
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di kediaman boy.
mereka di sambut oleh Indra, intan juga kedua anak perempuan mereka yang sangat senang atas kehadiran Azam, Indah juga putri.
"Halo semuanya" ucap Indah pada keempat orang yang menyambut kedatangannya
"Halo juga" ucap intan dan indra yang sama-sama melambaikan tangan kedua anaknya yang di gendong oleh mereka masing-masing.
setelah cipika cipiki bertanya kabar Indah pun berkata "kemana si kecil boy" dan intan mengatakan jika boy sedang bermain ponsel di ruang tengah.
"mamah ka boy, apa ka boy gak suka kalau putli datang ke sini" ucap Putri pada Intan sambil memasang wajah cemberut karena kesal boy tidak menyambut kedatangannya.
"Wah wah ternyata putri ingin di sambut sama kak boy ya" ucap Intan dan putri yang masih polos menganguk
"Maaf ya pasti kamu kecewa tapi kalau kamu ingin bertemu ka boy kamu langsung masuk dan temui dia di ruang tengah"
Putri mengangguk lalu berlari menuju tempat boy berada dan kedua anak perempuan yang di gendong pun ingin mengikuti putri dan mereka pun masuk
Intan yang tidak sengaja melihat cara berjalan Indah yang berbeda berkata pada Azam yang berada di dekat Indah
__ADS_1
"Zam kamu baru buka segel ya".
"Segel?" ucap Azam yang kurang mengerti dengan apa yang di ucapkan Intan
"Iya buka segel lihat cara Indah berjalan kaya wanita yang baru di buka segelnya" ucap Intan yang selalu berbicara seperti itu
Azam yang kini mengerti maksud kakak iparnya hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena malu sementara Indah rasanya ingin menyembunyikan wajahnya karena merasa malu.
"Wah pasti kamu lagi gatal gatalnya iyakan" ucap Intan lagi dan Azam berkata "Mbak ini tau saja, andai aku tidak berjanji untuk mengajak putri main kesini mungkin Indah sudah ku kurung di dalam kamar" ucap Azam tanpa rasa malu pada kakak iparnya itu.
Intan yang sadar jika sikap Azam sudah tidak sekaku saat pertama kali bertemu setelah amnesia berkata setelah Indah di pastikan tidak bisa mendengar ucapannya karena sepertinya Indah belum menyadari jika Azam sudah mengingat masa sepuluh tahun yang beberapa hari tidak dia ingat "Zam tunggu".
"Apa kamu sudah ingat semuanya?" tanya Intan dengan suara pelan
Azam tersenyum lalu Intan berkata lagi "Sejak kapan dan sepertinya Indah belum tau".
"Dia memang belum tau padahal aku selalu berbicara tentang masa lalu ku yang aku lupakan".
"Kok bisa gitu?".
__ADS_1
"Ya bisalah tapi aku kurang tau kenapa dia tidak menyadari jika aku sudah sembuh, oh iya mbak bisa tidak jika aku dan Indah tidak ikut pergi kekebun binatang plis" mohon Azam pada Intan
Intan yang tau apa alasan Azam tidak mau ikut berkata "Enak saja kamu enak-enakan di sini aku kerepotan jaga empat orang anak, maaf untuk kali ini aku tidak bisa bantu karena ngurus ketiga anak ku saja aku sudah kerepotan apa lagi di tambah dengan anak mu no no no".
"Mba aku mohon apa mbak tidak kasihan pada ku aku ini pengantin baru yang tertunda selama enam bulan".
"Jangan lebay, sekali engga tetap engga sudah awas mbak mau mempersiapkan barang bawaan mbak". ucap Intan lalu dia pergi
Sementara Indara yang dari tadi mencuri dengar kini menghampiri Azam dan berkata "Sabar bukankah ada nanti malam kamu bisa puas puasin sesuka hati mu"
"Kakak mendengarkan obrolan kami".
"Iya" jawab indra singkat
"Tapi gak bakalan bebas kalau ada putri". keluh Azam
"Oh ternyata putri alasan kamu cemberut, kamu tenangsaja putri pasti akan tidur di kamar kedua anak perempuan ku walau pun dia tidak mau aku dan Intan akan membujuknya agar dia mau tidur bersama kedua putri ku".
Azam tersenyum bahagia karena nanti malam dia akan merasakan surga dunianya lagi tanpa takut mengganggu putri yang tidur di kamar yang sama "Terimakasih kak".
__ADS_1