
Kini giliran Indah yang di panggil untuk di wawancara setelah Karin keluar, Sebenarnya Indah lumayan degdegan karena takut jika Azam akan mempersulitnya mengingat dia seperti terpaksa saat mengijinkan Indah bekerja.
Namun apa yang di pikirkan Indah tidak terjadi karena Azam bersikap profesional dan dia bersikap seolah tidak mengenali Indah.
Sebenarnya ada rasa sakit saat Azam bersikap seperti tidak mengenalinya tapi tak masalah toh itu juga bagus untuknya karena tidak akan ada yang tau jika dirinya istri Azam karena Indah belum bisa menerima Azam sebagai suaminya.
Namun yang aneh Indah melamar di bagian keuangan tapi dia malah di jadikan asisten pribadi dan Karin menjadi sekretaris Azam karena sekretarisnya yang dulu sudah keluar karena sudah menikah.
"Aneh banget deh rin, masa ya aku itu ngelamar di kantor ini untuk bekerja di bagian keuangan tapi aku malah di terima kerja jadi asisten peribadi" ucap Indah saat berada di kantin bersama Karin.
"Iya aneh banget tapi itu bagus karena kita akan bekerja di meja yang sama" ucap karin yang bersyukur karena mereka bisa bekerja bersama
Ya mereka tidak langsung pulang karena ingin melihat-lihat kantor tempat mereka bekerja sambil menunggu waktu pulang tentunya.
Dan setelah para karyawan pulang Indah menerima pesan dari no yang tidak dikenal dan isinya "Ndah kamu tunggu di tempat tadi pagi aku turunin kamu keja".
"Oh ini no Azam ternyata" ucap Indah dan dia langsung menyimpan no tersebut dengan nama papah Putri.
Indah menunggu Azam di tempat yang di katakan Azam dan tidak berselang lama mobil Azam berhenti di dekatnya.
__ADS_1
Azam membuka kaca mobilnya dan berkata "Ayo masuk".
Indah masuk dan terus menatap Azam sementara Azam yang ditatap mengerutkan keningnya dan berkata "Ada apa apa terlihat tampan jika aku memakai kacamata?".
"Gr" ucap Indah dan dia tidak lagi melihat Azam
Ingin rasanya Indah bertanya pada Azam tentang gosip yang tadi dia dengar tapi dia takut Azam marah karena Indah pernah denger cowo jadi-jadian itu kalau marah melebihi marahnya laki-laki normal dan bisa berbuat kasar tanpa melihat siapa lawannya.
"Hei kamu sedang melamunkan apa?" tanya Azam
"Ini zam gimana kalau kita cari rumah kontrakan deket kantor kamu biar berangkat kerjanya nyantai tidak seperti tadi sudah berangkat pagi banget tapi nyampe sini udah mau masuk jam kerja".
"Itu lebih baik irit biaya".
"beda ya kalau sudah jadi ibu rumahtangga, jauh berbeda dengan Indah yang dulu terkenal boros".
"Diam lah jangan mengingatkan aku tentang masa lalu".
"Maaf, kalau begitu nanti kita pindah kesana setelah minta izin sama ayah dan mamah". ucap Azam dan Dia berkata lagi "Ndah kenapa kamu ingin bekerja lagi padahal jika kamu diam di rumah, kamu tidak akan kekurangan uang karena aku akan memberi mu uang".
__ADS_1
"Aku tidak biasa cuman diam di rumah Zam, aku sudah terbiasa bekerja, bosan diam di rumah apa lagi kerjaan rumah ada yang ngerjain".
"Jadi kalau tidak ada pembantu kamu mau tinggal di rumah dan tidak akan bekerja lagi?" tanya Azam serius
"Mungkin, tergantung situasi, yang jelas sekarang aku pengen kerja dulu mumpung belum punya anak lagi".
"Wih kode ini mah, jadi kapan kita buatnya" ucap Azam senang
"Mulai deh" ucap Indah lalu dia terdiam memikirkan ucapan Karin, Indah berpikir jika di lihat dari cara Azam menggodanya terlihat jika Azam laki-laki normal tapi dia juga masih ingat dengan sikap acuh Azam saat melihatnya hanya memakai handuk.
Indah yang merasa pusing memikirkan Azam menggelengkan kepalanya dan berkata "Kenapa aku terus memikirkannya terus menerus".
Azam yang mendengarnya berkata "Apa yang kamu pikirkan ", Indah yang merasa pusing karena dari tadi pagi terus memikirkan Azam memilih berkata jujur setidaknya dengan bertanya langsung dia tidak perlu terus memikirkan Azam
"Zam kamu normalkan?".
"Oh jadi dari tadi kamu melamun mikirin aku normal atau tidak?" ucap Azam
Indah mengangguk lalu Azam berkata lagi "Kenapa kamu bertanya seperti itu, memangnya kenapa kalau aku tidak normal, apa masalah buat kamu".
__ADS_1
"Ya Allah Azam, jadi benar kamu tidak normal" ucap Indah dan Azam hanya diam karena ingin tau apa yang akan di lakukan Indah karena sepertinya Indah tidak rela jika dirinya tidak normal.