Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
semoga suka


__ADS_3

mereka langsung berangkat ke kebun bintang dan saat di sana Azam terus melamun dan terlihat tidak senang


Indra dan Intan tau alasan Azam tidak senang karena apa, berbeda dengan Indah yang berpikir jika suaminya itu sedang tidak enak badan atau mungkin sedang menahan rasa sakit di kepalanya


Indah terus memperhatikan gerak gerik suaminya dan setelah memungkinkan melepaskan putri Indah meminta pada Intan untuk menjaga putrinya sebentar karena dia harus berbicara dengan Azam dan Indah menjelaskan kenapa dia ingin berbicara dengan Azam berdua.


Intan mengantuk sambil berkata dalam hati "Tidak taukah dia jika Azam cemberut karena kesal menunggu malam tiba".


"Mas ayo kita duduk!, sepertinya mas kecapean dan mas juga terlihat sedang memikirkan sesuatu, mas kalau ada apa-apa katakan saja agar aku bisa membantu mas".


Azam menghelanafasnya karena tidak bisa menceritakan apa yang membuatnya kesal karena situasinya tidak memungkinkan.


"Tidak ada apa-apa sayang mas cuma cape saja" bohong Azam pada akhirnya


"Ya sudah mas kembali ke mobil saja istirahat di sana jangan ikut kami berkeliling"


Azam tidak mengiyakan ucapan Indah karena bingung harus apa ikut berkeliling percuma karena pikirannya tidak berada di sana tapi kalau nunggu di mobil rasanya tidak tega dengan putri yang terus ingin bersamanya.

__ADS_1


Indara yang tau apa yang di rasakan Azam menghampiri Azam lalu dia berkata "Sabar kamu tau bukan kalau di lamunkan dan di tunggu waktu itu akan terasa sangat lama, mending kamu nikmati liburan ini agar waktu terasa lebih cepat belalu".


Azam terdiam sambil menatap kegembiraan putri yang sedang bertanya ini dan itu pada Indah.


"Ka Indra benar lebih baik aku menikmati hari ini" ucap Azam lalu menghampiri putri dan mengangkat putri dan menaruh putri di pundaknya


"Ayo kita lanjut berkeliling mumpung kita disini" ucap Azam semangat dan mereka semua tersrnyum karena Azam kembali ceria dan benar jika di nikmati waktu pun tidak terasa berlalu dengan cepat dan sekarang jam sudah menunjukan waktunya mereka pulang.


Mereka keluar dari kawasan kebun binatang dan menuju sebuah warung makan yang biasa di datangi Indra dan Intan setelah dari kebun binatang


lumayan lama mereka di sana dan Setelah mengisi perut merekapun kembali kerumah Indra yang berada di kota tersebut, setelah tiba Indah dan Intan langsung memandikan anak mereka karena sebentar lagi sudah masuk jam tidur mereka.


"Indah bawa ke kamar anak-anak jangan di bawa kekamar kalian".


"Lo kenapa mbak?" tanya Indah


"Kasian putri kalau tidur bersama kalian karena pasti dia akan terbangun karena gempa lokal".

__ADS_1


"Gempa? memangnya di sini sering ada gempa mbak?".


"Sering tapi cuman di kamar kami, dan sepertinya malam ini akan berpindah kekamar yang akan kalian tempati".


Azam yang keluar dari dalam kamar setelah membersihkan diri menghampiri Indah dan mengambil alih Putri lalu dia berkata "Nanti aku betitahu gempa lokal yang di maksud mbak Intan di kamar ".


Indah menganguk dan memberikan Putri pada Azam dan sebelum Azam pergi Azam berbisik "Dandan yang cantik".


Indah membolakan matanya dan memukul lengan Azam dan itu membuat Putri terusik dari tidurnya dan. putri yang akan terbangun membuat Indah tidak jadi berbicara


Azam mencoba menidurkan putri kembali degan mengusap-ngusap punggung putri dan setelah putri kembali memejamkan matanya Azam membawa putri ke kamar anak-anak.


Sementara Indah kekamar yang akan mereka tempati untuk membersihkan diri dan tentunya berdandan sesuai yang di katakan Azam.


Dan baru juga Indah masuk, pintu kamar tersebut di ketuk, Indah yang kebetulan baru mengeluarkan handuk membuka pintu kamar terlebih dahulu dan ternyata Intanlah yang mengetuk pintu.


"Ada apa mba?" tanya Indah

__ADS_1


"Eh ini buat kamu, semoga suka" ucap Intan dan dia langsung pergi setelah Indah mengambil hadiah darinya.


__ADS_2