
"Iya ka mas Azam amnesia dan apa ka Indra bisa ikut denganku karena aku ingin menceritakan kejadian yang membuat mas Azam amnesia".
Indara mengikuti Indah dan kini mereka duduk bertiga dengan sang mamah, istri Indara tidak ikut bergabung karena harus menjaga anak-anaknya.
Indah menjelaskan semua kejadian yang menimpanya dan Azam tak lupa dia juga memberi tahu jika Leo sudah tertangkap dan sudah di penjara atas tuduhan penculikan, percobaan pemerkosaan dan juga penganiayaan
setelah selesai menjelaskan penyebab Azam amnesia kini Indah bertanya pada Indra tentang perusahaan
"Kak besok mas Azam harus mulai bekerja lagi tapi dengan kondisi dia yang sekarang aku takut mas Azam tidak bisa menjalankan pekerjaannya jadi bisakah kakak yang mengambil alih perusahaannya lagi".
Indara yang mengerti ucapan Indah berkata "Jika saja kakak tidak memiliki usaha lain mungkin kalak bisa menggantikan Azam tapi kamu tau sendiri kakak sekarang bagai mana".
Indah terdiam karena bingung harus berbuat apa dengan perusahaan Azam dan hal yang sama juga sedang di pikirkan Indra sampai suara istri Indra terdengar berkata "Menurut ku biarkan saja Azam bekerja kembali" belum selesai istri Indara berkata Indah sudah menyela
"Tapi mbak aku takut jika dia tidak bisa bekerja seperti biasanya dan aku takut jika pesaingnya memanfaatkan keadaan mas Azam yang sedang sakit untuk menjatuhkan perusahaan mas Azam"
"Indah makanya jangan menyela dengarkan mbak menyelesaikan ucapan mbak dulu".
Indah yang merasa bersalah langsung meminta maaf lalu istri Indra melanjutkan ucapannya lagi "kita biarkan Azam bekerja seperti biasa namun kamu Indah harus bekerja lagi menjadi asisten pribadinya mengerjakan semua pekerjaan Azam sekaligus mengajarkan Azam apa yang dia tidak mengerti dan ingat tidak boleh ada yang tau jika kamu yang mengerjakan semua pekerjaan Azam termasuk sekertarisnya".
Indah tersenyum karena mendapatkan solusi dari apa yang dia pikirkan dari kemarin "Beres mbak kalau itu aku bisa melakukannya dengan sempurna dan semoga saat orang-orang tau rahasia kita mas Azam sudah bisa bekerja lagi walau ingatannya belum pulih".
__ADS_1
"Aamiin" ucap semua orang yang berada di sana juga Azam yang sedang bermain bersama boy, putri juga kedua anak perempuan Indara.
malam telah tiba Azam dan Indah sudah bersiap untuk tidur setelah Indah mengajari Azam apa yang akan di lakukan Azam esok hari setelah tadi Indah meminta jadwal Azam pada Karin.
"Indah" ucap Azam sambil melihat langit-langit kamar mereka
"Apa?" ucap Indah yang juga melakukan hal yang sama
"emm aku ingin bertanya?" ucap Azam ragu
"Tanya saja!"
"Memangnya kenapa?" tanya Indah heran karena bisa-bisanya Azam bertanya seperti itu
"Ya aneh saja kita sudah enam bulan menikah tapi kamu belum hamil".
Indah tersenyum lalu berkata "bagai mana aku bisa hamil mas, kita berhubungan badan saja baru satu kali".
Azam yang kaget langsung duduk dan menatap Indah, indah yang di tatap berkata "Iya kita baru satu kali melakukan itu".
"Kenapa baru satu kali padahal kata kamu kita sudah menikah selama enam bulan lalu apa yang kita lakukan saat malam hari karena aku merasa jika tidak mungkin aku tidak menginginkan mu jika kita terus tidur berdua seperti ini apalagi melihat mu yang berpakayan seperti ini".
__ADS_1
"Wah apa pakayan ku ini terlihat menggoda di mata mu". tanya Indah dan Azam mengangguk
"Jadi dari kemarin kamu tergoda dan menginginkan ini" ucap Indah sambil memegang sesuatu".
Azam tersenyum malu karena apa yang di ucapkan Indah benar indah yang mengartikan senyuman Azam artinya ya berkata "Kenapa tidak bilang jika kamu menginginkannya?".
"Aku malu", ucap Azam sambil tersrnyum malu lalu dia berkata "Tapi katakan pada ku kenapa kita baru melakukan hal itu kemarin".
"Itu karena kamu tidak menyukai wanita". ucap Indah bercanda
"Terus kenapa kemarin kita bisa melakukannya?" tanya Azam yang tidak percaya jika setelah dewasa dia jadi tidak menyukai perempuan.
"Aku yang memaksa mas melakukannya karena aku ingin mas kembali normal" ucap Indah sambil tertawa dalam hati karena sukses membuat Azam percaya.
"Tunggu aku punya buktinya" ucap Indah sambil turun dari tempat tidur dan mengambil ponselnya
"Ini mas baca sendiri artikel tentang mas" ucap Indah sambil memberikan ponselnya pada Azam
Azan membaca semua pemberitaan yang menyatakan jika dia tidak normal tapi setelah dia membaca semu tulisan tersebut Azam teringat jika dia pernah di usir Indah karena lancang telah memeluk Indah tanpa Izin
Azam ingin bertanya namun Indah sudah tidur dan sudah terdengar dengkuran halus keluar dari mulut Indah "Besok saja aku bertanya" Ucapnya lalu menyusul Indah kealam mimpi.
__ADS_1