
Azam terbangun karena bunyi alarm yang dia dengar, Azam menguap dan saat dia melihat istrinya dia tersenyum sangat lebar karena puas bermain semalam.
"Kamu sangat hebat sayang, tidak sia-sia selama ini aku mengajari mu" ucap Azam pelan karena takut membangunkan Indah yang masih tertidur dengan lelap sampai dua alarm yang berbunyi pun tidak bisa mengusiknya.
Azam turun perlahan dan dia langsung pergi ke dalam kamar mandi setelah mengambil handuknya terlebih dulu dan setelah dia selesai mandi Indah masih tertidur
"Pasti dia sangat kelelahan" Ucap Azam yang kini merasa bersalah pada Indah karena menyuruhnya untuk menjadi pemimpin di dua ronde pertama namun di balik rasa bersalahnya dia juga tersenyum bahagia "Semoga benih ku secepatnya tumbuh". ucapnya lagi karena berharap mempunyai darah daging sendiri.
***
Dua jam berlalu tidak terasa dan Indah baru saja bangun beberapa detik yang lalu, saat sadar jika dia bangun kesiangan Indah langsung mencari keberadaan Azam dan saat melihat jam Indah sudah tau pasti Azam sudah berangkat kerja
Indah yang merasa tenggorokan ya kering berniat mengambil air dulu dari dapur namun saat melihat air di atas meja rias dia mengurungkan niatnya
Indah tersenyum dan melangkah menuju meja rias untuk mengambil air tersebut dan setelah sampai dia baru melihat sepucuk surat yang di letakkan di bawah gelas air tersebut.
__ADS_1
Indah yang kehausan meminum airnya terlebih dulu dan setelah itu baru dia membaca pesan dari Azam
"Sayang maaf aku tidak membangunkan mu karena kamu tidur sangat pulas, dan aku tau pasti kamu masih cape, terimakasih untuk semalam aku benar-benar puas".
Indah tersenyum lebar lalu dia pergi ke kamar mandi walau tubuh terasa tak bertenaga tapi karena hati senang telah membuat suaminya senang, itu berhasil membuatnya melupakan kelelahannya.
****
Indah turun dari lantai dua tempat kamarnya berada dan dia tersenyum dengan lebar karena bahagia, tapi senyumannya itu tiba-tiba hilang saat dia melihat wanita yang begitu mirip dengan putri
dalam hati Indah bertanya-tanya siapa? orang yang sedang duduk di hadapan mamahnya dan putri.
Dan dari kejauhan dia mendengar jika wanita dan laki-laki yang berada di sebelah wanita itu berbicara menggunakan bahasa tempat dilahirkannya putri dan itu membuat perasaan Indah semakin tidak tenang
Indah sampai di dekat Bu Endah dan Putri dan dengan senyum palsu Indah berbicara
__ADS_1
"Selamat pagi mah, maaf aku bangun terlambat".
Bu Endah menatap Indah dan dia berkata "Tidak apa Azam tadi sudah memberi tahu mamah, dan sekarang kamu duduk, mereka ingin bertemu dengan mu!".
perasaan indah semakin tidak tenang namun Indah tetap menuruti ibunya dengan duduk di samping Ibunya lalu menaruh putri di pangkuannya.
Indah menatap kedua orang asing yang ada di hadapannya lalu orang asing yang sejak tadi melihat Indah langsung berkata dengan menggunakan bahasa Ingris yang artinya
"Apa kamu nona Indah ibu angkat putri?"
Deg dan perasaan Indah kini benar-benar tidak baik-baik saja karena pirasatnya mengatakan jika putri adalah anak dari wanita tersebut.
"Ya saya Indah dan nenar saya Ibu angkat putri, dan maaf kalian ini siapa? dan ada keperluan apa dengan saya karena saya merasa tidak pernah bertemu kalian sebelumnya".
kedua orang asing tersebut tersenyum lalu sang wanita berkata tanpa basa basi bahkan untuk sekadar memberi tahukan nama mereka pun tidak "Kami adalah orangtua kandung putri dan kami kemari untuk mengambil putri".
__ADS_1
Indah tersenyum walalu hatinya sedang tidak baik baik saja dan Indah yang merasa berhak atas putri karena dia yang menemukan putri dan merawat putri sampai sekarang berkata "kalian ini lucu datang datang mau mengambil putri saya, apa kalian tidak tau jika saya sudah merawat putri sejak dia masih bayi dan saya tidak akan membiarkan putri di ambil oleh siapapun termasuk kalian".
"Kami tau dan kami sudah menyiapkan bukti-bukti kalau putri adalah anak kami yang di culik sejak lahir" ucap Sang pria dan ucapan peria tersebut berhasil meruntuhkan tekad Indah untuk mempertahankan putri karena putri bukan anak yang di buang tapi putri adalah anak yang hilang.