi Indah yang tidak perduli dengan raut wajah Azam berkata "mas terimakasih telah mempercayai ku".


"Sama-sama, oh iya apa ada hal lain yang ingin kamu ceritakan lagi pada ku" ucap Azam yang berharap Indah mau jujur padanya tentang penyakitnya

__ADS_1


"Aku rasa tidak Mas memangnya ada apa?" ucap Indah tidak berbohong karena memang dia tidak ingin memberi tahu siapapun tentang penyakitnya.


"Tidak apa-apa, kalau sudah tidak ada lagi yang mau kamu obrolkan lebih baik kita tidur sekarang karena waktu sudah menunjukan pukul satu pagi". ucap Azam dan Indah langsung memejamkan matanya lalu dia berkata dalam hati "Maaf mas, aku tidak akan pernah memberi tahu siapapun tentang penyakit ku walau pun itu kamu, sekali lagi maaf".


__ADS_2