
Indah berangkat kerja menggunakan mobil Azam dan setelah sampai di parkiran kantor Indah keluar dari mobil tersebut dan beberapa orang menatapnya heran ada yang berkata " mungkin mobilnya masuk bengkel jadi mbak Indah di suruh ngambil dan bawa kemari" tapi ada juga yang julit "mungkin gak sih kalau mbak Indah itu istrinya pak Azam?"
"Kalau dilihat dari ciri-ciri pisiknya memang sama tapi mbak Indah itu kayanya belum punya anak". ucap karyawan cowo
"Emangnya kamu tau dari mana jika mbak Indah belum punya anak?" tanya si julit
"Ya dari wajah lah, setua apa pun seseorang wanita jika dia belum tersentuh dan melahirkan aura kesuciannya itu masih terpancar, entahlah biasanya tebakan ku dalam menilai seorang wanita itu tidak pernah salah, tapi walau pun iya dia Istrinya pak Azam toh tidak ada masalah dia cocok sama pak Azam".
"Bener juga sih, eh gimana kalau kita taruhan, aku tebak jika mba Indah itu istri pak Azam, nah kalau aku menang kalian bayarin makan siang aku selama seminggu nah jika tebakan kalian yang benar kebalikannya aku yang teraktir kalian, gimana setuju gak?". ucap Si julit
"Maaf aku gak ikutan, kalian saja aku gak mau makan makanan hasil taruhan" ucap karyawan cowo sambil berlalu masuk kedalam kantor meninggalkan dua teman perempuannya di parkiran.
Sementara karin sedang duduk di depan komputer sambil menunggu Indah datang dan saat Indah datang Karin langsung memasang wajah bahagia
"Indah cepat kemari aku punya berita bagus" ucap Karin penuh semangat
Indah yang melihat Karin terlihat bahagia ikut tersenyum dan dia langsung duduk seperti yang di katakan Karin.
__ADS_1
"Ada apa roman-romannya lagi bahagia nih?". tanya Indah
"Iya aku bahagia banget" ucap Karin bahagia
"Kalau boleh tau kamu bahagia karena apa? apa kamu dapat bonus atau kamu udah punya pacar?".
"Ih kamu tau aja kalau aku senang karena udah punya pacar dan kamu tau siapa pacar aku?" tanya Karin
"Enggak lah kan kamu belum bilang".
Karin tersenyum lalu berkata "pak Azam pacar aku sekarang".
"Kamu tidak lagi bercanda kan Rin?".
"Engga lah aku seriusan tadi pas aku baru datang dia nyuruh aku ke ruangannya aku pikir mau apa eh ternyata dia minta aku jadi pacarnya katanya dia cinta sama aku, walau aku gak yakin tentang perasaannya tapi karena aku suka sama si bos jadi aku terima".
"Rin gimana kalau dia cuman mainin kamu" ucap Indah kawatir.
__ADS_1
"Ya gak apa-apa aku rela kalau yang mainin aku pak Azam, rela banget" ucap Karin sambil senyum senyum sendiri.
"Ya sudah terserah deh yang jelas aku cuman bisa doakan kamu langgeng sama si bos dan bisa nikah sama si bos". ucap Indah dan ucapan Indah barusan membuat Karin kaget karena Indah tidak melarangnya berpacaran dengan laki-laki yang sudah beristri dan Indah juga tidak terlihat kesal dan yang paling parah Indah malah mendoakannya.
Karin bertanya-tanya dalam hati kenapa kok bisa Indah berkata seperti itu namun saat karin melamun Indah pamit ketoilet dan karin yang kepo mengikuti Indah dan saat tiba di toilet Karin mendengar Indah menangis di salah satu bilik di dalam toilet, dan Karin mendengar Indah berkata "Ya ini lebih baik".
"Indah ada apa? apa yang kamu rahasiakan sampai kamu rela membiarkan suamimu memiliki pacar lagi" ucap Karin sambil berjalan menuju meja kerjanya lagi, ya karin langsung keluar dari toilet setelah mendengar ucapan Indah karena takut ketahuan menguping.
Indah kembali dengan mata yang terlihat sembab dan Karin bertanya "Indah kamu habis nangis?".
Indah yang tau kenapa karin bertanya seperti itu menjawab "Ini bukan karena nangis rin tapi tadi pas aku nyemprotin parfum gak sengaja nyemprot mata ya gini deh hasilnya seperti habis nangis" ucap Indah berbohong.
" Oh kirain kamu nangis, oh iya kata mas Azam sekarang kamu jadi sekertarisnya dan aku jadi asprinya".
Indah tersenyum dan berkata " kesampayan juga kamu jadi asprinya, ya udah sana gih buatin pacarnya kopi karena bentar lagi bos bakal minta kamu buatin kopi".
Karin hanya bisa tersenyum karena Indah benar-benar bisa bersikap setenang itu padahal Karin yakin jika saat ini dia tidak sedang baik-baik saja dan benar saja setelah Karin pergi Indah menangis lagi.
__ADS_1
Ada rasa tidak rela jika Karin memanggil Azam dengan kata mas karena dia yang sudah menjadi istrinya saja belum pernah memanggil Azam mas.