Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
hanya hilang ingatan


__ADS_3

Indah yang melihat Azam sudah siap langsung mengajak Azam turun dan setelah di lantai bawah Indah menyuruh Azam lebih dulu keluar sedangkan dia ke arah dapur menghampiri sang mamah


"Mah kenapa tidak membangunkan Indah" ucap Indah sambil memasukan beberapa lembar roti yang belum di isi selay kedalam sebuah wadah lalu Indah juga mengambil satu botol selay rasa strawberry kesukaan Azam.


Bu Endah yang sedang memasak berkata "mamah sudah mengetuk pintu kamar kamu beberapa kali tapi kamu tidak kunjung membukanya dan mamah pikir kamu sedang olah raga pagi ya sudah mamah pergi karena tidak mau mengganggu kalian" ucap sang mamah sambil tersrnyum


"Boro boro olah raga mah aku masih tidur karena semalam tidur sangat malam karena haris mengajari mas Azam, ya sudah mah aku pamit dan maaf sepertinya mamah harus menjaga putri lagi".


"Iya tidak apa-apa lagi pula mamah senang ada putri karena mamah tidak merasa kesepian lagi. ya sudah sana berangkat hati-hati di jalan dan ingat jaga suami kamu dengan baik!".


"Siap" ucap Indah dan diapun menyusul Azam keluar dari rumah.


Indah dan Azam kini sudah di perjalanan menuju kantor Azam dengan Indah yang membawa mobil, selain karena Azam masih sakit ternyata Azam merasa jika dia belum bisa menyetir mobil

__ADS_1


"Indah aku baru ingat jika kau belum mandi?".


"Iya memang belum, karena aku mandi membutuhkan waktu setengah jam jadi ya aku memilih untuk mandi di kantor saja jika sempat kalau tidak nunggu jam makan siang lagi pula badan ku tidak bau" ucap Indah tanpa merasa malu sedikitpun


Azam benar-benar tidak percaya dengan apa yang di katakan Indah barusan "Indah sejak kapan kamu jadi jorok seperti ini, karena seingatku dulu kamu sangat menjaga yang namanya kebersihan?".


"sejak punya anak aku jadi jorok, mandi asal badan nyentuh air, tapi sekarang mulai aku perbaiki lagi karena Putri juga sudah besar".


"Syukurlah aku pikir kamu jadi jorok karena ingin seperti laki-laki".


"Oh iya apa mas sudah siap untuk memimpin rapat".


"Entahlah aku merasa gugup takut membuat kesalahan".

__ADS_1


"Tenanglah aku yakin mas tidak akan membuat kesalahan karena mas hanya hilang ingatan bukan kehilangan otak cerdas mas". ucap Indah sambil terus fokus menyetir


Azam puntersenyum karena apa yang di katakan Indah menurutnya benar dia hanya kehilangan ingatan bukan kehilangan otaknya.


Indah dan Azam sampai dan semua orang melihat kearah mereka karena sekarang mereka sudah tau jika Indah dan Azam adalah sepasang suami istri, banyak yang bahagia melihat mereka bersama namun ada juga yang tidak suka karena mereka sudah tidak boleh menghayalkan Azam menjadi kekasih mereka lagi.


Seperti biasa Indah berjalan tanpa melihat kiri kanan sementara Azam sekarang menjawab sapaan semua orang yang menyapanya karena dia merasa tidak sopan mengabaikan sapaan mereka apalagi di antara mereka seperti berumur di atasnya yang menurut Azam dia sekarang masih berumur delapan belas tahun.


Indah dan Azam masuk kedalam kotak besi khusus petinggi perusahaan dan di dalam sana Indah menceramahi Azam dengan berkata


"Mas jangan bersikap seperti itu karena itu bukan gaya mas".


"Ya maaf aku tidak tau kalau aku masih bersikap dingin setelah dewasa".

__ADS_1


"Aku maafkan tapi jangan bersikap seperti itu lagi karena sekarang kau lebih dingin dari saat kau masih sekolah walau di depan ku mas seperti anak kucing". ucap Indah dan Azam yang kurang mengerti dengan sebutan indah untuknya berkata "Aku seperti anak kucing maksud mu bagai mana?".


"Ya anak kucing yang sedang mengeong meminta makan dan mas selalu seperti itu saat kita sedang berdua saja" terang indah dan ucapan Indah barusan membuat Azam yakin jika Indah berbong dan membalikan pakta yang sebenarnya jika Indahlah yang tidak normal.


__ADS_2