Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku

Sahabat Ku Cinta Pertama Dan Terakhir Ku
Dekat di usir jauh merindu


__ADS_3

Indah di antar Azam ke apartemennya untuk mengambil semua berkas penting milik mereka karena Mereka sudah memutuskan untuk tinggal bersama kedua orang tua Indah.


Azam bertanya pada Indah setelah mereka sampai di apartemennya "Indah kamu nanti pulangnya mau barena sama aku atau kamu mau pulang di antar supir?".


"Aku pulangnya naik taksi saja mas, kelamaan kalau nunggu kamu pulang".


"Baiklah tapi ingat kabari aku sebelum dan sesudah sampai di rumah mamah".


"Siap pak suami" ucap Indah sambil memberikan hormat tak lupa senyum ceria yang dia perlihatkan


Azam yang gemas mengacak rambut Indah lalu berkata "Nah gini ceria aku yang lihat juga seneng tidak seperti kemarin-kemarin banyak diam seperti punya masalah besar saja".


Indah tersenyum dan tanpa Azam duga Indah memeluk Azam dan Indah Berkata terimakasih sampai beberapa kali.


"Hei kenapa terus berterimakasih memang aku sudah berbuat apa sampai kamu terus berterima kasih dari tadi malam" ucap Azam berpura-pura tidak tau untuk apa ucapan terimakasih yang di berikan Indah padanya.


Indah tersenyum dan dia mengalihkan pertanyaan Azam dengan berkata "Sudah sana berangkat nanti kesiangan!".

__ADS_1


"Ngusir ceritanya" ucap Azam sambil cemberut


"Iya, sudah sana pergi aku bosen liat mas terus" ucap Indah berbohong


"Oh bosen ya sudah nanti aku akan pergi lagi keluar kota" ucap Azam menakut nakuti Indah


"Ya udah sana pergi"


"Deket di usir-usir eh giliran jauh rindu" ucap Azam dan wajah Indah seketika bersemu merah karena malu ketahuan merindu saat Azam jauh darinya.


"Nih pipi kenapa berubah warna" ucap Azam sambil mencubit pipi Indah dengan sayang.


Azam tersenyum lalu dia berkata "Kalau sudah dewasa boleh dong bikin anak". Dan seketika raut wajah Indah berubah dan Azam yang melihatnya berkata "Aku bercanda tenang saja" namun raut wajah Indah tidak berubah lagi dan Azam sangat menyesal telah berkata seperti itu pada Indah


"Mas sebaiknya kamu berangkat" ucap Indah yang kembali bersikap dingin


"sayang mas bercanda mas tidak serius" ucap Azam namun Indah tidak merespon dan Azam pun pamit.

__ADS_1


Indah yang melihat Azam sudah pergi langsung menuju kamarnya dan saat dia memasukkan berkas-berkasnya dia tidak melihat Amplop yang berisi hasil pemeriksaan kesehatannya dia mengeluarkan surat-suratnya lagi berharap surat tersebut terselip namun setelah dua kali dia mencari surat tersebut tidak dia temukan


Indah terdiam di dekat surat-surat yang berantakan dia mengingat-ngingat kapan terakhir dia melihat surat tersebut.


lumayan lama Indah terdiam sampai dia ingat jika saat mengambil surat-surat untuk putri dia masih melihat surat tersebut dan Indah pun teringat dengan sikap Azam semalam


"apa mungik Azam bersikap seperti semalam karena membaca isi surat itu" Indah terus mengingat kejadian semalam sampai dia teringat dengan ekspresi Azam saat tau jika dia bukan seorang janda.


Indah tersenyum sinis lalu berkata "Pantas saja ekspresi wajahnya seperti itu ternyata karena dia sudah tau penyakit ku dan pasti semalam dia bingung dari mana aku mendapatkan penyakit ini jika aku belum menikah".


Sementara Azam sudah sampai di ruang kerjanya dia mengeluarkan isi tas kerjanya dan tanpa sengaja matanya melihat amplop milik Indah


Azam menghela nafasnya berkali-kali karena merasakan pirasat yang kurang baik tentang amplop yang berada di dalam tasnya itu.


"Dia pasti akan mencari amplop ini, kenapa juga aku malah mengambilnya tidak meletakannya kembali setelah ku baca". sesal Azam dan baru saja dia berkata seperti itu sebuah pesan masuk kedalam ponselnya dan isi pesan itu


"Mas aku tunggu kamu di apartemen sekarang!".

__ADS_1


Setelah membaca isi pesan tersebut Azam langsung menelpon indah tapi panggilan telpon Azam terus di tolak dan saat panggilan ke tiga no Indah tidak aktif lagi.


Azam langsung keluar dari ruangannya dan dia pergi dari perusahaannya dengan tersgesa-gesa karen tidak biasanya Indah mematikan ponselnya.


__ADS_2