
Indah tersenyum sangat lebar setelah mendengar ucapan dokter dan Indah langsung melihat layar monitor, Indah yang tidak mengerti berkata
"Dok yang mana calon anak saya".
Dokter tersenyum lalu menunjukan pada Indah calon anaknya dan memberi tahu Indah jika usia janinnya baru menginjak satu bulan
Indah dan Azam terdiam karena sedang berpikir jika usia kandungan Indah baru berusia satu bulan itu artinya calon bayi mereka tumbuh saat Putri pergi
"Mas itu artinya" ucapan Indah tertahan karena Azam langsung berkata "Ya saat putri pergi".
"andai putri masih di sini pasti dia sangat senang karena akan mempunyai seorang adik" ucap Indah dengan menahan air matanya karena sedih mengingat Putri
"Ya pasti" ucap Azam mengiskan ucapan Indah karena Azam juga pernah mendengar putri menginginkan seorang adik seperti boy
Dokter yang melihat Indah bersedih langsung berkata "ibu Indah untuk kedepannya di usahakan untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan ya, karena bisa mempengaruhi tumbuh kembang si calon bayi".
__ADS_1
Indah yang mendengar ucapan dokter terdiam tidak mengiyakannya dan Azam yang melihat Indah bingung berkata "Iya dok saya dan keluarga akan berusaha agar istri saya tidak bersedih lagi".
Dokter yang ingin tau apa yang menimpa Indah langsung berkata "Maaf kalau boleh tau apa yang menimpa ibu Indah sampai seperti ini?".
Azam langsung memberitahu permasalahan yang telah menimpa Indah karena Azam berharap jika Dokter bisa memberikan solusi bagi Indah agar bisa benar-benar melepas putri
Dokter yang mendengar cerita Azam tentang putri terdiam lalu tak berselang lama dia berkata "Jika seperti itu ibu Indah harus menjauhkan hal apapun yang bisa mengingatkan ibu Indah pada putri".
Azam yang mendengar ucapan dokter langsung memegang tangan Indah lalu berkata "Baik dok saya akan melakukannya".
Azam mengiyakannya walau bingung harus berbuat apa dan sampai mereka tiba di rumah Azam masih belum juga mendapatkan cara agar bisa mengalihkan perhatian Indah.
Bu Endah yang melihat anak dan menantunya terdiam terus setelah mereka duduk di sofa berkata "Sayang apa perkiraan Azam tentang kamu yang sedang hamil itu salah, jika salah tidak apa kalian coba saja lagi".
Indah yang mendengar ucapan Bu Endah langsung berkata "Tidak bu dugaan mas Azam ternyata benar jika indah memang sedang mengandung".
__ADS_1
"Jika kamu sedang mengandung kenapa kalian bersikap seperti ini apa kandungan mu bermasalah?" tanya Bu Endah yang tidak mengerti kenapa Indah dan Azam terus terdiam dan terlihat bersedih atas berita yang menurutnya membahagiakan dan akhirnya bu Endah berpikir jika kandungan Indah bermasalah
"Alhamdulillah kandungan Indah sehat tapi dokter bilang Indah tidak boleh merasa sedih lagi, dan masalahnya setiap malam Indah selalu menangis putri" jelas Azam yang menjawab pertanyaan Bu Endah untuk Indah
Bu Endah yang berpikir jika Indah sudah tidak lagi menangisi putri pun kini meraih tangan Indah lalu berkata "Jadi kamu masih belum ikhlas sepenuhnya nak".
"Ya bu" jawab Indah karena memang itu kenyataannya
"Jika srperti itu sebaiknya kalian tinggal di rumah nak Indra sampai kamu melahirkan nanti?" ucap Bu Endah memberi solusi
Azam yang tidak mengerti kenapa bu Endah menyarankan hal seperti itu berkata "Mah bukannya itu justru akan membuat Indah semakin mengingat putri dan itu bisa membahayakan calon anak kami".
"Tidak akan, karena Indah tidak akan punya waktu untuk melamun mamah yakin itu karena mamah nanti akan bicara dengan Intan agar membantu Indah keluar dari rasa sedihnya".
Azam tersenyum lalu berterimakasih pada bu Endah karena bisa memecahkan masalah yang membuatnya pusing dari tadi
__ADS_1
sementara Indah yang mendengar ucapan mamanya merasa tidak yakin dengan ucapan mamahnya yang menyarankan agar dirinya tinggal di rumah Indra.