Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Baiklah aku percaya


__ADS_3

Satu minggu sudah Azam berada di luar kota tepatnya di rumah sang kakak, selama satu minggu itu setiap malam, pagi dan siang hari Indah selalu menghubungi Azam lewat video call alasannya Putri selalu ingin melihatnya padahal Indah sendiri yang memang ingin melihat Azam.


Mungkin karena terbiasa melihat Azam setiap hari jadi saat dia tidak melihat Azam Indah merasa gelisah bahkan saking tidak tenangnya dia berpikir untuk menyusul Azam tapi saat ingat kesehatan putri Indah langsung mengurungkan niatnya itu.


Kedua orangtua Indah tidak percaya jika Indah akan sebucin itu, padahal dulu Indah tidak seperti itu kata bu Endah yang tidak tau kelakuan Indah saat di sekolah yang terbilang bucin, Indah yang selalu menempel pada Azam, di mana ada Azam di situ pasti ada Indah ya terkecuali di toilet.


Azam yang terus di hubungi Indah percaya saja dengan alasan Indah yang mengatakan jika putri yang ingin menghubunginya karena saat Vc telah terhubung putri selalu mengajaknya bercerita tak lupa Indah berada di belakangnya dan tanpa di sadari Azam Indah terus memandanginya.


Azam bersiap untuk pulang karena pekerjaannya sudah selesai dan dia berkata pada Indah jika dia akan pulang satu hari lagi.


Indah merasa senang karena akan segera bertemu Azam, dia sudah berencana akan membuat makanan kesukaan Azam esok hari dan dia juga berencana untuk berpenampilan sesempurna mungkin untuk menyambut Azam namun sayang rencananya gagal total karena Azam pulang lebih Awal.


"Aku benar-benar sudah gila " gumamnya saat merasakan ada yang memeluknya


"Gila karna apa?" tanya Azam


"Ya hampir gila karena kamu terus saja di pikiran ku, seperti sekarang aku merasa kamu ada di sisi ku padahal kamu masih di luar kota" ucap Indah yang masih belum sadar jika yang dia rasakan bukan hayalan.


"Oh" ucap Azam lalu dia menggigit telinga Indah pelan, dan Indah yang kaget langsung berkata "aw".

__ADS_1


"Apa sakit" tanya Azam dan rasa sakit di telinga Indah membuat Indah sadar dan dia lsngsung melihat sebuah tangan melingkar di perutnya.


Indah mengedipkan matanya karena takut dia berhalusinasi lalu Azam meniupi telinga Indah dengan lembut dan Indah langsung menoleh lalu Azam berkata "Aku rindu".


Indah tersenyum dan Indah langsung membalikan tubuhnya lalu membalas pelukan Azam dan dia berkata dalam hati "Aku juga sangat merindukan kamu Zam aku sampai sulit tidur karena terus merindu".


Indah mengeratkan pelukannya dan itu membuat Azam tersenyum karena tau jika Indah juga merasakan hal yang sama dengannya.


Mereka sama-sama melepas rindu dengan saling memeluk sampai Indah berkata "Tunggu kenapa kamu sudah pulang bukannya besok?".


Azam yang melihat wajah Indah yang mendongak tidak memperdulikan ucapan Indah, karena saat ini dia sedang fokus pada bibir Indah yang terlihat seperti melambai-lambai ingin di kecup olehnya dan cup Azam mengecupnya sesaat.


Azam tersenyum karena Indah menatapnya kesal lalu dia berkata "Apa? kenapa kau melihat ku seperti itu".


"Oh maaf " dan cup Azam mengecup bibir Indah lagi tapi kali ini kecupannya tidak sesingkat tadi karena kecupannya kali ini membuat Indah kehabisan nafas dan setelah Indah bisa bernafas dengan normal dia berkata "Azam jawab pertanyaan ku".


"Tidak penting Indah karena rasa rinduku yang ingin ku lepas lebih penting dari alasan ku pulang lebih awal". padahal ucapan Azam barusan menjawab pertanyaan Indah kenapa Azam pulang lebih Awal tapi karena ingin menggoda Indah dia berkata seperti itu.


"Oh tapi sayang alasan mu pulang lebih awal lebih penting bagi ku dari pada rasa rindu mu".

__ADS_1


"Yakin" ucap Azam sambil mendekatkan kepalanya pada kepala Indah


"Yakin" ucap Indah


"Masa, terus kenapa tiap pagi siang dan sore kamu vc aku".


Indah sedikit gugup karena takut Azam tau jika dirinya yang selalu ingin melihat Azam bukan putri namun dengan percaya diri Indah berkata "Putri yang minta Zam".


"Yakin?".


"Iya yakin" jawab indah


"masa?".


"Beneran Zam, kenapa sih dari tadi kamu seperti meragukan semua ucapan ku".


"Baiklah aku percaya, tapi kenapa ya tadi pas terakhir vc Putri bilang kamu yang maksa dia buat bilang jika dia yang ingin menghubungi ku".


Indah yang malu ketahuan berbohong ingin mengalihkan pandangannya dari wajah Azam namun Azam menahannya lalu dia berkata "Tidak perlu malu sayang aku justru senang karena kamu merindukan ku, Jadi apa boleh?".

__ADS_1


Indah menatap Azam dengan tatapan yang membuat Azam berkata "Seperti biasa bagian atas dan pada akhirnya kamu bantu aku pakai tangan mu boleh?".


Indah mengangguk senang karena Azam tidak memintanya memberikan sesuatu yang biasa Azam minta.


__ADS_2